gereja yang seperti itu ada juga yahh?
Teman-teman, kisah berikut ini muuca dapet dari milis...
Bisa jadi bahan renungan...
GBU all
............
GEREJA KEHILANGAN KEMULIAAN ALLAH
Sebuah keluarga perantau dari luar pulau datang kekota Malang untuk mengadu nasib.Bapak,isteri,2 anak perempuannya yang masih kecil-kecil, dan 1 anak laki-laki berumur enam bulan.Bapak ini sangat sayang sekali kepada anak laki-lakinya karena sang bapak sangat mendambakannya.Bapak ini mengayuh becak dan kerja serabutan untuk menghidupi keluarganya sedangkan sang isteri bekerja seadanya.Kos-kosan kecil, disanalah mereka tinggal.Mereka belum menemukan sebuah gereja untuk beribadah karena mereka baru tinggal di kota Malang.
Suatu hari anak kesayangannya jatuh sakit si bayi perlu pertolongan, dokter.tapi apa daya uang tak ada.Teman-teman pengayuh becak menarik sumbangan untuk diberikan kepada bapak ini,tetapi belumlah cukup.Bapak ini mencari gereja untuk mencari pertolongan tetapi gereja tidak ada yang memberi KARENA BUKAN JEMAATNYA.Akhirnya anak kesayangannya tidak tertolong, meninggal. Bapak ini menangis sejadi-jadinya. bapak ini datang kedua kalinya ke gereja-gereja agar diberikan perlindungan dan dapat mengurus kematian anaknya karena sang bapak tidak punya uang untuk beli tanah kuburan serta peti mati.Sekali lagi gereja menolak untuk menolong dengan alasan BUKAN JEMAATNYA.Dengan menangis dan memeluk anaknya yang meninggal, dibalutnya bayi kesayangannya itu dengan kain selendang.Menangislah seisi rumah itu, anak-anak perempuannya yang masih kecil saling bergantian mencium sang adik yang sudah meninggal.Diajaklah seisi rumah oleh bapak dengan mengayuh becak pergi kesuatu tempat karena bapak ini berfikir hanya tempat itulah sang anak dapat dikuburkan tanpa mengeluarkan biaya.
Dengan menangis sang bapak mengayuh becaknya, mata sang isteri tampak sembab karena terlalu banyak menangis, sedangkan kedua anaknya memegangi kain yang membungkus sang adik.Sampailah mereka pada suatu tempat dengan angin yang berhembus seolah-olah mengiringi anak kesayangannya.Mereka saling menciumi sang bayi.Satu persatu bercucuran air mata dan berkata SELAMAT JALAN ANAKKU SAYANG...SELAMAT JALAN ADIKKU...Sekali lagi dibungkusnya bayi yang telah tiada itu dibungkus rapat dengan kain....dan...mereka....BERDOA dan MENANGIS.Diambilnyalah sebuah batu dan diikatkan kepada bayi itu dan ditenggelamkan diLAUTAN.
Mengapa tiada gereja yang mau menolong? saya hanya berkata ini gereja telah KEHILANGAN KEMULIAAN ALLAH.Tuhan berfrman dalam Injil Matius
25:41-43
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya:
Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk iblis dan malaikat-malaikatnya
25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
Kisah ini benar-benar nyata.Satu pertanyaan dimanakah posisi kita sebagai gereja?
BUKAN HANYA GEREJA,SETIAP PRIBADI JADILAH BERKAT BUAT ORANG LAIN.
GBU.

gereja yang seperti itu ada juga yahh?
Hhhhhmmmm...
Akhir jaman emang udah deket...
Harus siap2...
Coba suatu saat nanti greja2 pada kaya gitu...
Jadinya kaya gimana yach???
Susah bayanginnya...
![]()

wah kasian bnr ya..bnr jg kl semua greja ky gitu gmn ya?
cm mw nolong jemaatnya aja..![]()
Yach emang Gereja seperti itu ada dan banyak, mereka melupakan apa arti dari gereja dan fungsi dari dari gereja serta melupakan apa itu KE KRISTENAN.
