Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

imey0106
PROFILE   GALLERY   BLOGS   GUESTBOOK   FRIENDS   FAVORITES  
 


Viewing 19 - 27 out of 30 Blogs.


<< First  < Previous | Page:  1 | 2 | 3 | 4 | Next >  Last >>


Don't We All
Posted On 02/12/2008 04:24:45

I was parked in front of the mall wiping off my car. I had just come
from the car wash and was waiting for my wife to get out of work.
Coming my way from across the parking lot was what society would
consider a bum.
From the looks of him, he had no car, no home, no clean clothes, and no
money. There are times when you feel generous but there are other times
that you just don't want to be bothered. This was one of those "don't
want to be bothered times."
"I hope he doesn't ask me for any money," I thought.
He didn't.
He came and sat on the curb in front of the bus stop but he didn't look
like he could have enough money to even ride the bus.
After a few minutes he spoke.
"That's a very pretty car," he said.
He was ragged but he had an air of dignity around him. His scraggly
blond beard keep more than his face warm.
I said, "thanks," and continued wiping off my car.


He sat there quietly as I worked. The expected plea for money never
came.
As the silence between us widened something inside said, "ask him if
he needs any help." I was sure that he would say "yes" but I held true
to the inner voice.
"Do you need any help?" I asked.
He answered in three simple but profound words that I shall never forget.
We often look for wisdom in great men and women. We expect it from
those of higher learning and accomplishments.

 I expected nothing but an
outstretched grimy hand. He spoke the three words that shook me.
"Don't we all?" he said.

I was feeling high and mighty, successful and important, above a bum
in the street, until those three words hit me like a twelve gauge
shotgun.
Don't we all?
I needed help. Maybe not for bus fare or a place to sleep, but I
needed help. I reached in my wallet and gave him not only enough for bus
fare, but enough to get a warm meal and shelter for the day. Those
three little words still ring true. No matter how much you have, no matter
how much you have accomplished, you need help too. No matter how little you
have, no matter how loaded you are with problems, even without money or
a place to sleep, you can give help.

Even if it's just a compliment, you can give that.
You never know when you may see someone that appears to have it all.
They are waiting on you to give them what they don't have. A different
perspective on life, a glimpse at something beautiful, a respite from
daily chaos, that only you through a torn world can see.
Maybe the man was just a homeless stranger wandering the streets. Maybe
he was more than that.

Maybe he was sent by a power that is great and
wise, to minister to a soul too comfortable in themselves.

 Maybe God looked down, called an Angel, dressed him like a bum, then said, "go minister to that man cleaning the car, that man needs help."
Don't we all?

 

source by email 

Tags: Inspirational Motivating


The Window (Last Chapter)
Posted On 02/11/2008 01:31:03

Moral of the story:

The pursuit of happiness is a matter of choice...it is a positive attitude we consciously choose to express. It is not a gift that gets delivered to our doorstep each morning, nor does it come through the window. And I am certain that our circumstances are just a small part of what makes us joyful. If we wait for them to get just right, we will never find lasting joy.

The pursuit of happiness is an inward journey. Our minds are like   programs, awaiting the code that will determine behaviors; like bank vaults awaiting our deposits. If we regularly deposit positive, encouraging, and uplifting thoughts, if we continue to bite our lips  just before we begin to grumble and complain, if we shoot down that seemingly harmless negative thought as it germinates, we will find that there is much to rejoice about.

Tags: Motivating


Polisi Kere
Posted On 02/04/2008 18:19:54

Pagi ketika aq datang kekantor, macetttttt. ternyata ada pemeriksaan polisis, aq lurus aja, tiba2 dijalan ada polisi yang menyuruhku bertepi... saat hendak menepi, pikiran muncul, ada salah apa ya? mmm, sabuk pengaman? kupake, ada apa yah?

"Selamat Pagi Bu"... polisi aneh itu menyapaku,. kemudian dia menanyakan sim, surat-surat kendaraan, kotak p3k, dan laen-laen, mengucapkan terima kasih dan.. eehhhh.... "Sebentar Bu, bemper mobil anda, kenapa gak ada?"... Cuapek deh.. bemper??? o no... ada2 aja, dasar polisi. masak cm gara-gara bemper aq mesti ditilang?.

