Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 

+ Reply to Thread
Page 1 of 2
1 2 LastLast
Results 1 to 20 of 29

Thread: Etika di rumah duka (pemakaman)

  1. Etika di rumah duka (pemakaman)

    Eh saya mau tanya dong,
    gimana sih sebaiknya kita bersikap saat ada yg berduka
    misalnya gimana menyampaikan simpati atau pun tips2 yg lain mengenai hal ini?
    intinya adalah supaya keluarga yg ditinggalkan dapat merasa di kuatkan dengan sikap maupun ucapan kita.

    Oh ya, mungkin bisa di beri 2 pembedaan :
    - bila bukan dari keluarga kristen
    - bila keluarga kristen

    Tentunya berbeda? Gimana yah?

    Thx
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  2. Join Date
    Jan 2006
    Location
    Hvar
    Posts
    12,799
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    31

    Saya rasa bukan soal kristen atau bukan saja sih (walaupun memang penting untuk dibedakan supaya gak salah ngomong atau salah bersikap), tapi juga soal akrab atau gak, atau soal beda budaya.

    Apa yang biasa saya lakukan dalam melayat keluarga yang sedang berduka:

    1. Memakai baju warna hitam atau yang berwarna gelap


    Ini udah aturan gak tertulis. Gak ada di buku, tapi semua orang menurutinya. Walaupun ada yang gak suka dengan aturan ini, tetap ini adalah masalah etika. Saya sebenarnya gak terlalu suka pake pakaian warna gelap, tapi ini harus saya taati untuk mengutamakan kepentingan umum.

    2. Menyapa dan bersalaman.

    Bukan hanya dengan keluarga inti yang sedang berduka, tapi dengan para tamu juga sekalipun mereka ada di halaman rumah. Kecuali kalo tamunya sudah meluber ke mana2, sampe ratusan orang yah kurang baik juga. Tapi kalo cuma beberapa atau puluhan orang, saya biasanya menyalami satu persatu. Biasanya yang berada di beranda, di halaman atau di luar rumah adalah orang2 yang kurang dekat dengan keluarga inti (mungkin teman biasa,tetangga, atau keluarga jauh).

    3. Temuilah keluarga inti.

    Keluarga inti biasanya duduk atau berdiri di sekitar peti mati. Salami dan ucapkan simpati anda. Misalnya, "Tabah yah, pak / bu", atau "kami turut berduka". Kalo mereka tidak begitu akrab dengan anda, biasanya mereka akan menganguk atau mengucapkan terima kasih. Tapi kalo mereka akrab dengan anda (misalnya relasi dekat atau sering bertemu walaupun hanya bertetangga), jangan segan2 untuk memeluk mereka. Memeluk pun sebenarnya ada batasannya. Kalo sesama jenis, biasanya tidak sungkan untuk memeluk badan ketemu badan (full body contact). Tapi kalo beda lawan jenis (kecuali kalo tante, keponakan atau sepupu), yah jangan memeluk sampe bablas. Biasanya berpelukan "sekedarnya", alias bahu ketemu bahu.

    3. Jangan segan untuk duduk di sekitar keluarga inti walaupun hanya 5-10 menit.

    Tapi kalo di situ sudah banyak orang, yah cari tempat duduk yang kosong walaupun itu ada di beranda atau halaman rumah. Tujuan anda duduk di dekat keluarga inti (walaupun tidak akrab dengan mereka), adalah memberikan pesan bahwa mereka tidak sendirian. Seperti pernikahan, prosesi ini juga untuk menghibur yang ditinggalkan. Dengan memberi pesan bahwa yang datang tidak sedikit jumlahnya, mereka juga terhibur bahwa orang yang mereka kasihi tersebut juga dikasihi oleh orang2 lainnya.

    4. Usahakan untuk mengajak ngobrol keluarga yang sedang berduka atau kerabat mereka.


    Walaupun basa basi, tapi ini punya arti penting untuk memecah keheningan atau atmosfer kelam yang ada di situ. Tentunya kita juga jangan bertanya, "Apa kabar?" walaupun memang basa basi. Karena tentu kabar di situ sedang tidak baik (ada orang meninggal). Yang biasanya saya lakukan adalah mencari orang yang saya kenal sehingga saya bisa tau topik basa basi apa yang saya bisa obrolkan. Misalnya tanya, "Bapak di mana, bu?" kalo anda melihat si wanita tidak datang bersama suaminya yang memang anda sudah mengenal mereka.