Ingat kawan batu sandungan orang kristen bukan dari saudara kita yang belum mengenal arti keselamatan, tapi justru dari dalam lingkungan kita sendiri
melengkapi renungan muuca....
bila ditinjau hanya dari sudut pandang si bapak pengemudi becak, gereja2 seperti itu memang terkesan sadis tenan. tapi, bila ditinjau dari sudut pandang si tertuduh (baca: 'segelintir' gereja), fenomena2 ini mungkin bisa dijelaskan untuk selanjutnya diverify lebih dalam.
ada dua penjelasan yang mungkin menjadi alasan 'segelintir' gereja ini untuk tidak membantu si bapak:
[1]
ada kemungkinan bahwa gereja2 tersebut memang tidak mempunyai dana lagi karena dana mereka sudah habis dipakai untuk menolong orang2 lain (yang kebetulan mungkin adalah jemaat mereka). hal ini sangat make sense dan very common bagi lembaga2 yang bergerak di bidang kemanusiaan. sampai titik tertentu, mereka harus memilih jenis2 kasus atau bahkan jenis2 orang yang hendak ditolong simply karena masalah keterbatasan resource (dana, tenaga, dsb).
[2]
ada kecenderungan umum bawa pihak yang membutuhkan pertolongan menggantungkan dirinya sepenuhnya kepada si penolong dan memperlakukan si penolong dengan sikap anak manja, yang bila keinginan nya tidak terpenuhi, maka daripada dia berusaha sendiri, dia malah akan menteror si penolong. kecenderungan ini banyak ditemui di daerah2 yang tertimpa bencana (note: saya sendiri melihat langsung contohnya di kasus korban bom bali).
gejala kecenderungan ini sedikit terlihat di kasus si bapak pengemudi becak, dimana sebelum kejadian buruk menimpa dia, dia terkesan tidak mempedulikan gereja. setelah musibah terjadi, dia panik dan mencari pertolongan dan bertanya2 kenapa gereja tidak peduli dsb. walau gejalanya baru minor, tapi kemungkinan besar arah2nya akan mengarah ke situ.
---
saya mengerti bahwa apa yang saya tulis ini tidak enak buat dibaca oleh si bapak. tapi, untuk melihat satu perkara haruslah dari dua sisi. kalau mau diseriusin, mari diverify dan digali lebih dalam dulu fakta2 nya, dengan begitu, renungan ini akan menjadi lebih membumi, nyata, dan applicable.
(note: kalau nanti terbukti bahwa segelintir gereja2 itu ternyata membelanjakan duitnya untuk hal2 yang lebih kurang bermanfaat daripada menolong si bapak, barulah kita bebas menghujat mereka. saya sendiri akan melempar batu pertama, hehehehehe)
shallom![]()
Last edited by supernis; 10th April 2008 at 07:02 AM.
Aku pribadi setuju dengan apa yang dikatakan oleh om supernis di atas.Originally Posted by supernis
3. Dan ada kemungkinan yang lainnya yang mungkin sekarang ini banyak terjadi di masyarakat. Banyak orang datang minta sumbangan dengan alasan keluarga mereka sakit, keluarga mereka membutuhkan, etc etc, tetapi kenyataannya uangnya mereka hambur-hamburkan. Terkadang hal ini menjadi salah satu pokok pemikiran sang gereja untuk tidak memberi. Bukankah lebih baik uangnya diberikan kepada jemaat sendiri yang memang membutuhkan ?
Terkadang banyak orang berpikiran, selama kita berlebelkan 'Kristen' maka gereja harus menolong jika di mintai tolong, dan untuk itulah sebuah gereja di bangun.
Don't just say I am capable doing what He asks, but just do it without saying anything. Actions speak louder than words !
Saya juga setuju dengan SUPERNIS..... kadang sukar juga menjadi pihak gereja.... kalau semua orang berpikir bahwa gereja itu kerjanya adalah tempat sumbangan......Terus semuanya setiap ada masalah minta duit ke gereja ???? Gereja mau hidup dengan apa ????? Uangnya buat misi dan gereja sendiri mana ada ?????? Mungkin tidak sesadis yang tertulis diatas..... biasanya gereja ikut menyumbang walaupun jumlahnya tidak besarr.... dan untuk urusan pemakaman..... kenapa tidak dibakar saja ????? ada kasus yang sama di gereja juga.... ya akhirnya pilih dibakar saja.... tanah kan mahal...Originally Posted by supernis
Sewaktu Squall dilahirkan, Squall menangis sedangkan orang sekeliling Squall tersenyum, maka Squall berjanji akan hidup sedemikian rupa sehingga ketika Squall meninggal, hanya Squall yg tersenyum sedangkan orang di sekeliling Squall akan menangis...!!