Sontak aja aq nanya "Kenapa Pak? bemper aq emank gak dipasang coz, sebelumnya karena abis disenggol mobil laen waktu di parkiran" (kebetulan emank aq bawa mobil papa, karena mobilku abis kecelakaan sabtu kemaren).

si polisi ngotot mau nilang aq, aq pun ngotot tak mau ditilang, karena kalo emank si bemper itu bermasalah, kenapa gak dari kemaren2 aja ditilang, kenapa baruu sekarang? ada2 aja si polisi. Tak puas, dia langsung mengeluarkan nota kecil dari sakunya, menuliskan surat tilang buatku. Langsung aja aq ambil hape dan menanyakan namanya karena merasa gak masuk akal.. Sambil bertanya kuarahkan kamera hapeku, polisi itu kemudian berusa ha menghindar dan berkata, kalau gak mau di tilang, udah, selesaikan secara baik-baik aja deh..

Baru tau kalo si polisi ngais rejeki pagi-pagi,... dasar polisi kere....

Aq gak kasi comment, tapi langsung berkata, "Loh pak, saya kan gak salah? kenapa mesti ada masalah? gini aja deh, saya photo bapak, sekalian namanya, biar nanti aq ke poltabes, ngelapor sendiri, n tanya disana, apa bemper mobil itu termasuk dalam kesalahan sehingga mesti ditilang?" si polisi kere itu sambil maki-maki menyuruhku pergi...

wkwkwkwkwk..... mank enak??????

Tags: Catatan Kecilku


Perilaku buruk orang tua
Posted On 02/03/2008 04:12:34
Ada beberapa perilaku buruk orang tua yang secara tidak langsung mempengaruhi perilaku anak di dalam rumah tangga. Salah satunya adalah Merasa Gengsi untuk Menyapa terlebih dahulu ketika kita memarahi anak kita terlebih dahulu secara berlebihan.

Apabila kita sudah terlanjur marah besar terhadap anak kita, biasanya rasa marahnya terbawa sampai berhari-hari, ya tentu saja pada ujungnya kita akan enggan menyapa anak kita ataupun sebaliknya karena rasa kesal ditambah rasa gengsi yang mengganjal. Masing-masing menunggu untuk memulai lagi hubungan yang normal. Jika ini terjadi berarti kita telah membuat suatu kerancuan dalam proses mendidik anak, anak kita tidak bisa lagi membedakan apa yang salah, apakah perilakunya? Atau dirinya secara pribadi. Anak kita akan merasa bahwa secara pribadi dia juga kurang disukai dan biasanya hal ini akan membuat dirinya agak menderita, padahal dalam proses mendidik anak kita harus jelas menyampaikan pesan moralnya bahwa yang tidak kita sukai adalah perilakunya dan bukan pribadinya.

Siapakah seharusnya memulai hubungan ini kembali? Ya, tentunya orang tuanya yang memulai manakala anak kita mulai menunjukkan tanda-tanda perdamaian dan mulai mau mengikuti apa yang kita inginkan. Jangan tunda-tunda lagi, segeralah memulai pembicaraan dengannya, ajaklah kembali bicara seperti biasanya, jika perlu mintalah maaf atas apa yang terjadi pada kita dan anak kita dan biasanya anak kita pun akan ikutan untuk meminta maaf. Jelaslah dengan ini pula kita memberi pesan bahwa sesungguhnya yang tidak kita sukai adalah perilakunya dan bukan anak kita secara pribadi.

Tags: Inspirational


Jangan Pernah Berhenti Mencintaiku
Posted On 02/01/2008 18:00:31

Beribu hari kulalui bersama Engkau
Kekasih hatiku,..
Berliku jalan kulewati bersama Engkau
Dambaan jiwaku,..

Walau badai menghadang
dan ombak yang menerjang
Namun keyakinanku
Kau kan s'lalu ada menopang hidupku

Jangan pernah berhenti mencintaiku
Yang kutahu akupun mengasihiMu
Seharusnya kutau sejak dari dulu
Sehingga kutak tersesat dan kukan bertahan demi cintaMu..

mey suka banget ma lagu ini, punya makna tersendiri dihati. Keinginan dan kerinduan untuk selalu ada dihati Bapa.

Luv U Dad...

Tags: Song Inspirational Catatan Kecilku


Cinta tanpa syarat
Posted On 01/31/2008 20:32:38

 

Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek  yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya.  "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi....kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."

Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."

 

Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.

