Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 

+ Reply to Thread
Page 1 of 7
1 2 3 4 5 6 7 LastLast
Results 1 to 20 of 130

Thread: Pertanyaan klasik dari saya

  1. Pertanyaan klasik dari saya

    Sewaktu ketika ketika saya berpacaran dengan seorang pelayan Tuhan, ia mengatakan
    "Untuk seorang Kristen, dia harus jadi pelayan gereja, membaca alkitab dan pergi ke gereja minimal 1x dalam 1 minggu."

    Kemudian saya bertanya balik
    "Kalau gua gak melakukan itu semua, apakah gua tidak selamat?"

    Dia terdiam, dan kemudian bilang
    "Saat ini gua gak ada jawabannya, tapi nanti kalau gua sudah dapat jawabannya, akan gua kasi tahu"

    Sampai hari ini, dia tidak bisa menjawab

    Sebagai catatan, saya adalah orang Kristen yang juga bukan Kristen karena:
    1. Baca alkitab sampe habis cuman 1x, pengetahuan alkitab saya 98% saya dapatkan dari khotbah, kesaksian dan debat serta renungan dari berbagai macam orang baik Kristen maupun non Kristen
    2. Gua dont care terhadap gereja, gua gak ada ikatan dengan gereja atau keharusan ke gereja. Gua pernah masuk gereja Katolik dan sebagainya.
    3. Gua dulu ada kerinduan menjadi pelayan, tapi karena suatu hal gua sekarang menolak menjadi pelayan gereja.


    Simple saja, saya punya jawaban versi saya sendiri, tapi jujur saja dari semua pelayan gereja (anak muda) yang aktif dan jemaat yang rajin baca alkitab dan ke gereja untuk pertanyaan ini jujur saya kurang puas. Bahkan ada pelayan yang berani intimidasi kalau saya tidak jadi pelayan gereja, maka saya PASTI masuk neraka. Luar biasaa sekali.

    Bagaimana dengan rekan-rekan AP?
    Apakah seseorang yang
    1. Tidak membaca alkitab tiap hari-nya
    2. TIdak ke gereja tiap minggunya
    3. Bukan pelayan Tuhan
    4. Tidak terikat dengan gereja manapun dan tidak keberatan masuk gereja sana sini
    5. Bergaul dengan teman-teman Budha, Atheis, Katolik, Islam ataupun orang dunia lebih banyak daripada bergaul dengan orang kristen
    Dapatkah dia SELAMAT?
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  2. Tambahan:
    6. Tidak dibaptis air maupun percik
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  3. mungkin bisa dijawab dengan rangkaian pertanyaan lainnya....lho hehehe

    sebuah pertanyaan yang sama klasiknya....
    "harus sebaik apa seseorang untuk bisa diselamatkan ?"

    yang kemudian menurut saya dijawab dengan pertanyaan lainnya....
    "apakah menjadi orang baik merupakan penyebab keselamatan (karena berbuat baik saya selamat), atau akibat dari keselamatan (karena saya diselamatkan maka saya mampu dan terdorong untuk berbuat baik) ?

    ketika kita meyakini bahwa Yesus adalah jalan keselamatan dan jalan satu-satunya adalah dengan percaya kepada-Nya, maka muncul pertanyaan yang lain :
    "saya sudah percaya Yesus...tetapi kenapa saya masih melakukan ini dan itu dan tidak melakukan ini dan itu yang "disarankan" Yesus ?"

    muncul pertanyaan yang lebih merupakan refleksi
    "sudahkah saya BERUSAHA untuk melakukan ini dan itu tetapi gagal?"

    dan muncul pertanyaan yang mengkhawatirkan :
    "Sudahkah saya diselamatkan ?"

    siklusnya kembali ke pertanyaan awal

    kita tidak bisa ngejudge orang kristen yang masih melakukan ini dan itu karena mungkin saja mereka sedang jatuh bangun berjuang melakukan perintah Tuhan... kita hanya bisa bertanya :
    "apakah saya sedang benar-benar berusaha menjadi seorang Kristen (bukan beragama kristen) ? "
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  4. Keselamatan adalah semata-mata anugerah, kasih karunia, pemberian yang cuma-cuma dari Tuhan. Keselamatan bukanlah usaha manusia untuk menggapainya. Segala usaha manusia untuk menggapai keselamatan adalah bagai kain kotor di hadapan Tuhan.

