|
Viewing 1 - 9 out of 46 Blogs.
Page:
1 |
|
|
|
|
let me go even though it will break my heart let me go even though im still inlove with you it just hurt me each day to see your love slowly fade away until now i still don't understand what happened and why your love drifted away...
let me go, even though i really don't want to.. let me go, because that would be the right thing to do.. it would cause me pain, it would make me cry, but letting me go seems quite fair enough for me to have some pride...
tell me now before it's all too late.. tell me now coz i can still handle the pain just let me go stop pretending i don't want to cause you pain..
just let me go if you love me no more..
One sided love I came to realise That I really like this person a lot Even though we are far from each other I can still remember how we walk and talk together.
He actually don’t know that I feel something for Him Because I don’t have any guts to tell him that my feelings are real
To be honest he is not my ideal man He’s not matured spiritually and he’s a year younger than me. There’s nothing special about him that made me attracted to him But why does my heart beat so quickly Just thinking about him makes him more dearly to me
He only sees me as a sister in Christ That’s why I don’t want to fall so deeply ‘cause it will only make me cry.
I’m happy enough to know him even for a short time And I will never forget those memories for the rest of my life
Oh one sided love It does hurt sometimes When the person we loved Does not responds to our love But it’s okay As long as I have this feelings I will be okay^_^
Still, I want Jesus to be the primary of my life So He can guard my heart not to commit a mistake Like those youth of these days Who followed their deceitful heart And let Satan took over their lives!
Overall, I don’t have any reasons why I like this person I guess ‘Love is Love’ just like ‘God who is love’.
Jesus suffered for us because He loved us so much. We don’t deserved to be called by Him And how much more to be loved by Him.
That’s why; I think we don’t need any reason to be in love With the person we treasured, because they came from above!
God bless!!
I know from experience that depression is a paralyzing emotion. It will make us feel lonely and isolated. We start getting confused and mixed up and our faith in God slips. We start asking Him questions, why did You let this happen? Or, we blame Him.
Our Lord God Almighty never inflicts any kind of pain on us. He is always in control. Even when we cant feel His presence, He is still right there with us and just waiting to help us and show us His way through our pain.
He knows when we feel bad and that we need Him. We just have to ask Him. He uses the negative times to teach us His lessons so that we will grow in Him and our faith and trust in Him will be restored again. We will never,....never go wrong with our Lord God Almighty right beside us.
always remember the JOY of the LORD is our STRENTGH... focus to HIM whatever circumstances we have. We are always victory with HIM! ...God bless us all...
Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan seisi keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke Jerman. Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di sana . Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam mobil -- dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang berumur 3 tahun. Anak perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian pada malam hari. Malam pertama di dalam mobil, ia ketakutan dengan kegelapan di luar sana .
"Mau kemana kita, papa?" "Ke rumah paman, di Jerman." "Papa pernah ke sana ?" "Belum." "Papa tahu jalan ke sana ?" "Mungkin, kita dapat lihat peta." [Diam sejenak] "Papa tahu cara membaca peta?" "Ya, kita akan sampai dengan aman.." [Diam lagi] "Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?" "Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan." "Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?" "Ya, ada." "Papa tahu ada dimana?" "Tidak, tapi kita akan menemukannya. "
Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan juga pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini diam. Dr. Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia melihat ke cermin, ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan hanya melihat-lihat ke sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa anak perempuan kecil ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaannya lagi.
"Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?" "Jerman, rumah paman." "Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana ?" "Tidak" "Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?" "Karena papa sedang mengemudi."
Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika dia mempunyai pertanyaan-pertanyaan dan ketakutan-ketakutan dalam perjalanannya bersama Tuhan. Ya, Bapa kita sedang mengemudi. Kita mungkin tahu tujuan kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke Jerman' tanpa mengerti di mana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan ke sana , kita tidak dapat membaca peta, kita tidak tahu apakah kita akan menemukan rumah makan sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini tahu hal terpenting, -- Papa sedang mengemudi -- dan dia aman. Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan. Kenalkah engkau Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap dan respon anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya? Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus terpenting adalah 'Papa sedang mengemudi'. Tuhan adalah Bapa bagi anda. Ijinkan IA untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan menjadi milik anda lagi.
Mazmur 23:2-3 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat; seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi aku tidak mengenal-Nya. Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah. Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu aku mengayuh pedal sepeda. Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tetapi sejak itu hidupku jadi berubah. Saat aku pegang kendali, aku tahu jalannya. Terasa membosankan, tetapi lebih dapat diprediksi … biasanya, hal itu tak berlangsung lama. Tetapi, saat Yesus kembali pegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan. Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang yang terjal dengan kecepatan yang menegangkan. Saat-saat seperti itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya pada-Nya! Terkadang rasanya seperti sesuatu yang 'gila', tetapi Ia berkata, “Ayo, kayuh terus pedalnya!” Kadang Aku takut, khawatir dan bertanya, “Aku mau dibawa ke mana?” Yesus tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar percaya. Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki suatu petualangan baru yang mencengangkan. Dan ketika aku berkata, “AKU TAKUT !” Yesus menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tanganku. Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah yang aku perlukan … orang-orang itu membantu menyembuhkan aku, mereka menerimaku dan memberiku sukacita. Mereka membekaliku dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan … perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda kami. Kemudian, Yesus berkata, “Berikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang membutuhkannya; Jika tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi beban bagi kita.” Maka, aku pun melakukannya. Aku membagi-bagikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai, sesuai kebutuhan mereka. Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yang membahagiakan. Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepadaNya. Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan; tetapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi, Ia tahu bagaimana terbang untuk mempercepat melewati tempat-tempat yang menakutkan. Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh … menikmati pemandangan dan semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku selama perjalanan bersama Sahabatku yang setia: Yesus Kristus. Dan ketika aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan, Yesus akan tersenyum dan berkata … “Mengayuhlah terus, Aku bersamamu.”