 

dikutip dari smart motivating Smart FM

special thanks for Peter Waworundeng

Tags: Smart Motivating


Bahasa Cinta dalam Keluarga
Posted On 01/30/2008 22:59:31

 

Suatu keluarga adalah lingkaran indah yang terbentuk dari suatu hubungan komitmen, percaya dan cinta, kasih sayang, perlindungan dan hal-hal positif lain yang membentuk menjadi satu yaitu dasar awal suatu rumah tangga.

 

Ada banyak hal yang membuat suatu rumah tangga itu bisa berhasil, bisa juga tidak. Nah, semua orang pasti menginginkan suatu rumah tangga yang harmonis. Bagaimana cara agar bisa menciptakan suatu hubungan yang indah di dalam keluarga? Pertanyaan seperti ini kerap kali muncul dalam benak.

 

Pagi tadi ketika hendak berangkat ke tempat kerja, dimobil aku mendengarkan suatu dialog interaktif di salah satu radio bisnis di kotaku yang kebetulan membahas masalah ini. Banyak yang diungkapkan tapi menurutku itu semua hanya sebatas teori yang pada umumnya susah atau mungkin karena kurang usaha sehingga tidak tercipta sesuai dengan yang kita harapkan.

 

Intinya adalah komunikasi. Bagaimana kita berkomunikasi dengan suami, istri dan anak-anak. Membicarakan hal-hal secara bersama-sama. Mentuntaskan masalah tidak sendiri, tapi melibatkan diri dalam kondisi tersebut.

Berilah cinta bila dia membutuhkan cinta, berilah sentuhan bila dia membutuhkan sentuhan, berilah perhatian bila dia membutuhkan perhatian.

 

Mengungkapkan bahasa cinta berikutnya adalah ada di posisi yang sama dalam arti memposisikan dalam keadaan yang sama.

Ada kalimat berkata menangislah dengan orang yang menangis, tertawalah dengan orang yang tertawa. Seorang istri misalnya, akan lebih berarti bila dia bisa memposisikan diri sebagai seorang suami yang diperhadapkan masalah, ketika suami kita diperhadapkan masalah, sehingga kita tau apa yang suami kita rasa. Tapi yang terjadi kadang adalah konflik, yaitu ketika kita berkomunikasi dengan suami yang sedang bermasalah dengan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu perlu untuk dikomunikasikan. Karena itu kita perlu bisa mengkomunikasikan bahasa cinta pada tempatnya dengan seseorang yang kita kasihi, kita cintai, istri atau suami kita dirumah, terhadap anak-anak sendiri.

 

Selain itu sentuhan, aku rasa sentuhan itu perlu dalam bagaimana mengkomunikasikan bahasa cinta di dalam keluarga. Ada pendapat bahwa sentuhan itu tidak terlalu perlu. Itu salah, karena sentuhan itu menjabarkan perasaan dan kata-kata yang mungkin tidak dapat diungkapkan. Itu bentuk lain dari bahasa cinta.

 

Percaya juga adalah bentuk lain dari bahasa cinta untuk memenuhi kebutuhan emosi. Kita tidak bisa hanya menuntut lebih dalam kasih sayang tapi bagaimana mencintai dan membina rasa percaya terhadap pasangan kita sendiri.

 

Memberikan yang terbaik dalam arti membantu orang-orang yang kita cintai baik itu anak-anak, suami atau istri atau orang tua dalam menjadi sesuatu yang dia impikan.

Kita berikan dukungan, suport, waktu untuk membuat pasangan atau orang yang kita cintai untuk mencapai mimpi-mimpinya.

 

Selain itu, yang terutama di atas segalanya adalah mendekatkan diri dengan Tuhan. Ketika keluarga kita ditimpa masalah, Tuhan adalah jalan terbaik untuk menemukan jalan keluar, dengan berdoa dan berserah penuh, mempercayakan kehidupan keluarga kita di dalam Tuhan, hidup bertumbuh dan didasarkan iman kepada Tuhan adalah pondasi utama di dalam keluarga.

 

Karena itu kita perlu membentuk keluarga yang kudus di dalam Tuhan.berkomunikasi dengan bahasa cinta, belajarlah untuk memberi cinta dengan hati yang tulus kepada orang-orang yang kita cintai. Akan membuat kehidupan keluarga kita tumbuh menjadi harmonis dan keluarga yang diberkati oleh Tuhan.

