Saya rasa bukan soal kristen atau bukan saja sih (walaupun memang penting untuk dibedakan supaya gak salah ngomong atau salah bersikap), tapi juga soal akrab atau gak, atau soal beda budaya.
Apa yang biasa saya lakukan dalam melayat keluarga yang sedang berduka:
1. Memakai baju warna hitam atau yang berwarna gelap
Ini udah aturan gak tertulis. Gak ada di buku, tapi semua orang menurutinya. Walaupun ada yang gak suka dengan aturan ini, tetap ini adalah masalah etika. Saya sebenarnya gak terlalu suka pake pakaian warna gelap, tapi ini harus saya taati untuk mengutamakan kepentingan umum.
2. Menyapa dan bersalaman.
Bukan hanya dengan keluarga inti yang sedang berduka, tapi dengan para tamu juga sekalipun mereka ada di halaman rumah. Kecuali kalo tamunya sudah meluber ke mana2, sampe ratusan orang yah kurang baik juga. Tapi kalo cuma beberapa atau puluhan orang, saya biasanya menyalami satu persatu. Biasanya yang berada di beranda, di halaman atau di luar rumah adalah orang2 yang kurang dekat dengan keluarga inti (mungkin teman biasa,tetangga, atau keluarga jauh).
3. Temuilah keluarga inti.
Keluarga inti biasanya duduk atau berdiri di sekitar peti mati. Salami dan ucapkan simpati anda. Misalnya, "Tabah yah, pak / bu", atau "kami turut berduka". Kalo mereka tidak begitu akrab dengan anda, biasanya mereka akan menganguk atau mengucapkan terima kasih. Tapi kalo mereka akrab dengan anda (misalnya relasi dekat atau sering bertemu walaupun hanya bertetangga), jangan segan2 untuk memeluk mereka. Memeluk pun sebenarnya ada batasannya. Kalo sesama jenis, biasanya tidak sungkan untuk memeluk badan ketemu badan (full body contact). Tapi kalo beda lawan jenis (kecuali kalo tante, keponakan atau sepupu), yah jangan memeluk sampe bablas. Biasanya berpelukan "sekedarnya", alias bahu ketemu bahu.
3. Jangan segan untuk duduk di sekitar keluarga inti walaupun hanya 5-10 menit.
Tapi kalo di situ sudah banyak orang, yah cari tempat duduk yang kosong walaupun itu ada di beranda atau halaman rumah. Tujuan anda duduk di dekat keluarga inti (walaupun tidak akrab dengan mereka), adalah memberikan pesan bahwa mereka tidak sendirian. Seperti pernikahan, prosesi ini juga untuk menghibur yang ditinggalkan. Dengan memberi pesan bahwa yang datang tidak sedikit jumlahnya, mereka juga terhibur bahwa orang yang mereka kasihi tersebut juga dikasihi oleh orang2 lainnya.
4. Usahakan untuk mengajak ngobrol keluarga yang sedang berduka atau kerabat mereka.
Walaupun basa basi, tapi ini punya arti penting untuk memecah keheningan atau atmosfer kelam yang ada di situ. Tentunya kita juga jangan bertanya, "Apa kabar?" walaupun memang basa basi. Karena tentu kabar di situ sedang tidak baik (ada orang meninggal). Yang biasanya saya lakukan adalah mencari orang yang saya kenal sehingga saya bisa tau topik basa basi apa yang saya bisa obrolkan. Misalnya tanya, "Bapak di mana, bu?" kalo anda melihat si wanita tidak datang bersama suaminya yang memang anda sudah mengenal mereka.
5. Tawarkan bantuan
Ini penting apalagi kalo anda tidak mengenal banyak orang di situ. Sekali pun anda tidak mengenal mereka, tapi anda bisa kira-kira memilih orang yang tepat untuk anda tanya. Menawarkan bantuan adalah hal penting, terutama jika jenazah baru di bawah ke rumah atau baru dimandikan. Keluarga inti yang sedang berduka umumnya tidak punya waktu untuk mengurusi segala macam protokol atau hal2 menyangkut pemakaman. Jadi biasanya kerabat mereka atau tetangga mereka yang mengatur semuanya. Karena itu, umumnya mengatur hal2 persiapan pemakaman seringkali tidak efektif karena diurus secara serabutan. Lihat orang yang agak sibuk, mungkin membawa beberapa barang atau bangku, atau tampak sibuk berjalan ke sana ke mari, anda bisa dekati orang itu dan bertanya, "Ada yang bisa saya bantu, pak / bu?" Dengan bertanya seperti itu, anda benar2 menunjukkan bahwa anda simpati dengan duka yang mereka alami. Walaupun mereka bilang tidak ada, atau mereka minta tolong untuk mengangkat bangku atau pergi ke toko atau warung sebelah untuk membeli sesuatu, lakukan saja. Kesannya sepele, tapi itu berarti buat mereka.
6. Pamit atau Undur diri
Walaupun rumah duka atau tempat tinggal keluarga yang berduka umumnya menjadi rumah yang terbuka pintunya, bukan berarti kita bisa datang seenaknya atau pulang begitu saja. Biasakan pamit kepada keluarga. Seandainya keluarga inti sedang sibuk melakukan sesuatu, sampaikan kepada kerabat mereka yang lain bahwa anda harus undur diri. Kalo anda punya waktu satu harian untuk berada di situ (terutama jika anda memiliki hubungan dekat dengan mereka), pastikan anda mengikuti seluruh prosesinya, apalagi kalo itu adalah hari pemakaman. Ikuti kebaktian dan pemakaman sampai selesai. Dan tidak sedikit ada adat, atau hal2 yang menyangkut keagamaan, yang harus juga dilakukan setelah prosesi pemakaman selesai dilakukan. Malah tidak jarang akan terjadi lebih banyak kesibukan setelah prosesi pemakaman, bukan sebelumnya. Misalnya acara doa atau makan bersama dengan keluarga inti dan kerabat mereka. Di situlah mereka biasanya juga membutuhkan bantuan dari orang lain.
7. Kerja serabutan
Last but not least: Proses pemakaman kadang berbeda dari acara pernikahan. Perbedaan terjadi karena orang meninggal tidak direncanakan. Dengan meninggalnya seseorang, artinya persiapan pemakaman harus dilakukan dengan segera. Dalam menghadapi hal-hal seperti ini, umumnya orang yang tahu tata krama mengerti bahwa tidak ada lagi penghalang antara kedudukan, harta, materi, posisi dan lain-lain. Banyak orang segan melakukan sesuatu dalam membantu keluarga yang sedang berduka, karena adanya beda level suku, agama, posisi, pangkat atau materi. Padahal hal ini adalah keliru. Dengan kita tidak segan bertanya apa yang bisa kita bantu, itu artinya kita mengasihi keluarga yang ditinggalkan. Walaupun mereka kurang berada, atau mungkin yang meninggal adalah bekas anak buah kita, itu tidak seharusnya menjadi penghalang buat kita. Jangan segan2 pergi ke dapur, tanya apa yang bisa kita bantu. Kalo pun kita harus mencuci piring, atau menyapu lantai, itulah penghormatan terakhir yang kita bisa berikan buat orang yang baru saja meninggal dan keluarga mereka.





LinkBack URL
About LinkBacks
Reply With Quote










Bookmarks