    5. Tawarkan bantuan


    Ini penting apalagi kalo anda tidak mengenal banyak orang di situ. Sekali pun anda tidak mengenal mereka, tapi anda bisa kira-kira memilih orang yang tepat untuk anda tanya. Menawarkan bantuan adalah hal penting, terutama jika jenazah baru di bawah ke rumah atau baru dimandikan. Keluarga inti yang sedang berduka umumnya tidak punya waktu untuk mengurusi segala macam protokol atau hal2 menyangkut pemakaman. Jadi biasanya kerabat mereka atau tetangga mereka yang mengatur semuanya. Karena itu, umumnya mengatur hal2 persiapan pemakaman seringkali tidak efektif karena diurus secara serabutan. Lihat orang yang agak sibuk, mungkin membawa beberapa barang atau bangku, atau tampak sibuk berjalan ke sana ke mari, anda bisa dekati orang itu dan bertanya, "Ada yang bisa saya bantu, pak / bu?" Dengan bertanya seperti itu, anda benar2 menunjukkan bahwa anda simpati dengan duka yang mereka alami. Walaupun mereka bilang tidak ada, atau mereka minta tolong untuk mengangkat bangku atau pergi ke toko atau warung sebelah untuk membeli sesuatu, lakukan saja. Kesannya sepele, tapi itu berarti buat mereka.

    6. Pamit atau Undur diri

    Walaupun rumah duka atau tempat tinggal keluarga yang berduka umumnya menjadi rumah yang terbuka pintunya, bukan berarti kita bisa datang seenaknya atau pulang begitu saja. Biasakan pamit kepada keluarga. Seandainya keluarga inti sedang sibuk melakukan sesuatu, sampaikan kepada kerabat mereka yang lain bahwa anda harus undur diri. Kalo anda punya waktu satu harian untuk berada di situ (terutama jika anda memiliki hubungan dekat dengan mereka), pastikan anda mengikuti seluruh prosesinya, apalagi kalo itu adalah hari pemakaman. Ikuti kebaktian dan pemakaman sampai selesai. Dan tidak sedikit ada adat, atau hal2 yang menyangkut keagamaan, yang harus juga dilakukan setelah prosesi pemakaman selesai dilakukan. Malah tidak jarang akan terjadi lebih banyak kesibukan setelah prosesi pemakaman, bukan sebelumnya. Misalnya acara doa atau makan bersama dengan keluarga inti dan kerabat mereka. Di situlah mereka biasanya juga membutuhkan bantuan dari orang lain.

    7. Kerja serabutan


    Last but not least: Proses pemakaman kadang berbeda dari acara pernikahan. Perbedaan terjadi karena orang meninggal tidak direncanakan. Dengan meninggalnya seseorang, artinya persiapan pemakaman harus dilakukan dengan segera. Dalam menghadapi hal-hal seperti ini, umumnya orang yang tahu tata krama mengerti bahwa tidak ada lagi penghalang antara kedudukan, harta, materi, posisi dan lain-lain. Banyak orang segan melakukan sesuatu dalam membantu keluarga yang sedang berduka, karena adanya beda level suku, agama, posisi, pangkat atau materi. Padahal hal ini adalah keliru. Dengan kita tidak segan bertanya apa yang bisa kita bantu, itu artinya kita mengasihi keluarga yang ditinggalkan. Walaupun mereka kurang berada, atau mungkin yang meninggal adalah bekas anak buah kita, itu tidak seharusnya menjadi penghalang buat kita. Jangan segan2 pergi ke dapur, tanya apa yang bisa kita bantu. Kalo pun kita harus mencuci piring, atau menyapu lantai, itulah penghormatan terakhir yang kita bisa berikan buat orang yang baru saja meninggal dan keluarga mereka.
    Last edited by PlainBread; 10th November 2009 at 11:51 PM.
    God is not the answer, He's an excuse - PlainBread
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  3. Join Date
    Aug 2007
    Location
    Dublin
    Posts
    5,668
    Rep Power
    19

    kayak datang pesta kawinan aja. tapi bedanya klo pesta kawinan bisa ketawa-ketiwi keras2. klo datang ke rumah duka bisa dibacok klo ketawa-ketiwi keras2.
    -------------------------------------------------------------------------

    satanist dont care about sin



    In Bible, we Trust.