*sigh* Imo, jika kita terlalu banyak menimbang2 ttg bgmana uang yg akan kita beri kpd org2 laen yg membutuhkan itu - akan dikelolakan oleh mrk..
akankah benar2 dipakai utk kebutuhan mrk,
akankah uang itu malah di hambur2kan,
akankah uang itu membuat mrk menjadi bergantung kpd kita dll,
maka sebagian besar .. kita akan cenderung TIDAK JADI untuk memberi.
Kalau aku melihatnya, mengapa kita tdk belajar utk membawa semua permintaan tolong itu ke Tuhan, dan belajar utk mendengar.. apa keputusan Tuhan utk setiap permintaan tolong tsb. Kalau Tuhan bilang "beri", maka kita memberi. Sebaliknya, jika kita mendengar Tuhan bilang "jgn diberi", jgn takut utk mengatakan "tidak" kepada permintaan tolong tsb.
Utk permasalahan yg diatas itu, ada beberapa hal yg sedikit bikin aku binun & sedih. Katakanlaah, memang dana gereja dah gak ada lagi utk membantu bapak tsb, tp apa salahnya kalau bantuan itu didatangkan dr kumpulan dana dr kocek2 jemaatnya langsung? Even temen2 sang bapak yg adalah tukang2 becak juga, mengerti akan hal ini dan mrk langsung melakukannya utk sang bapak. Bagaimana dgn kita yg disebut murid2 Kristus? Napa harus dibatasi dgn tembok gereja? Padahal si bapak pun juga anak Tuhan. Thus, dia itu adalah bait Tuhan, gereja itu sendiri. Coba yaa, kalau kita tinjau kemungkinan skenario yg lain dr akhir cerita ini; gereja dgn senang hati menolong, ada kemungkinan bayi itu di selamatkan. Even ketika tdk terselamatkan juga, tp bantuan telah diberikan.. maka org2 laen di sekitar bapak ini jg bisa melihat.. tindakan kasih dr anak2 Tuhan buat keluarga sang bapak ini. Dan ada kemungkinan, itu dpt menjadi bibit bagi mereka utk mengenal dan percaya kpd Tuhan Yesus Kristus pada akhirnya.
Matthew 5 (NKJV)
16 Let your light so shine before men, that they may see your good works and glorify your Father in heaven.
Proverbs 19 (NKJV)
17 He who has pity on the poor lends to the LORD,
And He will pay back what he has given.
[SIZE="1"]I’ve noticed this over my journey, those who are most settled in God’s truth feel no compulsion to conform others to it. They know truth has a power all its own and that a generosity of spirit will open people to it faster than bashing them with their opinion ever will.
WAYNE JACOBSEN[/SIZE]
Inilah contoh mental Kristen pengemis. Yang bisanya hanya meminta belas kasihan dari orang lain.
Kekristenan bukan berbicara “meminta” tapi berbicara “memberi”.
Saat seseorang “meminta” dia bukanlah Kristen, dan saat seseorang/organisasi yg mengaku Kristen tidak memberi, dia juga bukan Kristen.
Kedua pihak yg dicontohkan diatas tidak ada satupun yg mencerminkan kristen, jadi tidak ada hubungannya dengan yang namanya kehilangan kemuliaan Allah.
Berita dari milis mah gue jarang percaya, walau pake ayat2 alkitab sekali pun.
God is not the answer, He's an excuse - PlainBread
he he he gimana kalo kisah ini awalnya dari AP trus disebarin ke t4 lain... bisa jadi yang lain jg bilang gt
btw lepas bener ato tidaknya kisah di atas, itu buat direnungin
mmg kan masa2 ini kasih orang makin pudar
but memang kita harus melihat gak cuma dari satu sisi.
Pengalaman muuca sendiri, pernah bantuin kenalan muuca yang kesulitan ekonomi.
Permintaan pertama, kedua, dan ketiga, muuca masih bantuin, but kemudian muuca liat kl kenalan muuca ini jadi aneh... Sering minta uang ke muuca n teman2 yang muuca kenalin ke dia. So akhirnya muuca bilang tidak ke dia. Ya liat2 kondisi![]()
Kayanya ini cerita bukan true story...(feeling gw sih).
