|
Viewing 28 - 36 out of 41 Blogs.
| Page:
|
|
|
4 |
|
An article in National Geographic several years ago provided an interesting picture of God's wings. After a forest fire in Yellowstone National Park, forest rangers began their trek up a mountain to assess the inferno's damage.
One ranger found a bird literally petrified in ashes, perched statuesquely on the ground at the base of a tree. Somewhat sickened by the eerie sight, he knocked over the bird with a stick.
When he gently struck it, three tiny chicks scurried from under their dead mother's wings. The loving mother, keenly aware of impending disaster, had carried her offspring to the base of the tree and had gathered them under her wings, instinctively knowing that the toxic smoke would rise. She could have flown to safety but had refused to abandon her babies. Then the blaze had arrived and the heat had scorched her small body. The mother had remained steadfast. She had been willing to die, so those under the cover of her wings would live.
"He will cover you with his feathers, and under his wings you will find refuge." (Psalm 91:4)
Being loved this much should make a difference in your life. Remember the one who loves you, and then be different because of it. To realize the value of a sister Ask someone who doesn't have one.
To realize the value of ten years: ask a newly divorced couple To realize the value of four years: Ask a graduate. To realize the value of one year: Ask a student who has failed a final exam. To realize the value of one month: Ask a mother who has given birth to a premature baby. To realize the value of one week: Ask an editor of a weekly newspaper. To realize the value of one hour: Ask the lovers who are waiting to meet. To realize the value of one minute: Ask a person who has missed the train, bus or plane. To realize the value of one-second: Ask a person who has survived an accident. To realize the value of one millisecond: Ask the person who has won a silver medal in the Olympics. Time waits for no one. Treasure every moment you have. You will treasure it even more when you can share it with someone special. To realize the value of a friend: Lose one.
Yeah...besok menjadi hari terakhirku kerja disini, banyak kenangan selama bekerja disini, akan kutinggalkan semuanya, patner kerja yang menyenangkan, dan juga yang menyebalkan semuanya akan tinggal. Berharap besok aku bisa bersikap biasa aza, apalage besok ada big boss baru datang dari headoffice tadi siang, dan dia bakalan ikut dinner besok malam di acara farewell. Sungguh suprised seh, karena big boss bisa ikutan di acara gue, secara kebetulan emang dia lage ada kunjungan kesini, yeaah..sekalian dech.
Agak terharu seh, tapi toh semuanya akan berakhir, dan aku akan memulai sesuatu yang baru, banyak harapan ditempat baru, banyak impian, dan aku berharap satu persatu impian itu bisa ku gapai, meski aku harus banyak belajar dan berjuang keras, but with God nothing imposible. Sekarang lage mikir dan merangkai kata-kata yang akan ku ucapkan besok malam, smoga semuanya berjalan lancar aza.
Hari ini juga di kantor lage ada masalah, kaget benar dengar kabar beritanya, sampai segitunya kah..? but itu bisa jadi pelajar bagi orang-orang yang suka dengan mudanya menilai orang lain jelek, merasa diri mereka paling benar, padahal tak satupun manusia di dunia ini yang sempurna. Manusia lebih sering gampang melihat batu kecil di ujung sana daripada melihat gajah besar didepan mata, lebih gampang mencari kesalahan orang lain sementara kesalahan dia sendiri tidak pernah dia sadari, suka nyelah orang, gossip in orang, dan akhirna kena batunya sendiri dech..
Napa ya disini sering suka sirik? kejelekan banyak orang indo selalu jealous, gak bisa liat orang lain senang, suksess dan di hargai, napa kita tidak bisa mencontoh orang lain yang lebih sibuk ngurusin hal yg penting daripada yg tidak penting...? terkadang aku bingung..binun bener ngadapin orang-orang disini dech....:( but never mind dech, toh gue dah mo sayonara dari sini, jadi gak bakal nemu orang2 yg kayak gitu lage, meski sasarannya bukan gue seh, tapi kayaknya gimana berada diantara orang2 yg suka jealous dgn orang lain..:p sometimes jadi speechless dech... but whatever dech..smuanya gw gak mau ambil pusink...besok hari terakhir gue disini, gue mo nunjukkan hari yang terahir yang berkesan dan baik aza..
Seorang Ibu pulang dari sebuah pasar dengan membawa 7 buah roti yang masih mengebul2 panasnya ....