    Seseorang akan selamat kalau ia mau membuka hatinya, menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat-Nya. Implikasi dari seorang yang telah diselamatkan tentu saja kehidupannya akan berpadanan dengan keselamatan yagn telah diterimanya. Artinya sikap dan perbuatannya mencerminkan keselamatannya itu.

    Membaca Alkitab tiap hari dan ke gereja sekali seminggu itu adalah merupakan upaya untuk semakin dekat dengan Tuhan. Semakin dekat dengan Tuhan, berarti semakin kita mengenal kehendak Tuhan. Semakin kita mengenal kehendak Tuhan, berarti semakin kita melakukan kehendak Tuhan. Semakin kita melakukan kehendak Tuhan, berarti semakin kita menyenangkan hati Tuhan. Menyenangkan hati Tuhan itulah tujuan hidup kita, tujuan kita diciptakan.

    Tertanam di suatu gereja lokal tertentu merupakan suatu upaya untuk bertumbuh lebih lagi dalam Tuhan. Tidak bisa dipungkiri bahwa gereja lokal memiliki berbagai tata cara dan doktrin-doktrin yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tertanam di suatu gereja lokal tertentu yang memang cocok untuk Anda itu menjadi penting. Kalau setiap minggu Anda pergi ke gereja yang berbeda-beda, perbedaan doktrin yang tiap minggu diterima mungkin dapat menyebabkan Anda malah jadi sulit bertumbuh.

    Dibabtis itu merupakan pernyataan hati yang beralih dari kehidupan lama dan masuk ke dalam kehidupan baru. Kalau memang Anda sudah menerima Kristus, ya tidak ada salahnya untuk memberi diri dibabtis sebagai bentuk hati meninggalkan kehidupan lama dan hidup yang baru. Apalagi Tuhan Yesus sendiri pun memberi diri untuk dibabtis oleh Yohanes Pembabtis di Sungai Yordan, padahal Ia adalah Tuhan.

    Menjadi pelayan gereja ini merupakan bentuk hati yang mau melayani saja, sebagai ekspresi hati yang telah diselamatkan. Kalau memang terpanggil untuk melayani di gereja, ini baik sekali. Sementara itu, tidak kalah baiknya panggilan untuk melayani secara luas di lingkungan sekolah, pekerjaan, bisnis, dan pergaulan sehari-hari. Jadi melayani bukan hanya di gereja saja, tetapi juga di luar gereja.

    Bergaul dengan orang yang berbeda agama itu baik sekali. Dengan bergaul dengan orang yang berbeda agama, diharapkan mereka bisa melihat terang Kristus di dalam Anda dan bisa tertarik untuk memiliki terang yang sama. Hanya saja jika teman-teman yang berbeda agama ini memberikan pengaruh buruk, tentu saja Anda perlu memiliki teman-teman seiman yang bisa menjaga Anda dari pengaruh tersebut sehingga yang terjadi itu Anda mempengaruhi mereka dan bukan sebaliknya.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  5. @ bahamutzero

    Ahh, i like your style
    I wanna be a billionaire so fricking bad
    Buy all of the things I never had
    Uh, I wanna be on the cover of Forbes magazine
    Smiling next to Oprah and the Queen
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  6. Quote Originally Posted by glorify View Post
    mungkin bisa dijawab dengan rangkaian pertanyaan lainnya....lho hehehe

    sebuah pertanyaan yang sama klasiknya....
    "harus sebaik apa seseorang untuk bisa diselamatkan ?"

