Viewing 10 - 10 out of 10 Blogs.
Di tengah suatu padang gurun,
seorang pengembara yang sedang bergumul untuk bertahan hidup karena kehabisan air minum,
akhirnya menemukan sumber mata air minum satu-satunya di daerah tersebut.
Dan dia menemukan sepucuk surat tersimpan di dalam kaleng yang terikat pada pompa tua yang terpasang di sumber mata air tersebut.
Isi suratnya adalah sbb.:
“Pompa ini berfungsi sebagaimana mestinya karena saya telah mengganti perangkat penghisap di dalamnya yang seharusnya bisa bertahan cukup lama.
Namun bagian penghisap ini pasti akan kering setelah beberapa saat dan perlu ‘dipancing’ kembali dengan air.
Nah, di bawah batu yang berwarna putih,
jauh dari sinar matahari saya telah mengubur sebotol air bersih.
Di dalam botol itu tersedia cukup air untuk dapat dipakai memancing air dari sumur.
Namun airnya akan kurang apabila air tersebut anda minum terlebih dahulu.
Percayalah, sumur ini tidak pernah kering.
Setelah anda berhasil mengeluarkan air dari sumur, jangan lupa untuk mengisi penuh botol ini kembali dan kuburkan botol ini ke tempat semula untuk orang lain yang membutuhkannya.
Tertanda. Temanmu di saat haus. P.S: Ingat, jangan minum isi botolnya, pakailah untuk memancing pompanya, maka anda akan mendapatkan air jauh lebih banyak dari yang anda butuhkan.”
Saudara dapat membayangkan pergumulan di dalam batin orang ini, antara segera menyelamatkan diri dengan meminum isi botol tersebut atau mempergunakannya untuk mendapatkan air yang lebih banyak dari sumur, seperti yang dijanjikan surat tersebut. Namun, sesungguhnya kepercayaannya kepada surat tersebut untuk kemudian melakukan persis seperti yang dianjurkan surat tersebutlah yang akan membuat dia dapat tetap bertahan hidup.
Bukankah dalam kehidupan rohani kita sering menghadapi pergumulan yang sama? Kita cenderung melakukan apa yang kita anggap sebagai sesuatu yang lebih pasti karena kasat mata dan ada di depan kita, dibandingkan dengan percaya kepada firman Tuhan yang sering kita anggap mengandung ‘risiko’ untuk ditaati.
Alkitab bukanlah sekadar “surat” yang berisi janji-janji yang tidak teruji. Alkitab adalah kebenaran yang dapat memenuhi lebih dari semua yang Anda butuhkan. Namun, dibutuhkan Iman saudara untuk melakukan apa yang Dia perintahkan-Nya, dan Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan.
Apabila Anda mempergunakan apa yang ada di dalam tangan Anda dan memiliki Iman kepada-Nya dengan melakukan seperti apa yang difirmankan-Nya, maka Anda menemukan lebih dari dari semua yang Anda butuhkan di dalam segala aspek kehidupan Anda. Firman Tuhan berkata bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman kita menjadi sempurna.
Tuhan Memberkati
Tags: Faith