    -----------------------------------------------
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  4. Quote Originally Posted by shengshu View Post
    kayak datang pesta kawinan aja. tapi bedanya klo pesta kawinan bisa ketawa-ketiwi keras2. klo datang ke rumah duka bisa dibacok klo ketawa-ketiwi keras2.
    Ah, nggak juga kok.
    I wanna be a billionaire so fricking bad
    Buy all of the things I never had
    Uh, I wanna be on the cover of Forbes magazine
    Smiling next to Oprah and the Queen
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  5. saya masih bingung dengan "salaman"

    masak kerabat mereka yg dekat telah meninggal dan mereka bersedih hati, kita malah salaman seperti mengucapkat "SELAMAT!!!!! dia sudah meninggal"
    Gereja seharusnya lebih berfokus pada individu, bukan program-programnya.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  6. Quote Originally Posted by caliFRAGi View Post
    saya masih bingung dengan "salaman"

    masak kerabat mereka yg dekat telah meninggal dan mereka bersedih hati, kita malah salaman seperti mengucapkat "SELAMAT!!!!! dia sudah meninggal"
    tergantung gaya salamannya sih bro.
    salamannya pegang tangan dia pelan aja sambil tatap matanya sambil bilang "yang tabah ya" atau "Tuhan punya rencana" atau sejenisnya.
    jangan salaman dengan antusias dgn mata berbinar2. wkwkwk
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  7. Join Date
    Nov 2007
    Location
    earth
    Posts
    3,001
    Rep Power
    16

    Quote Originally Posted by Kaz32 View Post
    Eh saya mau tanya dong,
    gimana sih sebaiknya kita bersikap saat ada yg berduka
    misalnya gimana menyampaikan simpati atau pun tips2 yg lain mengenai hal ini?
    intinya adalah supaya keluarga yg ditinggalkan dapat merasa di kuatkan dengan sikap maupun ucapan kita.

    Oh ya, mungkin bisa di beri 2 pembedaan :
    - bila bukan dari keluarga kristen
    - bila keluarga kristen

    Tentunya berbeda? Gimana yah?

    Thx
    emang ada bedanya ya ???
    sama aja tuh baik yg kristen or non kristen

    ya kalo ada yg meninggal ya kita tinggal menunjukkan condolence ke keluarga yg ditinggalkan aja en tentu aja gaya kita kalo ngobrol dgn keluarga yg berduka itu tdk seperti ngobrol hahahehe kayak di pesta....walaupun kadang2 ada yg seperti itu

    ya sebenarnya sich tergantung ama keluarga yg ditinggalkan
    terkadang khan nggak perlu dibuat2 tuh utk sesedih gimana
    yg natural aja lah bawa diri kita
    Whatever you give a woman, she will make greater, give her sperm she will make a baby, give her a house she will give you a home, give her groceries she will give you a meal, give her a smile she will give you her heart. She multiplies and enlarges what she is given. So if you give her any crap, be ready to receive a ton of SHIT.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  8. Join Date
    Jan 2006
    Location
    Hvar
    Posts
    12,799
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    31

    Quote Originally Posted by caliFRAGi View Post
    saya masih bingung dengan "salaman"

    masak kerabat mereka yg dekat telah meninggal dan mereka bersedih hati, kita malah salaman seperti mengucapkat "SELAMAT!!!!! dia sudah meninggal"
    Salaman kan gak selalu berarti selamat. Umumnya jadi bagian dari greeting aja.
    God is not the answer, He's an excuse - PlainBread
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  9. 1. jangan pake baju dengan warna dan ornamen yang menyolok (netral biasanya putih atau hitam)
    2. jangan cekikian bila bertegur sapa dengan yg lain, wajar aja
    3. jangan rakus2 kalau ada suguhannya apalagi ngantongin suguhannya, sungguh memalukan ckckck...ck
    4. jangan lupa kasih sumbangan materi terlebih baik moral
    5. kalau mau pulang liat2 situasi (biasanya ngikut yang lain)
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  10. Join Date
    Aug 2008
    Location
    pangkalpinang
    Age
    17
    Posts
    683
    Rep Power
    0