    yang kemudian menurut saya dijawab dengan pertanyaan lainnya....
    "apakah menjadi orang baik merupakan penyebab keselamatan (karena berbuat baik saya selamat), atau akibat dari keselamatan (karena saya diselamatkan maka saya mampu dan terdorong untuk berbuat baik) ?

    ketika kita meyakini bahwa Yesus adalah jalan keselamatan dan jalan satu-satunya adalah dengan percaya kepada-Nya, maka muncul pertanyaan yang lain :
    "saya sudah percaya Yesus...tetapi kenapa saya masih melakukan ini dan itu dan tidak melakukan ini dan itu yang "disarankan" Yesus ?"

    muncul pertanyaan yang lebih merupakan refleksi
    "sudahkah saya BERUSAHA untuk melakukan ini dan itu tetapi gagal?"

    dan muncul pertanyaan yang mengkhawatirkan :
    "Sudahkah saya diselamatkan ?"

    siklusnya kembali ke pertanyaan awal

    kita tidak bisa ngejudge orang kristen yang masih melakukan ini dan itu karena mungkin saja mereka sedang jatuh bangun berjuang melakukan perintah Tuhan... kita hanya bisa bertanya :
    "apakah saya sedang benar-benar berusaha menjadi seorang Kristen (bukan beragama kristen) ? "
    Yep, banyak yang sudah menjawab seperti ini. Dan sekali lagi berarti Anda tidak dapat menjawab kan? hehehe....

    Quote Originally Posted by archaengela80 View Post
    Keselamatan adalah semata-mata anugerah, kasih karunia, pemberian yang cuma-cuma dari Tuhan. Keselamatan bukanlah usaha manusia untuk menggapainya. Segala usaha manusia untuk menggapai keselamatan adalah bagai kain kotor di hadapan Tuhan.

    Seseorang akan selamat kalau ia mau membuka hatinya, menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat-Nya. Implikasi dari seorang yang telah diselamatkan tentu saja kehidupannya akan berpadanan dengan keselamatan yagn telah diterimanya. Artinya sikap dan perbuatannya mencerminkan keselamatannya itu.

    Membaca Alkitab tiap hari dan ke gereja sekali seminggu itu adalah merupakan upaya untuk semakin dekat dengan Tuhan. Semakin dekat dengan Tuhan, berarti semakin kita mengenal kehendak Tuhan. Semakin kita mengenal kehendak Tuhan, berarti semakin kita melakukan kehendak Tuhan. Semakin kita melakukan kehendak Tuhan, berarti semakin kita menyenangkan hati Tuhan. Menyenangkan hati Tuhan itulah tujuan hidup kita, tujuan kita diciptakan.

    Tertanam di suatu gereja lokal tertentu merupakan suatu upaya untuk bertumbuh lebih lagi dalam Tuhan. Tidak bisa dipungkiri bahwa gereja lokal memiliki berbagai tata cara dan doktrin-doktrin yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tertanam di suatu gereja lokal tertentu yang memang cocok untuk Anda itu menjadi penting. Kalau setiap minggu Anda pergi ke gereja yang berbeda-beda, perbedaan doktrin yang tiap minggu diterima mungkin dapat menyebabkan Anda malah jadi sulit bertumbuh.

    Dibabtis itu merupakan pernyataan hati yang beralih dari kehidupan lama dan masuk ke dalam kehidupan baru. Kalau memang Anda sudah menerima Kristus, ya tidak ada salahnya untuk memberi diri dibabtis sebagai bentuk hati meninggalkan kehidupan lama dan hidup yang baru. Apalagi Tuhan Yesus sendiri pun memberi diri untuk dibabtis oleh Yohanes Pembabtis di Sungai Yordan, padahal Ia adalah Tuhan.

