|
Viewing 10 - 18 out of 42 Blogs.
| Page:
|
2 |
|
|
|
Just a little girl with sadness in her eyes, As she dissappoints her father by convincing herself through selfish lies, During the time, sin looked good, it was all fun and games, But when the day was over, all it did was bring her Father shame.
Full of regret, anguish and pain, I knew that what I was doing was wrong and done in vain, It was something I thought I knew how to control but I did not, Instead it left upon my white garment a rubbish and nasty spot
Oh Lord I am so sorry for the sins that I have done, I am sorry how I’ve hurt you and I knew it was so wrong, Lord please forgive me, and wash me clean from what I’ve done in my past I am so sorry Lord, I don’t want this hurt I’ve done to You continue to last.
Forgive me Lord, and purify my heart. Forgive me Lord, I don’t want to ever depart. Lord, Help me to live the ways you desire me to. Thank You Jesus, Lord I want to forever be with You.
Jesus, From this day forward, I will no longer live in regret, You’ve washed me clean, my sins You said, I will forget. Thank You Jesus for Your mercy and Your grace, Thank You Jesus You still allow me to run and finish the race
I did not know His love before, The way I know it now. I could not see my need for Him, My pride would not allow.
I had it all, without a care, The "self-sufficient" lie. My path was smooth, my sea was still, Not a cloud was in my sky.
I thought I knew His love for me, I thought I'd seen His grace, I thought I did not need to grow, I thought I'd found my place.
But when the way grew rough and dark, The storm clouds quickly rolled; The waves began to rock my ship, My anchor would not hold.
The ship that I had built myself Was made of foolish pride. It fell apart and left me bare, With nowhere else to hide.
I had no strength or faith to face The trials that lay ahead, And so I simply prayed to Him And bowed my weary head.
His loving arms enveloped me, And then He helped me stand. He said, "You still must face this storm, But I will hold your hand."
So through the dark and lonely night He guided me through all the pain. I could not see the light of day Or when the storm might wane.
Yet through the aches and endless tears, My faith began to grow. I could not see it at the time, But my light began to glow.
I saw God's love in brand new light, His grace and mercy, too. For only when all self was gone Could Jesus' love shine through.
It was not easy in the storm, I sometimes wondered, "Why?" At times I thought, "I can't go on." I'd hurt and doubt and cry. But Jesus never left my side, He guided me each day. Through pain and strife, Through fire and flood, He helped me all the way.
And now I see as never before How great His love can be. How in my weakness He is strong, How Jesus cares for me!
He worked it all out for my good, Although the way was rough. He only sent what I could bear, And then He cried, "Enough!"
He raised His hand and said, "Be still!" He made the storm clouds cease. He opened up the gates of joy And flooded me with peace.
I see His face now clearer still, I felt His presence strong. I found anew His faithfulness, He never did me wrong.
Now I know more storms will come, But only for my good, For pain and tears have helped me grow As naught else ever could.
I still have so much more to learn As Jesus works in me reform If in the storm I love Him more, Then I know.... The Blessings In the Storm
The Distance Between Us (very nice poem I've seen)
The distance between us Is more than I can bear But my selfishness brought me here Leaving you, and my heart, there Even though I cared for you More than anything in life
You did not feel the same Causing me this strife I fell for you, My closest friend But I couldn't hide it And that was the beginning of the end Oh, I should have known better Than to tell you how I felt But I did, and you didn't
So the final blow was dealt We carried on like normal As if nothing had been said Though inside I felt like crying Outside I tried to be a good friend instead All too soon Seeing you hurt so much Knowing you would never be mine That I'd never feel your touch
So I went Far far away To this place Where I sit alone today Over and over I ask What have I done Friend or more I tried for two but lost my one The distance between us Is more than I can stand You with my heart, me all alone Between us so much land
As i watch the sky seperate from the rays of the sun, God's majesty is seen on that marvelous painting
The sun arose outsmiling it's sunshine, God's kindness is written in each angle
Mountains stood in command of the Lord God's intelligence is whispered at every peak
counting the marks of each barked tree God's faith growing in belief
the age of those calmed rivers uncounted God's grace swaying at each tide
sparkling stars inspired from the moon God's mercy for each one
all his creation praise him for his greatness God's love reflected in them,
we are amazingly blessed!
Ada seorang pria karena hendak menghadiri reuni teman-teman SD-nya, maka pada keesokan harinya dia khusus pergi ke toko membeli sepotong celana panjang baru dan cukup mahal harganya.