Klo emang ini kisah nyata ada 2 kemungkinan:
1. Bapak ini meminta pertolongan ke gereja yang salah,dimana kondisi gerejanya sendiri ga memung-
kinkan untuk memberi bantuan.
Mungkin kebanyakan jemaatnya dari kalangan yang kurang mampu / sederhana.
2. Klo bapak ini sudah memiliki 1 pekerjaan dan komunitas (kalangan penarik becak) artinya dia juga
sebenernya udah bisa mencari 1 tempat ibadah dalam rentang waktu sekian.
ini bukan soal gereja mau kasi bantuan ato engga kepada orang asing,tapi pointnya bahwa bapak
ini tidak mengutamakan mencari rumah Tuhan terlebih dahulu,jika mencari pekerjaan bisa,mencari
tempat tinggal juga bisa,knapa mencari grejanya telat,saat dia membutuhkan ertolongan baru ada
usaha mencari gereja,hal ini tidak masuk akal.
3. Katakan hal yang terburuknya bahwa kisah ini benar2 terjadi,aq ga yakin klo ada gereja yang
bener2 lepas tangan,kecuali seperti yang aq jabarin di no.1 bahwa tidak memungkinkan mereka
memberi karena merekapun dalam keadaan kekurangan.
Knapa aq katakan bahwa gereja ga munkin lepas tangan,hal ini karena dari ajaran gerejalah,
kita dilatih memberi dari saat kita kecil hingga kita dewasa,jadi memberi sudah menjadi gaya
hidup kekristenan kita (ato jangan2 bapak ini meminta lebih dari yang dia perlukan?).
hehe....sedangkan gereja bisa mengajarkan jemaatnya untuk memberi,masakan sbg pemberi
teladan bisa lepas tangan,sekalipun orang yang membutuhkan adalah orang asing.
Klo emang ada gereja yang seperti ini,sebaiknya dimasukan surat pembaca biar terkenal,hehe..
Setauku selama berpindah2 gereja,ga satupun aq temui gereja semacam ini,yang ga memiliki
belas kasih tapi fasih berbicara tentang 'kasih.'
Jadi balik lagi ke cerita awal,aq baca cerita ini koq ga tersentuh sama sekali yach,karena emang bukan true story kali..
Setoedjoee!!Setoedjoe ma sis mocha
Walau i tahu bahwa apa yg dikatakan supernis adalah sangat masuk akal...
Namun kita harus mengerti bahwa bahkan mereka yg py motif tidak benar thd gereja sangat patut dikasihi dan dikasihani... Kita harus dapat melihat lebih jauhhh daripada sekadar memberi or menolak...Tentunya tidak lupa berdoa agar dapat bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan yg terjadii
Dunia ini memang kacau,messy seperti diuraikan supernis,kadang susah menilai motif manusia..Kita harus kritis, yup benar, tapi kasih mengalahkan semuanya bukan.
Kemurahan serta kerendahan hati sangat dibutuhkan,dan kalu bukan kita (orang) kristen yg memulainya siapa lagi??
Dalam kisah alkitab, bukankah Yesus tahu bahwa yudas akan mengkhianati Dia, tentara romawi akan menyesahNya?? Paulus sadar akan penderitaan yg akan dihadapinya di yerusalem?? mereka berjiwa dan berhati besar dalam memandang semuanya dan bersedia memikul salib mereka masing222, mengasihi orang yg notabene 'musuh' mereka (bahkan untuk keselamatan tentara yg menyesahNya)...Mereka pahlawan2 iman hidup dengan suatu gaya ilahi yg luar biasa (cieee mulai deh bahasa rohanii) suatu kesediaan berkorban krn mereka sadar hy dengan sikap yg seperti itu akan ada suatu breakthru in our world, mereka dapat memandang jauhhh melebihi akal pikiran manusia..mudah2an contoh dr mereka itu bisa dimengertiii
uhukkk uhukkk dah malammmmciaooo
Last edited by ifera2006; 10th April 2008 at 10:46 PM.
a Stranger in the World
visit me [I][url]www.ifera.blogspot.com[/url] [/I]hhihii narsis.com
aih..
weak percaya..kalau ada kejadian seperti itu..
weak mau sharing dikit aja..apa yg weak pernah saksikan sendiri!
suatu hari weak berada di sebuah super market, bersama teman weak..saat lihat2 barang yg mau dibeli, tiba2 ada perempuan 40-50 thn..setengah berteriak..can you help me..? please any body..help me..weak tertarik dan menghampiri, saat perempuan itu bicara pada [mungkin] manager super market..