    Menjadi pelayan gereja ini merupakan bentuk hati yang mau melayani saja, sebagai ekspresi hati yang telah diselamatkan. Kalau memang terpanggil untuk melayani di gereja, ini baik sekali. Sementara itu, tidak kalah baiknya panggilan untuk melayani secara luas di lingkungan sekolah, pekerjaan, bisnis, dan pergaulan sehari-hari. Jadi melayani bukan hanya di gereja saja, tetapi juga di luar gereja.

    Bergaul dengan orang yang berbeda agama itu baik sekali. Dengan bergaul dengan orang yang berbeda agama, diharapkan mereka bisa melihat terang Kristus di dalam Anda dan bisa tertarik untuk memiliki terang yang sama. Hanya saja jika teman-teman yang berbeda agama ini memberikan pengaruh buruk, tentu saja Anda perlu memiliki teman-teman seiman yang bisa menjaga Anda dari pengaruh tersebut sehingga yang terjadi itu Anda mempengaruhi mereka dan bukan sebaliknya.
    Terima kasih atas masukannya dan saya terima baik sekali. Akan tetapi tetap saja tidak menjawab pertanyaan saya. Mungkin akan saya pertegas pernyataan saya.

    Saya tidak ada keinginin melayani dan tidak ada keinginan untuk menarik teman-teman saya ke Kristen. Saya ke gereja sana sini dan ada seorang pendeta khotbah persis dengan yang Anda bilang, tapi bertumbuh itu maksudnya bertumbuh yang bagaimana?

    Dan akhirnya kembali ke pertanyaan saya: Selamatkah saya? atau mungkin bisa selamatkah saya karena jujur saya tidak ada keinginan untuk berubah
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  7. Join Date
    Feb 2007
    Location
    N'gri s'brang
    Age
    43
    Posts
    521
    Rep Power
    0

    Cukup dengan iman percaya kepada Yesus kita selamat. Tapi kerjakan keselamatan itu, agar kita tidak didapati miskin (tanpa buah), karena itu menentukan tingkatan kita di surga nanti (ada yg tinggal di pinggiran, tapi ada yg jadi raja muda Wah 3:21). Hidup adalah investasi untuk kekekalan, jangan sia2kan.

    Baca Fil 2:12, 1Kor 3:15, Luk 13:9

    Dan untuk berbuah kita harus:
    Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

    Bagaimana agar kita dalam Dia, dan Dia dalam kita? Bergaul intim dengannya, bagaimana bergaul? Berdoa, menyembah, baca firman, jadi pelaku firman. Sehingga Dia menjadi raja atas segala aspek dalam hidup kita. Selanjutnya kita akan diberi mandat, mandat ini yg selanjutnya menentukan buah pelayanan kita.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  8. Join Date
    Aug 2006
    Location
    Between Venus and Mars
    Posts
    3,338
    Rep Power
    16

    Kalau pertanyaannya 'selamat' atau nggak, jawabannya di akherat bos

    Suka2 yg punya rumah
    [SIZE="2"]Transformation doesn't happen unless your willing; it's your choice
    (Oprah Winfrey)[/SIZE]
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  9. Yep, banyak yang sudah menjawab seperti ini. Dan sekali lagi berarti Anda tidak dapat menjawab kan? hehehe....
    jawabannya kan refleksi di pertanyaan paling akhir bro...hehe
    sebenarnya ini lebih merupakan renungan untuk bisa mendapatkan jawaban dari diri kamu sendiri
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  10. Quote Originally Posted by Sahi View Post
    Cukup dengan iman percaya kepada Yesus kita selamat. Tapi kerjakan keselamatan itu, agar kita tidak didapati miskin (tanpa buah), karena itu menentukan tingkatan kita di surga nanti (ada yg tinggal di pinggiran, tapi ada yg jadi raja muda Wah 3:21). Hidup adalah investasi untuk kekekalan, jangan sia2kan.