Sesampai di rumah dia mencoba memakai celana barunya itu sekali lagi, dan menemukan kalau celana yang baru saja dibelinya itu kepanjangan 10 cm, dia lalu meminta tolong kepada ibunya untuk memperbaiki. Sang Ibu mengatakan bahwa dia sedang tidak enak badan, sehingga ingin istirahat lebih awal. Jadi malam ini sang Ibu tidak bisa memperbaiki celana itu, kemudian dia mencari istrinya untuk meminta tolong memperbaiki celana barunya. Istrinya bilang bahwa dia masih punya banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan malam ini, sehingga tidak ada waktu untuk memperbaiki celana itu. Si pria itu tidak putus asa dan mencari anak perempuannya untuk minta tolong, ternyata anaknya berkata bahwa malam ini sudah mempunyai janji dengan teman prianya untuk pergi ke pesta, jadi malam ini tidak bisa memperbaiki.
Akhirnya si pria ini berpikir kalau memang demikian besok dia akan memakai celana panjang yang lama saja untuk hadir di reuni itu.
Malam itu ibu si pria itu berpikir, "Anakku itu biasanya sangat berbakti kepadaku, apabila dia minta tolong, maka tidaklah baik jika ditolak." Maka si Ibu itu bangun dan memperbaiki celana anaknya, kemudian celana itu dipotongnya sepanjang 10 cm.
Setelah agak malaman, si istri pria itu, telah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya dan berpikir,"Suamiku ini biasanya sangat sabar, hari ini karena dia tidak bisa menjahit barulah meminta tolong, karena itu tidaklah baik kalau sampai ditolak." Maka sang istri memperbaiki celana itu dan dipotongnya sepanjang 10 cm.
Ketika putri pria itu pulang dari pestanya, saat tiba dirumah tengah malam dia berpikir, "Ayah tidak melarangku pergi pesta malam ini dengan teman priaku, sudah seharusnya aku berterima kasih kepada ayah." Maka dipotonglah celana ayahnya sepanjang 10 cm.
Keesokkan paginya ke 3 wanita ini masing-masing menceritakan kepada pria itu, bahwa mereka telah memperbaiki celana barunya. Dengan terkejut dia mencoba memakai celana panjang itu, dan ternyata memang sudah sangat kependekan. Lalu bagaimana reaksinya? Dia tertawa terbahak-bahak dan berkata,"Aku pasti akan memakai celana ini untuk kuperlihatkan pada teman-teman sekolahku, memberitahu bahwa ibu, istri dan anakku sangatlah memperhatikan diriku!"
Akhirnya teman-teman sekolahnya sepakat memuji keluarga si pria itu sebagai keluarga yang harmonis, sang ibu, istri serta anaknya semua juga sangat gembira.
Akan tetapi jika hal ini terjadi pada anda, bagaimanakah reaksi anda?
Ketika hati ini sangat kecil, dunia juga akan berubah menjadi kecil, kecilnya hingga mencemooh keindahan sehelai daun.
Ketika hati ini sedang kacau, jalannya berubah menjadi banyak , sehingga kita tersesat di jalan-jalan itu… (The Epoch Times/lin)
As I watch the skies I gaze on those wonders Made out of love By Your mighty hand
Clouds in the heavens Stars singing quietly Birds fly patienty Rivers flow smoothly
Day and night they preach In my sleep they speak Greets me in the morning Your words through the heart
Your words I keep inside That lights up my life I'll keep them in my heart For You're a loving God
You're a loving God You are kind, you are great Even till eternity I'll be forever Yours
One day, I was strolling down a lonely road passing by tall beautiful trees, and the sight of those high mountains.
Then the road came to a turn, where trees were chopped down, and rivers swaying confusedly.
There were many broken dreams, in this side of the path, a lot of hurt and pain, from broken hearts. Tears daily shed, from walking in that eerie lost.
But, I could feel the comfort, a light overshadowing the dark. Love, driving away sobs. Then I realized, i was walking that lonely road, not alone..