dan perempuan itu bilang, kalau habis kecelakaan/accident.. dan dia butuh pinjam cellphone utk hubungi 911.. atau tolong dihubungi 911
weak perhatikan perempuan itu [logatnya dari korea], nampak ada luka/goresan di lehernya..nampak berdarah.. dan dia bingung sekali nampak dari matanya..
tapi apa yg terjadi..tak seorangpun yg mau hubungi atau minjamkan cellphone-nya..
gue heran..kok begini org2 ini, ada yg minta tolong kok gak dibantu?
saat itu weak memang gak punya cellphone.. weak cuman bengong dan kasihan sama perempuan itu..
dan Tuhan berbisik pd weak.. inilah yg dimaksud : MELIHAT tapi tidak MELIHAT, MENDENGAR tapi tidak MENDENGAR..
Oh.. Tuhan terima kasih atas "pencelik-anMU"..
saat weak bertanya pd teman weak [50-60 thn, sudah lama tinggal di us] kenapa mereka tega berlaku spt itu..?
dia bilang, mereka gak mau dpt kesulitan..kesulitan apa? dia hanya terdiam..
lalu weak bilang, kalau hal ini-lah yg dimaksud Tuhan : MELIHAT tapi tidak MELIHAT, MENDENGAR tapi tidak MENDENGAR..
dan nampaknya..KASIH sudah menjauh dari hati mereka..!
IMHO buat gwOriginally Posted by muuca;
1) selalu ada kemungkinan (besar) bhw cerita ini hasil karangan seseorg yg sakit hati ama salah 1 gereja & mengarang cerita kayak gini buat menarik simpati & empati org... basi deh!
2) cerita tsb dibuat scr sepihak & bukan dikupas dr kedua belah pihak (pihak tukang becak & gereja2 yg terkait) so tentu aja berat sebelah krn kita ga tau alasan sebenarnya knp gereja2 tsb menolak memberi bantuan kecuali dr cerita sepihak si tukang becak (baca: si pengarang).
3) mungkin aja gereja2 tsb baru aja menguras kantongnya utk membantu 'tukang becak' yg laen sebelon si bapak yg ini?
4) jangka wkt sejak si bapak datang ke kota tsb ampe anaknya sakit itu kemungkinan brp lama? 1 bln, 2 bln? dia bisa ampe dpt kerja & istrinya kerja seadanya so mungkin ada minimal 1 bln.. who knows tp dlm jangka wkt tsb knp dia ga sempet ke gereja terdekat utk minta bantuan doa sebelon sakit anaknya bertambah parah?
setelah sakitnya parah, barulah 'mampir' ke gereja utk menuntut bantuan.
gereja tsb mungkin jadi serba salah krn (misalnya) ga punya dana sebanyak permintaan si tkg becak & mereka cuma menawarkan kunjungan sosial, bantuan doa & mungkin bantuan sekadarnya (yg mungkin sgt kurang dr yg dibutuhkan si tukang becak tp ga ditulis di cerita ini krn 1 & laen hal).
5) ngebantu sih kudu tp kadang bantuan yg kita berikan bisa dianggap ga cukup ato ga sesuai dgn harapan si peminta bantuan & kita jadi malah disalahkan karenanya.
memberi tp dianggap kurang VS ga ngebantu sama sekali (kayak cerita si weak)
Serasa lagi baca novel drama bgt.. (keliatan bgt nih cerita dikarang ama org yg pengen menggugah pembaca).Dengan menangis dan memeluk anaknya yang meninggal, dibalutnya bayi kesayangannya itu dengan kain selendang.Menangislah seisi rumah itu, anak-anak perempuannya yang masih kecil saling bergantian mencium sang adik yang sudah meninggal.Diajaklah seisi rumah oleh bapak dengan mengayuh becak pergi kesuatu tempat karena bapak ini berfikir hanya tempat itulah sang anak dapat dikuburkan tanpa mengeluarkan biaya.