    Baca Fil 2:12, 1Kor 3:15, Luk 13:9

    Dan untuk berbuah kita harus:
    Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

    Bagaimana agar kita dalam Dia, dan Dia dalam kita? Bergaul intim dengannya, bagaimana bergaul? Berdoa, menyembah, baca firman, jadi pelaku firman. Sehingga Dia menjadi raja atas segala aspek dalam hidup kita. Selanjutnya kita akan diberi mandat, mandat ini yg selanjutnya menentukan buah pelayanan kita.
    sebentar, bisa kasi ayat-ayat nya kalau di surga ada tingkatan? Sudah gua baca wah 3:21 sepertinya tidak ada menyenggol mengenai itu?
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  11. Quote Originally Posted by LieL View Post
    Kalau pertanyaannya 'selamat' atau nggak, jawabannya di akherat bos

    Suka2 yg punya rumah
    Haha, jujur hal ini mengganjal hati gua sejak lama karena jujur saja yah waktu kuliah sering mendapatkan "intimidasi" secara halus atau mungkin tepat ditakut2i hehe. Makanya gua tertarik mencari jawabannya.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  12. Join Date
    Aug 2008
    Location
    pangkalpinang
    Age
    17
    Posts
    683
    Rep Power
    0

    Lah kok mirip dengan aku? Aku emang udah pegang denominasi aku sendiri, tapi yang pasti aku masih marathon ke gereja mana aja, masih lom baptis, baca alkitab susah(karna harusnya gak pk LAI).

    Nah tapi dibalik semua itu aku percaya, Tuhan yang aku percaya itu bukan Tuhan yang diam. Tapi karna Dia disamping aku, aku akan selamat.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  13. Join Date
    Aug 2006
    Location
    Between Venus and Mars
    Posts
    3,338
    Rep Power
    16

    Pertanyaan kaya gini mah nanti ujung2nya ke Predestinasi. Yang harus selamat ya akan selamat, kalau emang ga selamat ya uda nasib. Bingung? Cari aja thread Predestinasi, ada pembahasan dari pakar 'savedbygrace' huehehehe
    [SIZE="2"]Transformation doesn't happen unless your willing; it's your choice
    (Oprah Winfrey)[/SIZE]
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  14. Bagaimana dengan rekan-rekan AP?
    Apakah seseorang yang
    1. Tidak membaca alkitab tiap hari-nya
    2. TIdak ke gereja tiap minggunya
    3. Bukan pelayan Tuhan
    4. Tidak terikat dengan gereja manapun dan tidak keberatan masuk gereja sana sini
    5. Bergaul dengan teman-teman Budha, Atheis, Katolik, Islam ataupun orang dunia lebih banyak daripada bergaul dengan orang kristen
    Dapatkah dia SELAMAT?[/QUOTE]

    weleh2 itu gua banget *gaya.jakarta*
    walau i masuk semua kategory di atas, itu semua karena i sibuk buk dan cape cape bukan tidak mau menetap di satu gereja, pelayanan gereja etc..tenang saja segala sesuatu ada saatnya dan semua orang punya jalan masing2 so jgn menjudge krn Tuhan selalu melihat hati dan He works in misterious way, Dia kreatif dan kita semua punya posisi masing2 dalam pekerjaan Tuhan. Mungkin posisi i saat ini lebih byk menjadi terang di kantor, or di sekolah or di keluarga sbg anak dan sister, bukan berarti i ga melayani

    So, i super pede bahwa i selamat tuh hehe...

    a Stranger in the World

    visit me [I][url]www.ifera.blogspot.com[/url] [/I] hhihii narsis.com
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  15. Quote Originally Posted by hermi0717 View Post
    Lah kok mirip dengan aku? Aku emang udah pegang denominasi aku sendiri, tapi yang pasti aku masih marathon ke gereja mana aja, masih lom baptis, baca alkitab susah(karna harusnya gak pk LAI).