Seperti judulnya, dimanakah letak kebahagiaan itu..? Perlukah aku cari..? Apa yang harus aku lakukan tuk mendapatkan kebahagiaan itu..? Bagaimanakah kita dapat mengukur sebuah kebahagian ? Ini yang menjadi question mark yang sering terbesik dalam pikiranku, Seringkali aku ingin tau arti sebenarnya dari sebuah kebahagiaan. Kemaren pagi aku sedih sekali dan merasa terhina sekali dengan ucapan adik kandungku sendiri, aku merasa diriku sungguh tidak berarti dan semua yang telah kulakukan tuk membahagiakan keluargaku hanya sia-sia belaka. Aku merasa sama sekali tidak dihargai,dan bahkan sumpah serapah aku harus terima dari adik kandungku sendiri. Aku menangis dan mulutku tidak sanggup tuk berbicara membalas kata-kata kasar dari dia, Niat yang tadinya mau pergi ibadah pagi jadina tidak berangkat, karena hati sudah penuh di tutupi dengan rasa sedih,kesal dan emosi. Bukan maksud untuk memberitahu kejelekan keluarga sendiri,tapi itulah keadaan yang sering aku hadapi dikeluargaku, aku memang dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana dan aku menyadari hingga aku berusaha keras tuk membantu dan mewujudkan cita-citaku untuk membahagiakan keluarga, tapi apa jadina kalo semua yang kita lakukan dan pikirkan hanyalah sia-sia belaka? Hatiku sangat hancur,meskipun demikian aku tetap semangat berjuang teguh dan berusaha melakukan yang terbaik. Selama bertahun-tahun aku sudah mengalami-nya, aku memang seorang pendiem diantara semua keluarga, aku selalu lebih banyak diam dan lebih memilih tuk memikirkan hal lain yang bisa membuat sesuatu lebih baik. Namun semuanya itu hanya sebuah kewajiban dan tanggung jawab seorang anak sulung untuk keluarga dan seorang kakak terhadap adik-adiknya. OKe, aku bisa terima hal itu, aku harus bertanggung jawab,dan aku berusaha mempertanggung jawabkan dan melakukan yang terbaik buat mereka, tapi apakah mereka pernah memikirkan kebahagianku? Aku sudah berusaha menutup rapat-rapat masalah ini dan aku merasa tidak perlu orang lain tahu bagaimana kejelekan keluargaku. Namun kemaren pagi aku benar-benar tidak sanggup, aku merasa diriku bukan lage bagian dari keluarga itu, sumpah serapah yang aku dengar membuat aku benar-benar sedih dan merasa terbuang dari keluarga. Aku tidak lain hanyalah sebagai “babu” yang siap memikul semua tanggung jawab tamparan hebat dengan kata-kata tajam yang menyedihkan. Rasanya pengen keluar dari keluarga itu dan ingin jauh dan jauuuuuuuuuh.. Sambil menangis aku tulisi buka diary-ku, aku mencoba tuk menenangkan diri dan memikirkan kata-kata tajam yang barusan aku dengar, aku berusaha menenangkan diriku dan bertanya pada diriku, mengoreksi diri sendiri,apakah yang kulakukan ini sudah yang terbaik buat keluarga ini? Apakah memang begitu adanya harus memikul tanggung jawab terhadap mereka meski mereka sudah memiliki keluarga sendiri? Lantas sampai kapan tanggung jawab itu harus ada? Kapan bagian aku akan kudapatkan? Bermula dengan nasehat sepele,namun ditanggapi dengan negative dan membuat aku kesal hingga sumpah serapah aku harus terima, kata-kata itu benar-benar membuat aku terpukul seharian sampai aku tak berdaya tuk melakukan apapun.Emosi dan rasa kesal yang tertahan didalam hati membuat aku hanya bisa menangis terseduh-seduh.. Mengapa hidup ini begitu sulit tuk dilalui dengan nyaman..? Siapakah sebenarnya diriku didalam keluarga ini, mengapa semua yg kulakukan tuk keluarga ini sama sekali tidak ada artinya..? Apa yang seharusnya aku lakukan untuk membahagiakan mereka? Seberapa besar pengorbanan yang harus dan sudah aku lakukan..? Aku merasa sudah terlalu capek namun bagi mereka mungkin belom cukup dan masih jauh dari cukup,Bukankah harusnya mereka bisa mengerti aku? Sebab aku juga sama seperti mereka, memiliki dua tangan dua kaki, bisa melihat bisa cari kerja,tapi mengapa tidak mau berbagi tanggung jawab? Atapun berusaha tuk memikul tanggung jawab sendiri-sendiri..? mengapa tidak mau berusaha..? Setelah seharian mengurung diri dikamar,merenungi semuanya,menulis buku diary dan berusaha berdoa agar bisa berpikir tenang ,Roh Kudus Tuhan benar-benar pimpin aku ditengah-tengah air mata berlinang,aku sudah tak sanggup berkata-kata lage, kata-kata tajam dan sumpah serapah itu masing tergiang jernih di