Di sebuah tikungan terlihat seorang pengemis yang menggandeng seorang anak dan menggendong anaknya yang lain dalam kain yang lusuh.... mereka tampak sangat kelaparan ...
Ibu itu begitu iba dan mendekati pengemis itu ....diberikannya 3 buah roti itu pada pengemis itu , Pengemis itu berterimaksih dan mencium tangan ibu itu namun ketika Ibu itu hendak berlalu mata pengemis itu memperhatikan 4 buah roti di tangan ibu itu dengan pandangan penuh harap ...
Ibu itu melihat hal ini lalu kembali ke pengemis itu .. Pengemis itu berkata "di rumah saya ada suami saya yang terbaring karena sakit dan sudah 3 hari tidak makan dan ada seorang anak saya yang juga belum makan selama 3 hari..."
Ibu itu memberikan 3 buah roti lagi pada pengemis itu 2 roti ini untuk suamimu yang sakit agar cepat sembuh 1 lagi untuk anakmu di rumah." Pengemis itu merasa girang dia berterimakasih dan mencium kaki Ibu itu.
Kemudian berlalulah Ibu itu sambil menimang-nimang 1buah roti di tangannya.Tiba-tiba terlihat pengemis itu berlari dengan kencang ke arah Ibu itu dan menyambar 1 buah roti yang tersisa sehingga Ibu itu tidak membawa 1 buahpun roti ....
Benar-benar Pengemis yang tak tahu diri bukan ???
Pengemis itu adalah kita Manusia Ibu itu adalah Tuhan Roti itu adalah hari2 dalam 1 minggu Manusia begitu serakah ... kita diberikan 6 hari untuk kita namun kadang2 kita masih merampas hari ketujuh yang sebaiknya kita berikan untuk Tuhan ....
Tuhan tidak meminta satu hari penuh namun hanya 2 jam (paling lama) dalam seminggu namun itupun tidak kita berikan betapa serakahnya kita manusia ...
Berikanlah pada Allah apa yang jadi milik Allah.
|
|
KENTANG
Posted On 01/30/2008 00:58:37
|
Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantung plastik bening ke sekolah. Lalu, ia meminta setiap anak untuk memasukkan beberapa kentang di dalamnya. Setiap anak, diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang tak mau mereka maafkan.
Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan mencantumkan tanggal di dalamnya. Ada beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, walau banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban.Mereka diminta untuk membawa kantung bening itu siang dan malam. Kemana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh. Kantung itu, harus ada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar, dan ditenteng saat berjalan.
Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyak dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini. Akhirnya, waktu satu minggu itu selesai.Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus. pekerjaan ini, setidaknya, memberikan hikmah spiritual yang besar sekali buat anak-anak. Suka-duka saat membawa-bawa kantung yang berat, akan menjelaskan pada mereka, bahwa membawa beban itu, sesungguhnya sangat tidak menyenangkan.
Memaafkan, sebenarnya adalah pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana saja kita melangkah. Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan dendam yang kita genggam terus menerus. Getir, berat, dan aroma yang tak sedap, bisa jadi, itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian.
Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf. Namun, kita harus kembali belajar, bahwa, pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah, untuk sebuah kebebasan. Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.
'God is our refuge and strength, a very present help in trouble.' Psalm 46:1
Isn't this a wonderful promise? But let's look at the following verses. 'Therefore we will not fear, though the earth be removed, and though the mountains be carried into the midst of the sea; though the waters roar and be troubled, though the mountains shake with the swelling thereof…'
Do we understand these verses or do we just read them and pass over them lightly? Let's take time to rephrase them and meditate on them for a moment. 'Never again do you need to fear. It does not matter if the whole world is in turmoil, or if the earth quakes, or if the oceans swell, or if the mountains crumble into the sea. Oh things may be in complete chaos or a total uproar all around you, but you do not need to fear!'
WOW! Does this describe you? Is your heart so at 'peace' that if everything is turned upside down in your life, you will not fear. If we really knew God and Who He Is and how much He really loves us, this would absolutely describe our life! We would be at 'peace' in the midst of every trial and thing that upsets us!