    Nah tapi dibalik semua itu aku percaya, Tuhan yang aku percaya itu bukan Tuhan yang diam. Tapi karna Dia disamping aku, aku akan selamat.
    Jujur, dulu sekali gua ada kerinduan untuk melayani. Tapi karena intimidasi dari pelayan gereja yang aktif, jujur saja gua malah takut menjadi sama seperti dia. Seperti seseorang yang exclusif dari Tuhan (bukannya menghina seh, tapi yah seperti itu kenyataannya). Dulu seh kecewa, tapi sekarang gua bisa mikir normal.

    Untungnya jadi orang neutral seperti kita, hermi. Kita bisa mencerna semua yang masuk ke pikiran kita tanpa ada filter Doktrin Gereja (eits, itu sesat atau salah) atau yang sesat2 malah masuk lebih gampang wakakaka.

    Kenapa pertanyaan ini gua ajukan disini? Karena jujur saja banyak pendeta2 yang menghubung2kan pertanyaan gua ini dengan keselamatan. Yang paling parah dihubungkan dengan perpuluhan.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  16. Quote Originally Posted by bahamutzero View Post
    Sewaktu ketika ketika saya berpacaran dengan seorang pelayan Tuhan, ia mengatakan
    "Untuk seorang Kristen, dia harus jadi pelayan gereja, membaca alkitab dan pergi ke gereja minimal 1x dalam 1 minggu."

    Kemudian saya bertanya balik
    "Kalau gua gak melakukan itu semua, apakah gua tidak selamat?"

    Dia terdiam, dan kemudian bilang
    "Saat ini gua gak ada jawabannya, tapi nanti kalau gua sudah dapat jawabannya, akan gua kasi tahu"

    Sampai hari ini, dia tidak bisa menjawab
    Makanya jangan pacaran dengan pelayan (tuhan) bro...pelayan mah ngak tau apa2..pasti jawabannya,"gue tanya tuan dulu" hehehehehe

    Quote Originally Posted by bahamutzero View Post
    Sebagai catatan, saya adalah orang Kristen yang juga bukan Kristen karena:
    1. Baca alkitab sampe habis cuman 1x, pengetahuan alkitab saya 98% saya dapatkan dari khotbah, kesaksian dan debat serta renungan dari berbagai macam orang baik Kristen maupun non Kristen
    2. Gua dont care terhadap gereja, gua gak ada ikatan dengan gereja atau keharusan ke gereja. Gua pernah masuk gereja Katolik dan sebagainya.
    3. Gua dulu ada kerinduan menjadi pelayan, tapi karena suatu hal gua sekarang menolak menjadi pelayan gereja.


    Simple saja, saya punya jawaban versi saya sendiri, tapi jujur saja dari semua pelayan gereja (anak muda) yang aktif dan jemaat yang rajin baca alkitab dan ke gereja untuk pertanyaan ini jujur saya kurang puas. Bahkan ada pelayan yang berani intimidasi kalau saya tidak jadi pelayan gereja, maka saya PASTI masuk neraka. Luar biasaa sekali.