sumber : Thoughts for the day, 19 Feb 2003 by Chuck Ebbs
Ketika AKU menciptakan langit dan bumi. Aku berfirman dan jadilah.
Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya. Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah aku meniupkan nafas kehidupan ke pria karena lubang hidungmu terlalu lembut.
AKU membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau. Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri.
Dari satu tulang, AKU menghiasmu. AKU memilih tulang yg melindungi kehidupan pria. AKU memilih tulang rusuk, yg melindungi jantung dan paru2 dan mendukungnya, sebagaimana yg harus kamu lakukan. Dari satu tulang ini, aku membentukmu dengan sempurna dan cantik.
Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah. Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dari pria, hati/jantungnya. Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru2nya menggenggam nafas kehidupan. Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung. Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi alasnya, tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi atasannya. Engkau diambil dari sisinya, utk berdiri di sebelahnya dan dipeluk dengan erat. Engkau adalah malaikat-KU yg sempurna. Engkau adalah gadis kecilKu yg cantik. Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna, dan mata-KU terpuaskan ketika Aku melihat hatimu.
Matamu -- jangan mengubahnya. Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa. Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk. Tanganmu sangat lembut untuk disentuh. AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur. AKU menggenggam hatimu dekat dengan-KU. Dari semua yang hidup dan bernafas, engkau adalah yg paling mirip dgn AKU. Adam berjalan bersamaku di hari yg dingin dan dia kesepian. Dia tidak dpt melihat ataupun menyentuh-KU. Dia hanya dapat merasakan-KU. Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganku, aku membentuknya di dalam kamu. Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan- KU dan dukungan-KU.
Engkau adalah istimewa karena engkau adalah perpanjangan tangan-KU. Pria melambangkan citra-KU - wanita, perasaan-KU. Bersama2... kalian melambangkan TUHAN yg sejati. Jadi Pria - perlakukan wanita dengan baik. Cintailah dia, hormatilah dia, krn ia lembut. Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-KU. Apa yg engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU. Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya menghancurkan hatimu sendiri, hati BAPA-mu....yg juga hati BAPA-nya.
Wanita, dukunglah pria. Dlm kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan yg tela- KU berikan kepadamu. Dlm kesunyian, tunjukkan kekuatanmu. Dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.
[ email dari temen neh ]
my stomach fills with butterflies, the moment i glance over. his brown eyes sparkle in the sun, and his smile perfectly crooked.
my knees wobble and no words are spoken. my heart jumps out of my chest. my mind is saying not again. but my heart wants to be with you.
tears fall down my burning cheeks. memories are flashing through my mind. 'you love me but you like her' my whisper lost in the wind.
my heart breaks in two. my eyes filled with tears. my chest is ripped open. my hearts no longer there.
you make me so confused. my face is burning as each tear falls down. 'leave me alone'
a whisper, a partial lie.
what do you do. when you don't want him but at the same time. he's all you ever wanted.
Whatever we have right now That we never have before Is the blessings that comes from our god
He gave us wisdom, so we can do good things. He gave us love, so we can share it. He gave us joy, so we can minister others. He gave us trials, so we can stand strong.
Although we are not perfect for him But still he continually mold us To be a good follower
This might be god’s will to us He wanted us to be more closed to him He wanted us to be satisfied with him
He wanted this relationship to be centered by him He wanted this relationship to grow spiritually
And God will make a way Just hold on!!!!!!!!
As believers, we have a Father who loves us. He desires the best for us. We're part of a large spiritual family with many brothers and sisters. But sometimes we still feel lonely. This can happen even when there's no major crisis in our lives.
Our greatest loneliness comes from a separation from the Father. This is a spiritual problem. The source is sin. We experience a break in our close fellowship with the Lord when we disobey Him and go our own way.
The remedy is confession. Confession leads to restored intimacy with God. If we refuse to admit our sin, the separation grows worse.
Busyness and preoccupation with earthly affairs also cause this isolation. Sometimes we push aside time with God to fulfill our obligations. We might focus so heavily on daily living that we ignore Him. To overcome loneliness, spend time reconnecting with God through His Word. Take in the knowledge of His deep, abiding love. Meditate on His great promises.
Being in harmony with God renews our purpose and energy for life causing that sense of isolation to lessen. Hope replaces discouragement. Our focus turns from "self" to others.
It's important to reconnect with people. So, look for opportunities to encourage, serve, love, and support those around you. Intimacy with the Lord is both the antidote to loneliness and protection from it.
Page:
1 |
|
|
|
|
|