    Pertama.. jangan pake baju heboh... Item atau putih cukup..
    kedua.. kasih amplop duit sedekah meninggal..
    ketiga.. ikut menyalami dan jangan lupa mengucapkan bela sungkawa/penghiburan.
    keempat.. duduk diam dan ngobrol pelan2 dan seadannya.
    kelima.. makan jangan rakus
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  11. untuk tradisi Chinese, jangan pakai baju berwarna merah.
    saya belum tau maknanya sih.
    Gereja seharusnya lebih berfokus pada individu, bukan program-programnya.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  12. Join Date
    Aug 2008
    Location
    pangkalpinang
    Age
    17
    Posts
    683
    Rep Power
    0

    merah itu lambang keberuntungan/kebahagiaan.

    jadi dianggap sangat tidak sopan kalau kita memakai warna itu di acara berkabung.

    selain itu dalam tradisi yang aku tahu(di bangka) berduka itu namanya thai hao. kita gak boleh makai baju cerah menyolok(merah, kuning, coklat, orange, biru, dsbnya) selainnya itu saat berduka semua benda dirumah yang berwarna diatas harus disingkirkan dulu sementara. Begitu...
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  13. Join Date
    Nov 2007
    Location
    earth
    Posts
    3,001
    Rep Power
    16

    Quote Originally Posted by caliFRAGi View Post
    untuk tradisi Chinese, jangan pakai baju berwarna merah.
    saya belum tau maknanya sih.
    bener tuh, bro
    nggak boleh pake merah di sikon tertentu akan tetapi ada suatu moment justru diharuskan pake merah terutama utk anggota keluarga, ada semacam upacara gitu deh

    kalo tamu pake merah sich dianggap nggak sopan mengingat org2 lagi berduka en baju merah melambangkan kesenangan ibaratnya dianggap tuh org seneng atas penderitaan org2 yg berduka itu

    en soal baju merah, bahkan yg mati pun nggak boleh dipakein baju merah
    liat aja tuh film2 setan chinese, setannya berbaju merah2 semua khan en penuh dendam, penasaran rohnya wakakakakakaka
    jadi jangan deh kasih mayat pake baju merah, ntar tau2 bangkit en jadi setan penasaran
    Whatever you give a woman, she will make greater, give her sperm she will make a baby, give her a house she will give you a home, give her groceries she will give you a meal, give her a smile she will give you her heart. She multiplies and enlarges what she is given. So if you give her any crap, be ready to receive a ton of SHIT.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  14. Jujur aja, saya dulu pernah menghadiri pemakaman yang "berbahagia". Anggota keluarganya tampak sekali menyembunyikan kesedihannya dan tersenyum sepanjang saya disana (mungkin wasiat mendiang).

    Tulisan berita duka yang di koran saja begini:

    BERITA SUKACITA: TELAH BERSATU DENGAN ALLAH DI SORGA.

    Dan hal itu tampaknya menginspirasi seorang dosen saya yang sudah sepuh. Dia berkata kalau nanti ia meninggal, dia pengennya diadakan misa syukur bukannya misa requiem.

    ----------------------------------------------------------------------

    Jadi kepikiran buat datang ke pemakaman dengan senyum lebar dan mata berbinar-binar lalu menjabat tangan ayah/ibu/suami/istrinya dengan semangat empat lima lalu berkata SELAMAT!! DIA SUDAH DAMAI DISISI BAPA
    Saint Augustine, Doctor, (died A.D. 430):
    [CENTER]"[B]No man can find salvation except in the Catholic Church.[/B] Outside the Catholic Church one can have everything except salvation. One can have honour, one can have the sacraments, one can sing alleluia, one can answer amen, one can have faith in the name of the Father and of the Son and of the Holy Ghost, and preach it too, but never can one find salvation except in the Catholic Church."[/CENTER]
    (Sermon to the People of Caesarea)
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  15. Quote Originally Posted by azuki View Post
    Jujur aja, saya dulu pernah menghadiri pemakaman yang "berbahagia". Anggota keluarganya tampak sekali menyembunyikan kesedihannya dan tersenyum sepanjang saya disana (mungkin wasiat mendiang).