Dengan menangis sang bapak mengayuh becaknya, mata sang isteri tampak sembab karena terlalu banyak menangis, sedangkan kedua anaknya memegangi kain yang membungkus sang adik.Sampailah mereka pada suatu tempat dengan angin yang berhembus seolah-olah mengiringi anak kesayangannya.Mereka saling menciumi sang bayi.Satu persatu bercucuran air mata dan berkata SELAMAT JALAN ANAKKU SAYANG...SELAMAT JALAN ADIKKU...Sekali lagi dibungkusnya bayi yang telah tiada itu dibungkus rapat dengan kain....dan...mereka....BERDOA dan MENANGIS.Diambilnyalah sebuah batu dan diikatkan kepada bayi itu dan ditenggelamkan diLAUTAN.
Gw pribadi sih yakin ini cerita karangan yg uda dibumbui penyedap2 tp ternyata msh banyak jg org yg tergugah ama cerita2 yg ga jelas kebenarannya, yg beredar via spam & mass mailing (si TS di millis tetangga jg paling copas dr email).
Saran gw: DELETE!
Last edited by Hannah; 11th April 2008 at 06:24 AM.
Entah tuh perempuan kecelakaan ato apa, kalo lo bantuin, lo bisa diinterogasi polisi & dijadiin saksi & tauin polisi dimari, elo mending 100% yakin history lo clean spy nggak elo malah masuk penjara krn hal2 laen yg 'dibongkar' ama polisi krn dr interogasi ttg si korban, bisa2 elo yg akhirnya jadi target interogasi ttg kehidupan pribadi elo kalo ada hal2 yg dianggap mencurigakan dr kesaksian elo.Originally Posted by weakne33man
Yg susah kalo dia abis dirampok ato tindak kriminal lainnya, elo malah bisa dijadiin tersangka ato kaki tangan si pelaku tindak kriminal.
Makanya banyak org yg emoh utk ngebantu.. tp gw yakin kalo ada 1 org yg nekat, yg laen pasti akan nimbrung utk ngebantu.
Skenario lainnya, tuh perempuan akting belaga jadi korban kecelakaan & minta pinjem telpon.. ini mah bisa repot endingnya
Kalo serius mo bantu & yakin si perempuan adl korban kecelakaan, coba datangi tempat kecelakaan & liat dgn mata kepala sendiri trus telpon 911.
Weak sendiri jg bisa ngelakuinnya.. ke pay phone aja kan ga perlu bayar tuh kalo telp 911![]()
Last edited by Hannah; 11th April 2008 at 06:44 AM.
galak bener sih hannah?
jangan di delete lah. walau gue juga yakin bahwa ini hanya sekedar story yang dimake-up, tapi di pihak lain ini adalah satu trigger buat perenungan yang bagus: bahwa ketika kita mengasihi, mau gak mau kita juga harus memilih.
---
dari pihak pemberi, setidaknya ada dua pilihan sudut pandang:
[1]
bila si pemberi hanya tergerak ingin memberi untuk kepuasan dirinya, maka tidak jadi soal untuk apa barang yang diberikan itu digunakan oleh si penerima. yang terpenting adalah tindakan memberi itu sendiri, bukan result yang bisa dihasilkan dari peristiwa pemberian barang tsb.
hal ini biasanya kita lakukan kalau kita tidak punya cukup waktu untuk bener2 terjun menolong si calon penerima. gampangnya, kita lihat pengemis anak2 di lampu merah dan kita terenyuh melihat wajah2 polos mereka yang bercampur baur dengan lautan kendaraan, dan kita memberi sedekah, langsung saat itu.
apa yang dia gunakan dengan sedekah kita, kita tidak peduli. apakah sedekah itu akan mengangkat hidup dia, kita tidak peduli tapi bisa memperkirakan bahwasanya tidak mungkin sedekah itu akan bisa langsung mengangkat hidup dia.
yang kita peduli adalah bahwa kita tergerak untuk mewujud-nyatakan belas kasihan yang muncul di hati kita ke dalam tindakan nyata. sebab, bila tidak kita lakukan, bisa jadi belas kasihan yang timbul itu akan berbalik menuduh kita sebagai orang yang tidak punya kasih; yang ujung2nya menimbulkan rasa bersalah (hilangnya damai sejahtera), dsb.