    Bagaimana dengan rekan-rekan AP?
    Apakah seseorang yang
    1. Tidak membaca alkitab tiap hari-nya
    2. TIdak ke gereja tiap minggunya
    3. Bukan pelayan Tuhan
    4. Tidak terikat dengan gereja manapun dan tidak keberatan masuk gereja sana sini
    5. Bergaul dengan teman-teman Budha, Atheis, Katolik, Islam ataupun orang dunia lebih banyak daripada bergaul dengan orang kristen
    Dapatkah dia SELAMAT?
    - Mending lue donk sudah pernah baca Alkitab tamat walau 1x...deja malah belum tamat2,,,malah muter2 7 keliling
    - Dan deja juga bukan pelayan Tuhan, karena pelayan Tuhan yg deja liat digereja2 sekarang kebanyakan lebih tepat disebut BOSSnya Tuhan..hal itu sangat memuakkan.
    - Tapi tiap minggu pasti ke gereja , jujur sich bukan karena deja rajin tapi (karena) ngantar doi and biar pulangnya bisa kencan
    - And gereja deja juga Nomaden (istilahnya Step Ed )
    - Trus...deja ngak suka berteman atas dasar kesamaan agama...haiyaaa jaman gene masih berpikiran mengelompokkan diri dalam pergaulan??apa kata tukang pajak?eh dunia?
    - Kalo baptis mah sudah atuh...abiz dulu pengen lahir baru...biar ngak berdosa lagi TAPI...tetap aja deja berbuat dosa..haiyaaa manusia2...sancai sancai.. karena bukan apa yang baik yg aku perbuat tapi apa yg jahat, itulah yg kuperbuat hehehe

    Jadi kalo ditanya : apakah deja akan selamat?? (jawabannya ada di Alkitab >>> darah Yesus)
    Tapi kalo ditanya secara manusia yang lemah ini maka Deja ngak akan jawab pasti atau tidak..ntar kalo terlalu pede malah kepeleset..berabeh.
    Yang jelas tiap detik, deja memperbarui diri..jika marah maka sebisa mungkin jangan berbuat dosa, jika sudah berbuat dosa cepat2 minta maaf/tapi kalo gengsi yaaaa minta maaf ke atas sono aja, beres

    Kesimpulannya???dari jawaban deja kayaknya bahamutzero lebih afdol masuk surga deh ketimbang deja
    KTA group.... Kredit Tanpa Angsuran
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  17. Hmm, tampaknya sudah saat nya kita bikin denom baru

    Bayangkan uang yang bisa kita dapat

    uhuk uhuk
    I wanna be a billionaire so fricking bad
    Buy all of the things I never had
    Uh, I wanna be on the cover of Forbes magazine
    Smiling next to Oprah and the Queen
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  18. Thx atas pendapat rekan2.

    Tapi memang pertanyaan satu ini sangat sulit....

    Dapatkah dia selamat? Atau ada kesempatankah dia selamat?

    Kelihatannya beberapa orang berpendapat kalau orang seperti saya masih bisa selamat. Thx atas doa-nya yah hehe.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  19. Quote Originally Posted by bahamutzero View Post
    Thx atas pendapat rekan2.


    Kelihatannya beberapa orang berpendapat kalau orang seperti saya masih bisa selamat. Thx atas doa-nya yah hehe.
    Selamat...anda masuk dalam daftar warga kerajaan sorga...jangan lupa bayar perpuluhan
    KTA group.... Kredit Tanpa Angsuran
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  20. Quote Originally Posted by DEJAVUMANOWAR View Post
    Selamat...anda masuk dalam daftar warga kerajaan sorga...jangan lupa bayar perpuluhan
    Nah ini buntut2nya gak enak hahaha
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

+ Reply to Thread
Page 1 of 7
1 2 3 4 5 6 7 LastLast

Similar Threads

  1. Derita Jim Caviezel dalam Peran "the Passion of Christ"
    By georgeousgal in forum Kesaksian
    Replies: 33
    Last Post: 13th February 2009, 07:35 PM
  2. pertobatan dari seorang teman
    By sianni in forum Kesaksian
    Replies: 4
    Last Post: 28th September 2007, 04:21 PM
  3. Kesaksian mantan peramal dan ahli Hong Sui
    By myBabs in forum Kesaksian
    Replies: 34
    Last Post: 10th May 2007, 04:54 PM
  4. Replies: 7
    Last Post: 5th July 2006, 12:53 AM
  5. Check this out Bro n Sis
    By Mario in forum Kesaksian
    Replies: 1
    Last Post: 4th July 2006, 06:25 PM

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts

Search Engine Friendly URLs by vBSEO 3.5.0 RC1 PL1