    Tulisan berita duka yang di koran saja begini:

    BERITA SUKACITA: TELAH BERSATU DENGAN ALLAH DI SORGA.

    Dan hal itu tampaknya menginspirasi seorang dosen saya yang sudah sepuh. Dia berkata kalau nanti ia meninggal, dia pengennya diadakan misa syukur bukannya misa requiem.

    ----------------------------------------------------------------------

    Jadi kepikiran buat datang ke pemakaman dengan senyum lebar dan mata berbinar-binar lalu menjabat tangan ayah/ibu/suami/istrinya dengan semangat empat lima lalu berkata SELAMAT!! DIA SUDAH DAMAI DISISI BAPA
    Sebenarnya, semua misa adalah pujian dan syukur. Termasuk Misa Requiem.

    Di Misa Arwah, Lilin Paskah ditaruh di dekat jenazah yang adalah melambangkan Kristus yang bangkit dan hidup.

    Namun demikian, menurutku berlebihan jika judulnya: DIA SUDAH/TELAH BERSATU DENGAN BAPA DI SURGA.

    Karena menurutku tidak satu pun manusia yang bisa memastikan bahwa si almarhum sebegitu sempurnanya sehingga begitu meninggal langsung bersatu dengan Bapa di Surga.

    Konservatif dengan Requiescat in pace (semoga dia beristirahat dalam damai) menurutku adalah 'langkah teraman'. Setidaknya, disitu kita masih menunjukkan apa yang kita sering katakan: "PENGHARAPAN".

    Karena adanya 'pengharapan' inilah Misa Arwah diadakan. Jika sudah pasti di SURGA atau pasti di Neraka... itu tidak perlu lagi.
    ====

    Salam,
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  16. Join Date
    Feb 2005
    Location
    yogyakarta
    Age
    26
    Posts
    2,599
    Rep Power
    19

    klo ogud ni.....

    dateng clik...clik...clik

    trus pastinya ada kotak model kek kotak amal gitu masukin deh amplop.....

    trus nyalam2in saya turut berduka n sbgnya

    klo kenal bisa sampe kuburan, klo enggak ya dah liat yg koid duduk makan snack pulang

    beda agama ga ngurus emang mo ngpain di rumah duka ???
    It's gonna be another day with the sunshine -Jang Nara-


    fens buka toko di AP looo
    [url]http://www.akupercaya.com/forums/iklan-lainnya-beta/15250-jual-plastik-partai-besar.html[/url]
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  17. Join Date
    Jan 2006
    Location
    Hvar
    Posts
    12,799
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    31

    Quote Originally Posted by Medice_curateipsum View Post
    Namun demikian, menurutku berlebihan jika judulnya: DIA SUDAH/TELAH BERSATU DENGAN BAPA DI SURGA.

    Karena menurutku tidak satu pun manusia yang bisa memastikan bahwa si almarhum sebegitu sempurnanya sehingga begitu meninggal langsung bersatu dengan Bapa di Surga.

    Konservatif dengan Requiescat in pace (semoga dia beristirahat dalam damai) menurutku adalah 'langkah teraman'. Setidaknya, disitu kita masih menunjukkan apa yang kita sering katakan: "PENGHARAPAN".

    Karena adanya 'pengharapan' inilah Misa Arwah diadakan. Jika sudah pasti di SURGA atau pasti di Neraka... itu tidak perlu lagi.
    ====

    Salam,
    Requiescat in pace itu arti literalnya: Beristirahat dengan damai.

    Kalo pake kata 'semoga', harusnya ditambahin: Misericordiam requiescat in pace.