We titled this devotional – God is an ever present help in the time of need. I am sure we have quoted that verse many times. But have we applied it to every part of our life? Right now the world is in a fearful time. Is your heart at 'peace' in the midst of what is going on around you and our nation and world? If we are not at 'peace' in the midst of our trials or because of what is going on around us, then may I ask you (and myself), what do we have that the world does not have? We say we have God, but does our life demonstrate the 'peace' that He brings in the midst of every trial? Does God actually make a difference in your life? I am afraid for many of us, in reality in difficult situations, we have a head knowledge of God and the reality of Who God is really hasn't affected our hearts or lives!
We lack that relationship with God that is so vital to our lives! We must take time to fellowship with Him and get to know Him. He has to be more than mere head knowledge. We need to know that He is with us and will ever be with us in trouble! God needs to make a difference in our lives. We need to be different and live different because we know Him and if we really know Him we will hear His Voice and trust and absolutely lean on Him come what may!
My friend, this is the time that you must choose to develop a relationship with God. You need Him! Let Him make a difference in your life! Fear must be removed and God, alone, can do that! Fear opens the door for the enemy to make havoc in your life. God longs for you to let Him make a difference in your life and to let the 'Peace of God' rule your heart and your life. It is possible! It is God's plan for you! It is not God's plan for you to be filled with fear! Fear is from the enemy and the enemy is out to devour whoever he can, Don't let it be you!
To change your life and let God make a difference, you must decide to change your lifestyle and take time to know God by spending time with Him.
God IS an ever present help in the time of need! But only those that know Him will be able to receive this kind of help! You must be able to trust Him. Fear and Peace cannot co-inhabit. They are constantly at war one with the other. You must choose! You will choose the one you spend the most time with! Let it be God and His Peace!
Di tulis oleh : Steven Maxwell
Yeah, hari ini yang kedua kalinya aku di panggil ma boz, padahal aku seh pengennya keluar dari neh co ini tanpa being farewell, but today he asked me again for farewell , hm..hm.. binun dan bikin pala pusink dech, coz gue gak demen ngadain farewell gethoo,lage pula gue gak mau entar banyak question mark lage tentang why i must resign from this co.
Setelah nolak pada boz sendiri, akhire sachou ( presdir ) aku yang ngomong sendiri...and said " rose... kinyobi no"sayonara party " tsukurimasu, chotto jikan ga separeto shite onegaishimasu, iro-iro junbi shimashita, sore wa noble kara no domo arigatoo gozaimashita.
" rose, hari jumat ini diadakan "farewell" tolong sediakan waktunya, segala sesuatu sudah dipersiapkan, dan ini merupakan sebagai tanda ucapan terimakasih dari Noble co. Waks..gue jadi binun dech, gue palink gak bisa nolak lage, karena sachou sendiri yang sudah memohon untuk datang di acara farewell tersebut, gue orang yang tidak begitu seneng ngadain acar-acara kayak gitu dech, yeah..apalage mereka tau gue pindah kerja karena dapat yang terbaik dari yang sekarang ini, jadi merasa gak enak gethoo dech, mo nolak dah binun, katanya udah di arrange semuanya, DP dah di bayar, dan acaranya udah di settle hikz.. gimana donk cara nolaknya lage..? Jujur gw terharu dan binun banget dech, gue niatnya keluar dari sini gak usah inget kenang-kenangan lage dech, just leave it,palink-palink juga entar kalo suatu waktu ketemu di jalan ato dimana just say hello aza.., kalo udah pake cara kayak gini kan gue jadi merasa gak enak dech... Emang seh gue gak pernah merasa kesal dengan nihonjin disini, mereka pada baek-baek ma gue, dan mereka bisa jadi patner kerja yang baik, tidak suka gossip , urusin orang lain, sibuk dan jealous gitu, mereka cuex aza dan kerja yeah kerja, saat waktunya mo seneng-seneng ya happy gethoo, gak suka sirikin orang lain, suasana dan sikap mereka yg kayak gitu yang buat gue bisa bertahan lebih lama disini, tapi sekarang semuanya itu sudah berakhir, gue akan segera meninggalkan co ini , setelah Tuhan berikan tempat baru yang terbaik buat gue, sangat senang rasanya karena gue bakal bebas dari sikap2 orang indo yang suka jealous itu.. i dont care about them, gw seh gak mau ambil pusink dengan mereka, toh yang gaji gue di kantor ini bukan mereka, tujuan gue adalah untuk bekerja,cari duit, belajar dan nambah experience aza nothing else.