 

 

Tags: Inspirational Catatan Kecilku


The Wedding
Posted On 01/29/2008 23:48:43
Kamis, 29 Januari 2004
Manado Grand Palace

mmm………………
that’s my wedding day… (seharusnya)

mestinya hari itu aku menjadi seorang yang sangat berbahagia.
mestinya saat itu aku sudah melepas lajangku dengan pria istimewa yang mencuri hatiku.
mestinya sekarang aku hidup bersama keluargaku sendiri, punya suami dan anak-anak yang kukasihi.
mestinya detik ini hidupku berubah.
mestinya hari ini aku ngerayain ultah pernikahanku yang ke-4.

Tapi semuanya sudah direncanakan oleh Tuhan.
Aku hanya bisa sampai merencanakannya, Tuhan yang menentukan yang terbaik bagiku.
Dulu, aku mesti butuh waktu berbulan-bulan untuk melupakan kejadian menyakitkan itu, bahkan aku mesti pergi untuk tidak mengingatnya lagi.
Sekarang, setelah aku diperhadapkan dengan situasi seperti ini lagi, aku cuma butuh waktu 3 hari untuk meratap dan mengurung diri di kamar, 2 hari untuk pemulihan, dan 2 hari untuk melupakan pria itu. Lelaki yang pernah hadir di hidupku dan akhirnya pergi dengan wanita lain pilihannya tanpa penjelasan bahkan meminta restu dariku.

Menyakitkan memang, tapi aku sudah mulai terbiasa menghadapi situasi seperti ini,...

Sekedar mengingat kembali,
Waktu itu.... seminggu sebelum pernikahanku, aku pergi mengecek gaun warna gading model kemben dengan potongan selutut didepan dan sedikit terbuka dipunggung dan panjang belakangnya, karena seminggu sebelumnya bajunya terlalu besar buatku pakai, sudah beres. Begitu juga dengan foto pre-weddingku yang sudah selesai dan kartu-kartu undangan yang siap dijalankan. Gedung tempat resepsi bahkan persiapan untuk resepsinya sendiri benar-benar sudah matang. Semua surat-surat sudah lengkap dan tinggal menunggu saat yang ditentukan.
Entah mengapa, semuanya terjadi begitu cepat dan ........

Pernikahanku batal, dan semuanya hanya berakhir dengan air mata.
Waktu itu aku terpukul dan sama sekali tak bisa menerima kenyataan, membiarkan diri sendiri terkurung dalam kesedihan yang mendalam dan menyiksa diriku sendiri ternyata tak mampu merubah kenyataan.
Doa papa dan mamaku yang mampu merubah suasana hatiku. Siang dan malam tak henti-hentinya mereka berdoa buatku, sampai aku akhirnya menyadari kenyataan yang ada dan berusaha untuk menerima semuanya dan menjalani kehidupan seperti biasanya lagi.

Kami memang berbeda kultur dan keyakinan. Mungkin itu yang tak bisa menyatukan kami. Sampai sekarang, aku masih punya komunikasi dengannya, walau sebatas teman biasa saja.

Berusaha untuk menjadi kuat dan tegar dalam segala hal itu tekadku.

Aku perempuan,
Dan aku tak mau tersiksa dengan perasaan-perasaan murahan yang menyayat batin.
Karena aku,
Perempuan yang luar biasa tangguh menghadapi berbagai masalah.
Dan karena aku,
Adalah perempuan yang dikasihi Allah Bapa di surga.
Yang sudah membentengi aku dari berbagai masalah hidup.
Apapun itu, aku tak akan pernah takut menghadapinya
Karena Tuhan ada dipihakku.

Sekarang, mengingat ini semua hanya membuatku tersenyum, karena ternyata aku mampu melewatinya.

Pernikahan,..... aku percaya suatu saat aku pasti akan melewatinya....

Dan buatku sekarang, itu bukan lagi suatu kewajiban, sesuatu yang harus dilakukan.
Punya seorang lelaki istimewa dalam hidup itu mungkin impian setiap wanita didunia. Tapi buatku, itu tidaklah terlalu penting karena tanpa kucari Tuhan sudah menyediakannya bagiku. Seorang yang terbaik dari semuanya.

Tags: Catatan Kecilku


Gadis Pacenongan
Posted On 01/28/2008 21:19:15

Seperti biasa, jam 12 siang aku duduk istirahat mendengarkan radio favoritku.
dan siaran yang kutunggu-tunggu tiba juga.