    Jadi kalo pake standar anda yang harus grammatically correct and perfectionist, yah "RIP" itu sebenarnya sama bobotnya dengan "Bersatu dengan Bapa". Kalo gak bersatu dengan Bapa, mana bisa beristirahat dengan damai, bukan begitu? Jadi RIP sebenarnya berlebihan juga. Kalo mau bener2 paling aman , jangan tulis requiescat in pace, tapi harus ditambahi misericordiam. Nah itu beneran deh aman banget, 100 % grammatically and theologically correct
    Last edited by PlainBread; 5th December 2009 at 12:29 AM.
    God is not the answer, He's an excuse - PlainBread
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  18. Quote Originally Posted by caliFRAGi View Post
    untuk tradisi Chinese, jangan pakai baju berwarna merah.
    saya belum tau maknanya sih.
    warna merah --> bahagia
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  19. Quote Originally Posted by PlainBread View Post
    Requiescat in pace itu arti literalnya: Beristirahat dengan damai.

    Kalo pake kata 'semoga', harusnya ditambahin: Misericordiam requiescat in pace.

    Jadi kalo pake standar anda yang harus grammatically correct and perfectionist, yah "RIP" itu sebenarnya sama bobotnya dengan "Bersatu dengan Bapa". Kalo gak bersatu dengan Bapa, mana bisa beristirahat dengan damai, bukan begitu? Jadi RIP sebenarnya berlebihan juga. Kalo mau bener2 paling aman , jangan tulis requiescat in pace, tapi harus ditambahi misericordiam. Nah itu beneran deh aman banget, 100 % grammatically and theologically correct
    Hm... "misericordia" sendiri artinya adalah: mercy, pity. bukan 'semoga'.

    Nanti saya akan buka lagi buku pelajaran Latin saya. (Puluhan tahun lalu saya mempelajarinya selama +/- 4 tahun; tapi sekarang nyaris lupa semua tak berbekas.)

    Sebagaimana Kata Benda dengan declinatio-nya, maka demikian pula dengan Kata Kerja Latin tidak terpisahkan dari conjugatio-nya. Seingat saya sampai ada 4 (kelompok Verb) conjugatio. (-are, -ere, ere, ire)

    Conjugatio sebuah kata kerja, tidak hanya menentukan subyek, dan tenses tetapi juga 'mood' .

    Jadi 'requiescat in pace' dalam latin artinya sama dengan 'may he/she/it rest in peace' dalam English.

    Bedanya, di Latin kata 'semoga/may' nya itu tidak perlu ada, karena 'requiescat' itu sendiri sudah mengartikan 'semoga dia beristirahat...' tidak mungkin diartikan lain.

    kalau gak salah, Inifinitivus dari kata 'requiescat' sendiri adalah 'requiescere' masuk ke kelompok conjugatio ke-2 (or 3?).

    Jadi 'requiescat' tidak diartikan 'dia beristirahat' (present, singularis, III, active) sebagaimana arti 'laborat' atau 'orat' (dia bekerja keras atau dia berdoa).

    Karena conjugatio 'laborare' & 'orare' berbeda dengan 'requiescere'.

    Again, kalau saya gak salah ingat..!

    ===

    Salam,
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  20. Join Date
    Aug 2008
    Location
    pangkalpinang
    Age
    17
    Posts
    683
    Rep Power
    0

    Dari rumah duka ke kuburan ke kamus bahasa latin. Hahaha back to topic..

    Gimana dgn om2 yang lain? Ada kesan pemakaman yang berkesan?
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

+ Reply to Thread
Page 1 of 2
1 2 LastLast

Similar Threads

  1. IMAN KRISTEN DAN KEDEWASAAN (Denny Teguh Sutandio)
    By Sola_Scriptura2007 in forum Ilmu Pengetahuan, Adat Istiadat dan Ajaran Kristen
    Replies: 5
    Last Post: 30th November 2008, 11:23 AM
  2. [cersil] Kho Ping Hoo Suling Naga
    By ben in forum Entertainment Talk
    Replies: 284
    Last Post: 27th February 2008, 11:22 PM
  3. [cersil] Kho Ping Hoo Suling Emas Naga Siluman
    By ben in forum Entertainment Talk
    Replies: 321
    Last Post: 4th February 2008, 01:24 AM
  4. Warga Rusak Rumah Ibadah
    By ubikan in forum Warung Kopi
    Replies: 21
    Last Post: 1st July 2005, 02:20 AM
  5. Gereja yang sebenarnya...
    By freeze_joe in forum Diskusi General
    Replies: 47
    Last Post: 12th March 2005, 09:13 AM

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts

Search Engine Friendly URLs by vBSEO 3.5.0 RC1 PL1