So i think it's better gue kerjakan apa yg menjadi pekerjaan gue dengan baik tanpa pusingin urusan orang lain yang notabene pade suka nge-gossip etc...yeah... macem-macem dech. Sekarang lage mikirin, gimana cara nolaknya tuk gagalin acara farewell yang sudah settle, meski co yg nanggung tapi gue merasa gak enak ati dech, malez aza seh entar timbul lage banyak pertanyaan..dan jealous dari orang lain
Doooh..diary.. gimana ya baiknya...? God help me please kasih pencerahan dan keputusan apa yg terbaik buat gue. Gue tinggal 3 days later ada disini, dan bener-bener sempit banget waktu buat mikir, malah gw gak kepikiran sama sekali, karena senin depan gue udah mulai kerja di tempat baru..
Urusan segala sesuatunya masih blom kelar neh, masih banyak yang harus di selesaikan dan di persiapkan, gue jadi makin binun dan makin merasa capek pikiran aza dech. I hope all be allright dan berjalan dengan lancar-lancar aza.. gue gak mau keluar dari sini dengan menyimpan rasa kesal dan dendam dihati. God help me ya..!
Ada seorang bernama George Thomas, seorang pastor di kota kecil New England. Pada hari Paskah pagi, ia bersiap mempersembahkan misa di suatu tempat agak jauh dari kota. Ia membawa sebuah sangkar burung kosong yang sudah reyot, kotor tak terurus, dan menempatkannya di dekat altar. Alis umatnya mulai terangkat, dan mereka mulai bertanya-tanya. Dalam kotbahnya Sang Pastor mulai menjelaskan tentang sangkar burung tersebut.
Dalam perjalanan saya ke sini tadi, saya bertemu dengan seorang anak kecil melangkah berlenggang sambil mengayun-ayunkan sangkar burung ini. Di dalamnya terdapat 3 ekor anak burung liar, meringkuk kedinginan dan ketakutan.
Saya berhenti dan bertanya kepada anak tersebut: "Apa yang kamu bawa,anakku?"
Jawab anak itu: "Ah, cuma burung-burung kecil."
"Apa yang akan kamu lakukan terhadap burung-burung kecil itu?"
"Akan saya bawa pulang dan saya pakai mainan. Saya suka mencabuti bulunya, dan pasti mereka akan ribut kesakitan. Ramai. Pasti ramai dan menyenangkan."
"Ya, tapi kan cuma sebentar. Burugnnya kecil, pasti bulunya cepat habis. Lalu kalau sudah habis, mau kamu apakan lagi?"
"Saya punya 2 ekor kucing di rumah. Mereka sangat suka makan burung. Apalagi burung kecil begini. Lucu kan melihat burung-burung yang sudah tidak berbulu mencoba menghindar dari kucing. Tapi pasti kucingku akan dapat memakan mereka dengan mudah."
Saya terdiam sesaat, lalu saya tanyakan pada anak itu lagi, "Anakku, bolehkah saya beli burung-burung itu?"
Anak tersebut menatap saya dengan tercengang, lalu jawabnya, "Bapak jangan main-main. Siapa yang mau burung liar begini?"
"Berapa?"
"Bapak, burung ini liar, tidak dapat bernyanyi, tidak indah. Ini burung biasa, tidak ada istimewanya. Apa menariknya untuk Bapak?"
"Berapa?"
Si anak memandang saya dengan tajam, lalu sambil tersenyum menantang, katanya, "Sepuluh dolar."
Saya ulurkan uang sepuluh dolar kepadanya, dan ia-pun lalu meninggalkan sangkar burungnya dan segera lari menghilang sambil berteriak-teriak kegirangan. Saya lalu melanjutkan perjalanan ke sini.
Sesampai di suatu tempat yang agak rimbun, banyak pohon dan perdu, saya berhenti lagi, dan saya lepaskan ketiga anak burung tadi. Nah sampai di sini, jelaslah sudah hal ikhwal kandang burung yang diletakkan diatas altar ini."
Kemudian Sang Pastor melanjutkan khotbahnya sebagai berikut:
Suatu hari, setan dan Yesus ngobrol berdua. Setan baru datang dari Taman Eden dan lalu menyombongkan diri,katanya, "Sus, aku baru saja menguasai sebuah dunia yang penuh dengan manusia. Aku sudah siapkan berbagai bujukan bagi mereka dan pasti mereka tidak akan dapat menghindar. Pasti mereka akan termakan dengan segala tipu dayaku."
Tanya Yesus kepadanya: "Akan kau apakan mereka?"
"Pokoknya aku akan menikmati semuanya. Pasti mengasyikkan. Aku akan membujuk mereka supaya kawin cerai, saling selingkuh, saling membenci, saling mencederai dan saling bunuh. Aku akan membujuk mereka untuk menjadi pemabuk, perokok, saling caci, saling hujat. Aku akan membantu mereka untuk menemukan dan merakit bom agar lebih mudah bagi mereka untuk saling bunuh."
"Terus, kalau sudah begitu, apa yang akan kamu lakukan?", kata Yesus sabar.
"Aku akan binasakan mereka."
"Berapa yang kamu minta untuk menebus mereka?", tanya Yesus.
"Jangan bercanda. Kamu tidak akan suka mereka, Sus. Mereka itu tidak baik. Kenapa kamu tertarik dengan mereka? Aku yakin mereka akan membenci kamu! Mereka akan meludahi kamu, mencercamu, dan bahkan akan membunuhmu. Yakinlah, kamu tidak akan tertarik dengan mereka."
"Berapa?", tanya Yesus lagi, lebih mendesak.
Setan menatap Yesus tajam lalu katanya sinis, "Murah, cuma cukup air matamu dan darahmu."
DAN YESUS PUN MEMBAYARNYA TUNAI.
Sang Pastorpun mengakhiri khotbahnya.
[kumpulan artikel yang saya koleksi kiriman dari teman]
It's quiet. It's early. My coffee is hot. The sky is still black. The world is still asleep. The day is coming.
In a few moments the day will arrive. It will roar down the track with the rising of the sun. The stillness of the dawn will be exchanged for the noise of the day. The calm of the solitude will be replaced by the pounding pace of the human race. The refuge of the early morning will be invaded by decisions to be made and deadlines to be met.
For the next twelve hours I will be exposed to the day's demands. It is now that I must make a choice. Because of Calvary, I'm free to choose. And so I choose.
I choose love... No occasion justifies hatred; no injustice warrants bitterness, I choose love. Today I will love God and what God loves.
I choose joy... I will invite my God to be the God of circumstance. I will refuse the temptation to be cynical...the tool of the lazy thinker. I will refuse to see people as anything less than human beings, created by God. I will refuse to see any problem as anything less than an opportunity to see God.
I choose peace... I will live forgiven. I will forgive so that I may live.
I choose patience... I will overlook the inconveniences of the world. Instead of cursing the one who takes my place, I'll invite him to do so. Rather than complaining that the wait is too long, I will thank God for a moment to pray. Instead of clinching my fist at new assignments, I will face them with joy and courage.
I choose kindness... I will be kind to the poor, for they are alone. Kind to the rich, for they are afraid. And kind to the unkind, for such is how God has treated me.
I choose goodness... I will go without a rand before I take a dishonest one. I will be overlooked before I will boast. I will confess before I will accuse.
I choose faithfulness... Today I will keep my promises. My debtors will not regret their trust. My associates will not question my word. My partner will not question my love. And my children will never fear that their father will not come home.
I choose gentleness... Nothing is won by force. I choose to be gentle. If I raise my voice may it be only in praise. If I clench my fist, may it be only in prayer. If I make a demand, may it be only of myself. I choose self-control... I am a spiritual being. After this body is dead, my spirit will soar. I refuse to let what will rot, rule the eternal. I choose self-control. I will be drunk only by joy. I will be impassioned only by my faith. I will be influenced only by God. I will be taught only by Christ. I choose self-control. Love, joy, peace, patience, kindness, goodness, faithfulness, gentleness, and self-control. To these I commit my day. If I succeed, I will give thanks. If I fail, I will seek His grace. And then when this day is done, I will place my head on my pillow and rest.
"As long as I am in the world, I am the light of the world." - John 9:5
Mo kesaksian sedikit neh... Kata Firman Tuhan kita harus menjadi saksinya dimanapun kita berada. Udah lama pengen nulis tapi kayaknya tersendat mulu maklum di samping agak sibuk, gak bisa ngungkapin isi hati dalam tulisan tuk dibaca orang lain Gue cuman mo bilang terimakasih banyak buat Tuhan YESUS yang sudah begitu baik didalam hidupku, meski aku sering mengeluh, menangis, merajut dan bahkan marah pada Tuhan..:p sangkin banyakna mungkin problema hidup ini, masalah yang sering datang beruntun, belom selesai masalah yang lain udah datang lage masalah yang baru, hal ini sering membuat aku ampir stress, bahkan sering bilang ke Tuhan, napa seh Tuhan aku harus terlahir begini..? napa harus terlahir sebagai sulung di keluarga ini? mengapa bebanku begitu berat banget, aku capek, aku letih..napa Tuhan gak bawa aku pulang..? God take me home..take me home..i'm really tired... bener-benar gak sanggup lage menghadapi semua. Masalah dikeluargaku sendiri, di tempat kerja dan orang2 disekitarku, datang silih berganti, napa seh..? aku berusaha dekat ma Tuhan tapi yang datang cuman cobaan molo..? masalah molo..? ampe pernah suatu kali aku bertanya ma seorang kaka rohani, napa Tuhan begitu cuex ma aku..? koq kayakna kagak peduli...? mengapa harus berlinang airmata terus..? aku capek banget dengan kehidupan ini, aku sudah semakin gak kuat.. Tapi ketika si kaka itu bilang... sapa bilang ikut Tuhan itu gampang...? kalo gampang-gampang aza mah..smua orang nanti bisa dgn gampang nya saza datang ke Tuhan, abiz tuh lupa dan tinggalin begitu udah dapat apa yang mereka inginkan. Kemudian dia memberitahu aku perumpamaan tentang pemahat,dan pendulang emas, yeah..perumpaan itu sangat menyentuh aku,dan membuka mata hati dan pikiran aku. Ternyata selama ini aku hanya bisa merenget-renget pada Tuhan, ketika DIA sedang memahat aku supaya lebih indah, tanpa mensyukuri apa yang sudah aku terima selama hidupku. Perkataan si kaka itu aku renungkan, aku pikirkan, dan ku ingat semua kejadian-kejadian yang sudah terjadi dalam hidupku, dan berkat-berkat apa yang sudah aku terima sepanjang hidup, aku menerimanya dengan gratis, tapi tuk bersyukur saja kadang aku lupa.. betapa egoisnya aku kepada Tuhan, aku cuman bisa menuntut banyak dari DIA, tapi gak pernah mengingat betapa banyak hal-hal yang indah di dalam hidupku. Jalan Tuhan emang tak bisa diselami, dan perbuataan tanganNya tak pernah bisa gagal, semua yang dikatakan di dalam Firmannya tiada yang mustahil. Kalo dulu aku merasa gagal ga bisa lanjutin study ke sekolah yang aku impikan, Tuhan punya cara lain kepadaku tuk bisa lanjutkan studyku dan aku bisa tetep stay tuk berada diantara keluargaku dan ikut menopang mereka. Semuanya memang sudah terancang indah..dan indah pada waktunya, dan tak satupun rencanaNya yang gagal. Studyku bisa kulanjutin, dan aku juga bisa menikmati apa yang aku cita-citakan dari masa kecil tanpa aku harus membebani orang tuaku, malah mereka bisa bangga dengan aku, karena melihat apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidupku. I thank God for everything..! Masalah dikeluargaku berangsur-angsur pulih, membaik, hubungan kelaurga yang mungkin tidak begitu baik, pelan-pelan pulih, adik-adik aku mulai sadar dan merubah sikapnya, ipar aku yg lon kerja sekarang dapat kerja yang lebih layak.. thanks God..bebanku serasa lebih ringan.. Satu hal lage yang membuat aku bersukacita adalah, ketika aku berdoa, Tuhan berikan aku kesempatan tuk bekerja ditempat lain, aku pengen suasana baru, bertemu dengan orang-orang baru, tidak lama setelah itu Tuhan berikan kesempatan itu padaku, aku merasa begitu mudahnya minta apa aza sama Tuhan ketika aku benar-benar percaya dan mengandalkan DIA. Terimakasih Tuhan Yesus..terimakasih juga temen-temen yang sudah sering mendukung aku dan mendoakan aku, yang sering share dan support aku secara rohani.. God is good.. YES..God is good, His love never ending. Shu wa honto ni subarashii..! I love You Lord, itu aza yang bisa aku share, betapa baiknya Tuhan itu di dalam hidupku. salam, rose
| Page:
|
|
|
4 |
|
|