telinga ku, tiap kali aku mengingatnya airmataku selalu menetes,dan perasaan sedih dan sedih… Dan sampai akhirnya sore aku bisa bangkit dan keluar dari kamar, aku merasa harus segera pergi ibadah,dengan cepat aku buru-buru mandi dan pergi ke gereja, aku merasa pikiranku akan tenang dan lepas dari ingatan kata-kata kasar tadi. Meski agak separoh hati melangkah dari rumah, namun aku berusaha yakin kalo aku akan bisa tenang dan mengerti arti semua kejadian tadi pagi. Setiba di gereja Aku berdoa pada Tuhan,biarlah smua kata-kata tajam itu tidak akan pernah terjadi pada diriku,dan aku yakin kalo Tuhan akan selalu menyertaiku,memberi aku kekuatan,aku ini sedang dipahat, kehidupanku sedang di rendah oleh Tuhan sehingga aku akan terlihat semakin indah, aku percaya suatu saat aku akan lepas dari cengkraman keluargaku dan aku akan bebas dan bebas,keluargaku akan dipulihkan, adik-adik aku akan bertobat dan lebih mandiri. Bersyukur banget karena akhirna aku bisa datang kegereja dan malam itu juga aku benar-benar diingatkan oleh Firman Tuhan yang benar-benar menyentuh dan membuatkan lebih semangat lage, aku benar-benar bersyukur kalo Roh Kudus udah bimbing aku tuk datang ke gereja dan ,jangan mengurung diri di kamar karena aku akan makin sumpek,pikiranku akan menjadi buntu dan bisa-bisa jatoh dalam dosa ( alias bunuh diri ) karena merasa sedih dan tidak berarti didalam keluarga. To be honest sangkin sedihnya sudah tidak bisa berpikir jernih lage, yang ada dipkiran dan ditelinga tergiang terus kata-kata kasar dan sumpah serapah itu. Terimakasih buat Firman Tuhan yang sudah menguatkanku dan membuat aku lebih semangat lage tuk menjalani hidup ini, aku tidak tau apa jadina diriku kalo Tuhan tidak pernah menyertai aku, mungkin saja aku sudah ambil jalan pintas tuk mengakhiri smua masalah hidupku, ato bisa saja aku menaroh dendam pada semua anggota keluargaku, Tapi sekarang aku menyadariya,masalah yang aku hadapi saat ini adalah awal dari kebahagiaanku,dan untuk mengawali segala sesuatu itu butuh pengorbanan yang banyak,tulus,kesabaran yang teruji dan kerja keras. Jadi aku tidak boleh menyerah begitu saja,aku harus rela berkorban dan bersabar mengahadapi segala tantangan hidup ini. Terimakasih Tuhan karena sudah menyembuhkan luka hatiku,terimakasih juga tuk firmanMu yang senantiasa menguatkanku, Roh KudusMU yang selalu mengingatkan aku dan memimpin setiap langkahku. Biarlah aku menjadi seperti Rajawali yang mengepakkan sayapnya dan terbang semakin tinggi dikala angin datang melandanya, hingga dia tidak pernah jatoh tertiup angin,begitu juga aku bisa bangkit dan berdiri diatas setiap masalah kehidupanku dan aku akan menjadi pemenang serta kebahagian itu kelak menjadi milikku. Sebab kebahagiaan tidak pernah dapat diukur, kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan uang, kebahagiaan tidak dapat dicari, kebahagiaan yang sempurna hanya kudapat dariMU ya Tuhanku. Terimakasih juaga Tuhan karena ENGKAU telah tempatkan aku berada ditengah-tengah keluarga itu,sehingga aku semakin mengerti arti hidup ini, mengerti arti sebuah kasih di dalam keluarga, Aku percaya Tuhan punya rencana yang terindah dibalik semua hal yang telah aku alami. Aku patut mensyukuri segala sesuatu yang Tuhan sudah berikan didalam hidupku ini . Terimakasih BAPA, terimakasih Tuhan YESUS..terimakasih Roh Kudus..! Diary 25 Mei 2008, Rose Sagita
In Silence She gazed upon him , with a sad look on her face , she wondered what its like , to be in his sweet embrace
From afar , she watched him closely , with tears filling up her eyes , and as the tears rolls down slowly , she began to realize :
"I could never be his woman , he could never be my man , he has a ring on his right hand , maybe i should leave all my love behind"
He would remain as a fantasy , a dream that wont come true , a magic lamp without its genie , a puzzle without a clue."
She then fell down on her knees , and she asked herself, "why does it have to be like this?" she cried until she fell asleep , she resumed on living a never ending make-believe ,
She continued to love him silently , though it gives her so much pain , and as the wound of a forbidden love scars her deeply , she chose to love him just the same
| Page:
|
2 |
|
|
|
|