[2]
bila si pemberi lebih care kepada masalah bagaimana si calon penerima dapat menaikkan taraf hidupnya, maka biasanya si pemberi akan dituntut untuk lebih tega dalam menolong. hal ini biasanya dilakukan oleh orang2 yang tergabung dalam satu pelayanan yang memang khusus mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk menolong orang2 yang terpinggirkan.
ketika berbicara tentang peningkatan taraf hidup, seseorang haruslah bisa menyusun skala prioritas. prinsip yang berlaku bukanlah FIFO (first in, first out), tapi lebih kepada siapa yang paling berprospek, itulah yang ditolong duluan.
kenapa? tujuannya adalah agar ketika orang yang ditolong itu sudah baik keadaan nya, diharap dia mau ikut terjun membantu menaikkan taraf hidup saudaranya yang lain. dengan begitu, pelayanan tadi diharap akan menjadi lebih kuat seiring waktu dan ada kaderisasi.
---
sampai titik ini, masalahnya yang tadi saya sebutkan jelas kan? ketika pelayanan itu memilih siapa yang mau dikasihi terlebih dahulu, di situlah segelintir orang akan menghujat bahwa mereka tidak mengasihi dengan benar. 'resiko profesi', begitu jawab seorang temen yang entah kenapa membuang karirnya yang cemerlang sebagai dokter di jakarta untuk bergabung dalam pelayanan sosial menolong para korban bom bali.
lebih lanjut, ketika menyalurkan bantuan pun, para pelayan sosial ini harus berlaku dengan 'tulus seperti merpati tapi cerdik seperti ular'. kenapa? karena kalau tulus tapi tidak cerdik, maka bantuan yang didonorkan oleh donatur, akan jatuh ke pihak2 yang tidak semestinya.
contoh paling gampang adaah soal uang sekolah dan uang untuk membeli peralatan sekolah (buku, sepatu, seragam, dsb). temen saya ini bercerita bahwa ketika pertama kali mereka sampai di bali, mereka mendonasikan uang bagi anak2 ini ke orang tua mereka. ternyata, ketika dicek lapangan, uangnya tidak sampai ke anak2 itu dan sekolah menagih lagi. rupanya uang itu dipakai oleh orang tua mereka dengan berbagai alasan yang diceritakan dengan penuh air mata (buaya).
belajar dari situ, mereka mendonasikan lewat guru. ehhh.... rupanya cara ini pun tidak berhasil karena berbagai alasan yang bikin temen saya berkata bahwa kalo dia punya bom, maka dia akan bergabung untuk menjadi teroris dan membom sendiri sekolah2 itu, hehehehehe
akhirnya, semuanya harus didetail sedetail2nya, birokratis sebirokratis2 nya, dan tidak ada lagi istilah 'uang untuk buku', 'uang untuk sepatu', dsb tapi diganti jadi 'buku', 'sepatu', dsb. jadi, tidak ada lagi pemberian uang. pihak pelayanan langsung membelanjakan uang tsb untuk barang2 yang langsung diberikan ke pihak anak2.
selesai? ternyata belum
dunia memang gila. ada fenomena bahwa anak2 yang bukan korban, anak2 yang tidak ada masalah dengan pendanaan, ternyata iri dengan anak2 yang dibantu. jadi, ketika anak2 yang dibantu memakai sepatu baru ke sekolah, dipalak lah mereka. judulnya, cape dehhhh .....
---
pada akhirnya, kasih itu enak diomongin, enak buat didengar, tapi susah (banget) buat dilaksanakan secara mendetail.
cheers
ps.
to 'Al', if u happen to read this, u know whom i talk about. say hi for him from me ya![]()
Last edited by supernis; 11th April 2008 at 07:29 AM.
Dear all,
Muuca da klarifikasi ke temen muuca yang kirim kisah ini di milis.
Temen muuca nulis kisah ini dari cerita yang dituturkan sama papanya.
Papa temen muuca ini jualan roti goreng di malang. Biasanya beliau jualan roti goreng sambil naik sepeda. Nah papa temen muuca ini akhirnya kenalan ma bapak yang di kisah di atas.
Karena sama2 Kristen akhirnya bapak itu cerita ma papa temen muuca kejadian yang dia alami. Kejadian ini terjadi tahun 2007. Memang bapak itu menyayangkan knapa justru yang rela bantuin dia justru teman2 yang g seiman, otomatis perlakuan yang diterima ma bapak ini dari gereja kelihatan ma temen2nya itu. Apa kata mereka?
Rencananya temen muuca ini mau nemuin bapak tadi. Ya kita gak bisa nuntut banyak, but mungkin kita bisa start dari diri kita masing2, apa yang harus kita lakukan sbagai gereja.
He he he buat sis Hannah yang mau delete, peace sis
![]()
Bookmarks