Bagaikan duduk di kafe sambil minum capucino, demikian kafe etos dihidangkan untuk smart listener.

Aku sampai hafal kata pembukanya...wakakakk.......

kali ini kafe etos bercerita tentang etos kehormatan.
kisah etos yang gurih dan renyah yang menuntun inspirasi dan pencerahan tentang fenomena etos dalam berbagai seting kehidupan.... ( i like this one )

Gadis Pacenongan

Kisah ini terjadi di jalan pacenongan jakarta, saat beberapa pengurus sebuah yayasan makan malam di warung kaki lima sesudah mengadakan rapat. Begitu duduk mereka langsung diserbu pedagang asongan dan seorang diantara pengasong itu adalah seorang gadis kecil berusia kurang lebih 10 tahun. Ia menjajakan kue. Namun karena sibuk berdiskusi, kehadiran para pedagang asongan ini tidak mereka hiraukan. Saat pesanan tiba para pengasong itupun mundur satu per satu, sebagian mengalihkan dagangannya ke tamu lain sisanya beristirahat dipinggir jalan, namun gadis kecil itu tetap bertahan. Dengan tabah dan sabar dan sorot mata yang membujuk, ia berdiri disamping tamu yang duduk itu.

Tekad gadis ini membuat seorang ibu jatuh iba, ia membuka dompetnya mengeluarkan uang pecahan seribu rupiah dan menyodorkannya kepada si gadis. Namun gadis ini hanya menggelengkan kepalanya. Sang ibu menambahkan seribu rupiah lagi, tapi dia tetap menolaknya. “Barangkali kurang” demikian batin si ibu, ia pun menambah menjadi tiga ribu. Aneh, gadis ini tetap menolak. Sikap gadis ini menarik perhatian semua tamu yang ada dimeja tersebut, lalu seorang bapak berkata dengan nada heran ”Dik, kenapa ditolak?”. Gadis kecil itu berkata ”Kata ibu saya tidak boleh mengemis, saya harus jualan”. Jawaban gadis ini menyentakkan perasaan, mereka takjub dan kagum bagaimana mungkin gadis ini menolak pemberian tiga ribu rupiah yang menurut taksiran jika dia mampu menjual seluruh kuenya untungnya tidak akan sebesar itu demi sebuah prinsip. Para tamu tersentuh dan tiada pilihan lain, merekapun membeli semua kue-kue gadis ini seharga lima belas ribu rupiah. Setelah itu barulah gadis kecil ini tersenyum, mengucapkan terima kasih dan meninggalkan mereka.

Kisah ini bercerita tentang harga diri, mengemis itu tidak haram tetapi sudah tentu pekerjaan tidak terhormat. Ketegaran gadis kecil penjual kue yang tidak mau menerima belas kasihan dan bersikuku menjual dagangannya patutlah dicontoh. Penampilan luar sering menjadi acuan harkat dan martabat seseorang. Semakin keren atau bermerek penampilan seseorang, perhatian semakin tertuju padanya. Mungkin benar, penampilan luar yang mentereng, busana mahal, perhiasan yang mengkilap, kendaraan mewah bisa menjadi tanda bahwa orangnya berasal dari kalangan atas. Namun kalau mentalnya dibedah, mungkin mental pengemis yang akan ditemui. Sebaliknya orang sederhana yang selalu dipersepsi sebagai kelas bawah tetapi bisa jadi kemandirian mereka justru lebih tinggi. Gadis kecil tadi mengajarkan, kehormatan bukanlah apa yang kita tampilkan keluar, namun apa yang kita pancarkan dari dalam. Itulah budi pekerti, ketegaran, keterhormatan.

Dalam bekerja tentung saja keterhormatan, harga diri martabat adalah sangat penting dan itu semua kita wujudkan menjadi karya yang berkualitas yang menonjol yang excellent. Etos kali ini berbicara tentang kehormatan.
Marilah kita menjaga harga diri kita agar tetap tinggi dengan menolak melakukan hal-hal yang hina.



dikutip dari "Kafe Etos" Smart FM Manado
Special thanks for Peter Waworundeng

Tags: Smart Etos Inspirational




<< First  < Previous | Page:  1 | 2 | 3 | 4 | Next >  Last >>



*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS