nice..gw suka threads ini...membangun bgt...
banyak belajar gw ttg JC hehehe...thx adjie
good posting
gw suka bgt ama yg ini.....hati gw lgsg merasa seneng n bersalah ngeliat ini..biz br berbuat ssuatu yg salah..Originally Posted by adjie
nice..gw suka threads ini...membangun bgt...
banyak belajar gw ttg JC hehehe...thx adjie
good posting
iya nih, kata2 ini bagus bngt, membangun n semoga bisa menjamah hati bnyk org ^^
amin
Bocor
Masih ingatkah kita bahwa JC sebagai sumber air hidup? Ketika kita haus dan datang minum, maka akan ada aliran-aliran air yang begitu deras memenuhi kolam hati kita. Entah masih mengalirkah saat ini aliran-aliran air dari sumber air hidup itu? Mungkin keran air itu sudah tertutup karena kita baru saja mendukakan Roh Kudus? Ataukah kita pernah memeriksa apakah kolam hati kita tidak bocor?
Seperti kebocoran yang terjadi pada kolam Betesda (kolam pengampunan), yang tidak mampu menjangkau orang yang sudah 38 tahun menunggu di pinggir kolam itu, hingga harus JC sendiri yang mengasihi orang itu, dengan kasihNya yang sama persis yang kita terima dahulu. Bukankah ini menunjukkan adanya kebocoran pada kolam hati kita, apakah kita kekurangan kasih pengampunan JC? Sehingga tidak ada lagi luapan air yang berlimpah. Kita tidak lagi bersemangat berkata "sudah kepalang basah", tapi malah terus meminta biar Roh Kudus saja yang bekerja.
Dan pastinya JC tidak akan mempercayakan kita sebagai kolam Siloam (Yang diutus). Kolam dimana JC mempercayakan jiwa-jiwa baru untuk dibasuh di situ. Karena kita menjadi seperti orang Farisi yang lebih mempersoalkan siapa yang menyembuhkan orang buta (jiwa baru). Kita, dengan kemampuan yang terbesar, dengan metode terbaru...bla bla bla...pada kenyataannya sama saja hanya mampu menampung jiwa-jiwa yang disukai saja. Karena kalo kita membanding-bandingkan diri kita dengan sesama manusia juga, maka hasilnya pun sama saja yaitu manusia yang kolam hatinya bocor. Seperti anak kecil yang punya cita-cita "menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan dunia"...tapi "dunia" yang dimaksud adalah "dunia"nya sendiri.
Kita perlu studi banding dengan JC, yaitu saat JC mau di salib, hati JC yang sedang sangat sedih namun tetap berusaha menahan agar tidak terjadi kebocoran yaitu supaya jangan terjadi apa yang JC kehendaki melainkan apa yang Bapa di sorga kehendaki.
Spiderman
Proses Petrus menjadi Penjala manusia diawali dari suatu peristiwa mujizat yang pernah terjadi padanya. Yaitu ketika Petrus pulang dari laut tanpa membawa ikan seekorpun. Lalu Jesus datang dan memakai perahu Petrus sebagai sarana untuk berkotbah kepada orang banyak. Setelah selesai, Jesus menyuruh Petrus kembali ke tengah laut dan menebarkan jalanya. Meskipun Petrus ragu namun tetap mau melakukannya. Kemudian terjadilah mujizat, jalanya sampai koyak karena penuh dengan ikan yang melimpah ruah. (Luk 5:1-11)
Entah disengaja atau tidak, peristiwa ini kembali terjadi pada Petrus tapi dengan situasi yang berbeda, yaitu pada situasi Jesus yang baru saja mengalami kebangkitan. Ternyata situasi ini membuat Petrus tidak bisa mengenali Jesus, atau mungkin juga karena Petrus masih sedih dan bingung dengan kematian Jesus di kayu salib.
Namun meskipun tidak mengenali Jesus, anehnya Petrus mau saja ketika disuruh menebarkan jalanya kembali. Kali ini Petrus tidak disuruh kembali ke tengah laut, tapi cukup menebarkan jala di sebelah kanan perahunya saja. Saat itu perahu Petrus sudah berada di dekat pantai. Dan mujizat yang dulu pernah terjadi pada Petrus, terjadi kembali. Tapi kali ini jalanya tidak koyak sama sekali meski penuh dengan ikan persis seperti yang dulu. (Yoh 21: 1-14)
Pernahkah kita berpikir apakah bedanya Petrus dengan kita? Bukankah kita taat iya, menyangkali Tuhan juga iya...hehehe...kenapa Petrus selalu diberi kesempatan untuk memulihkan imannya dengan mujizatNya, sementara kita ketika sedang mengalami krisis iman, Tuhan seakan diam seribu bahasa?
Petrus sebenarnya juga mengalami kritis iman, terbukti setelah Jesus di salib, Petrus menjadi nelayan kembali seperti dulu ketika dia belum bertemu dengan Jesus. Bukankah ini bentuk "penyangkalan" kepada Jesus untuk kedua kalinya?
Di antara kesamaan kelemahan Petrus dengan kita, namun ada satu hal yang perlu kita perhatikan, yaitu jalanya. Meskipun Petrus sedang krisis iman, tapi Petrus tidak asal-asalan memakai jalanya. Petrus tidak lagi memakai jala lama yang pernah koyak dahulu. Bukankah Petrus hanya perlu memperbaiki jalanya yang rusak dulu atau membeli jala yang baru dengan kapasitas ikan yang wajar. Tapi Petrus memakai jala yang bukan hanya sekedar baru, tapi jala yang lebih kuat dengan kapasitas ikan yang sangat besar!!! Mungkin kita berkata mungkin ini termasuk mujizat Tuhan, tapi kalo iya kenapa jala yang dulu rusak? Bukankah sama-sama "menampung" mujizat Tuhan?
Iya, jelas kita tidak bisa menghindari krisis iman. Tidak masalah, berapa kali kita menyangkali Tuhan atau seberapa besar keinginan kita meninggalkan Tuhan, karena semua itu menjadi tidak berarti lagi ketika kita sanggup menemukan secuil saja pengalaman iman kita dan segera menggunakannya.
Just close your eyes and hear the sound inside of you. Something inside that makes you do what you got to do.
renungan yg spiderman kereenn mas adjie ^___^!
pas bangett ama yg lagi aku pikirin ;p
btw kpn maen2 ke Bdg lagii neehh ;p hehe
If things look bad and make u sad
PRAY and SING
LORD will give u REJOICE
visit my blog:
www.agoenk.co.nr
DetikMu
terdengar suara detik jam di dinding itu
sedang asyik bermesraan dengan keheningan
dalam kecemburuan aku memanggil-manggil namaMu
segeralah datang, jangan tinggalkan aku sendirian
haruskah aku sperti detik jam di dinding itu?
tak henti menyanyikan kidung-kidung cinta kepadaMu
karena cintaMu yang telah ada dan akan selalu ada
hey kemanakah suara detik jam di dinding itu?
dalam kebisingan aku tidak bisa lagi mendengarnya
dalam kebisinganku aku juga tidak bisa merasakanMu
sayup-sayup kudengar kembali suara detik jam di dinding itu
memanggil keheningan, meski tahu tidak bisa segera datang
aku terdiam dan hanya bisa mendengar desahan nafasku
bodohnya aku, ternyata Kau hadir dalam desahan nafasku
It's great bro... tks banget lho dah memberkati kita2...
renungannya memberkati banget..g jd tambah bertumbuh ni..thx yah
Stupid
Seandainya kita adalah salah satu dari sepuluh gadis dalam perumpamaan sepuluh gadis bodoh dan gadis bijaksana. Entah kita termasuk yang bodoh atau bijaksana, tapi ada baiknya kita jawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
Apakah hal yang bodoh karena menunggu terlalu lama hingga tak sadar kita menjadi tertidur? Bukankah gadis bijaksana pun ikut tertidur.
Apakah hal bijaksana jika selalu membawa minyak tambahan supaya lampu terus menyala dengan perkiraan waktu yang tidak jelas? Bisakah kita selalu siap sedia seperti itu? Jujur, sangat meragukan kita bisa seperti gadis bijaksana.
Ketika gadis bodoh datang kembali dari membeli minyak dan setelah pintu ditutup. Disini Jesus tidak mempermasalahkan soal terlambat, tapi Jesus malah menjawab "Aku tidak kenal kamu". Terbukti Jesus masih tidak bisa mengenali gadis bodoh itu meski pelita sudah diisi minyak. Ternyata Jesus juga tidak mempersoalkan minyak atau pelita.
Lalu tindakan bodoh apakah yang sampai-sampai Jesus tidak mau lagi mengenali gadis bodoh itu? Coba perhatikan ketika gadis bodoh terbangun karena mempelai datang. Disitu digambarkan bahwa sebenarnya lampu belumlah padam. Tapi gadis bodoh begitu paniknya malah pergi meninggalkan mempelai yang sudah datang. Tiba-tiba jiwa gadis bodoh merasa ga pede ketika mengetahui lampunya hampir padam. Mereka berusaha untuk bersembunyi dibalik pelita yang menyala terang. Itulah sebabnya mereka memerlukan minyak.
Ada ayat yang menggambarkan suatu kebodohan ini, yaitu "Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu." (Matius 5:15)
Sungguhkah kita benar-benar menyukai terang? Jawaban saya adalah iya saya suka, tapi tidak seterang itu! Bukan tidak mungkin, setelah meletakkan lampu di atas kaki dian. Tapi beberapa saat kemudian, saya meletakan pelita itu dibawah gantang. Kenapa? Silau man!! Seberapa lama kita sanggup menjadi terang di dalam kehidupan ini?
Seandainya saja gadis bodoh itu memberanikan diri untuk tetap menyambut mempelai walau dengan lampu yang hampir padam. Mungkin kita akan mendapat gambaran sebenarnya seberapa minimum terang yang Jesus inginkan dalam hidup kita, karena terus terang kita tidak bisa terang terus hehehehe
Kesulitan menjadi terang adalah tantangan untuk menjadi bijaksana. Tapi meninggalkan terang (Jesus) adalah suatu kebodohan.
Stupid II (3 Gadis Poso)
Terinspirasi oleh tayangan TV tentang profil 3 gadis remaja di Poso yang dibantai dengan sadis hingga meninggal beberapa waktu yang lalu. Profil gadis-gadis ini dalam kehidupan sehari-hari mengingatkan gue bahwa mereka seperti gadis yang bijaksana.
Salah satu ibu gadis itu ada yang bermimpi sebelum peristwa itu. Dalam mimpinya ibu melihat anaknya itu sedang terbaring di kamar. Betapa kaget ibunya ketika anak itu tiba-tiba bangun, karena ternyata dalam mimpi itu sang ibu berkata: "Kenapa kamu bisa bangun, Nak? Kamu sudah mati" Anak gadis itu menjawab "Saya hanya tertidur Bu". "Tidak Nak. Kamu sudah mati" balas ibu. Lalu kata anak gadis itu berusaha menyakinkan ibunya, "Saya hanya tertidur...tertidur bersama Jesus Kristus"
Salah satu dari 3 gadis itu ada juga yang meninggalkan suatu tulisan catatan syair lagu yang hendak dia nyanyikan di gereja. Maaf gue lupa syairnya secara detail, ini yang gue inget :
Mari kita datang ke pada salibNya...
Angkatlah panji Namanya...
Janganlah ada lagi kebencian diantara kita...
Dari sini gue kok merasa bahwa Tuhan sepertinya sedang memakai anak-anakNya (3 gadis itu) sebagai sarana untuk menyampaikan pesanNya dengan suatu "kemasan pembunuhan yang sadis". Pesan yang unik, karena isi dan kemasan pesan itu bisa dikatakan sangat bertolak belakang. Isinya berkata "Jangan membenci" tapi dikemas dalam sesuatu perbuatan yang mendatangkan kebencian.
Masih ingat gadis yang bodoh? Yang panik dengan pelitanya yang hampir padam? Tidakkah kita merasakan bahwa kita sekarang dalam situasi yang sama. Tuhan belakangan ini sepertinya mengijinkan banyak sekali peristiwa kecelakaan dan kejahatan di dunia ini. Dunia seakan sedangkan menunjukan kegelapannya. Apakah kita akan seperti gadis bodoh yang panik berusaha mencari-cari alat penerang? Mencari-cari ayat-ayat yang bisa menyejukan kita? Bodoh sekali. Memang keliatan rohani sekali, tapi bukankah ini membuktikan "keterlambatan" kita dalam menyerap terang.
Jesus menceritakan perumpamaan itu bukan supaya kita menjadi seperti gadis yang bodoh dan juga bukan gadis yang bijaksana (karena Jesus tahulah kemampuan kita). Tapi yang Jesus mau dari kita adalah meski sebodoh-bodohnya kita janganlah hanya bersembunyi di balik pelita. Pelita hanyalah sarana, bukankah dikatakan di akhir jaman Firman Tuhan akan hilang, tidak bisa kita baca lagi. Jadikan hidup kita seperti "fosfor" yang bisa menyerap terang dari pelita yang terang itu. Sehingga meskipun kita dalam (dunia) kegelapan sekalipun, tapi kita bisa menjadi terang. Mungkin kita masih dalam "kemasan yang gelap", tapi jika "isi" kita terang maka percayalah Jesus akan tetap bisa mengenali kita.
Sulit? Yupe, but this is the only way. Redeeming the time, because the days are evil, Therefore do not be unwise, but never stop to understand what the will of Lord is. (Efesus 5:15)
Santa "Zakheus" Clause
Mungkin kita agak sulit mempercayai adanya Santa Clause, karena tidak tertulis di Alkitab. Tapi kita bisa menemukan kembarannya, yaitu Zakheus si pemungut cukai!!hehehehe...Dari bentuk fisik tidaklah beda jauh. Mereka sama-sama pendek, bukan tidak mungkin Zakheus pun gendut, ingat Zakheus adalah pemungut cukai yang kaya.
Jika kita sudah bisa mendapatkan image fisik Zakheus, pertahankan itu di pikiran kita. Lalu coba lanjutkan dengan membayangkan bagaimana Zakheus bila memanjat sebuah pohon. Mungkin kita tertawa kecil. Tapi bagaimana dengan orang-orang desa di sekitar pohon itu? Orang-orang desa yang tidak menyukai Zakheus. Pastilah orang-orang itu menertawakan Zakheus dengan terbahak-bahak dan seolah-olah sebagai pelampiasan dari rasa tidak suka mereka kepada Zakheus. Belum lagi dengan fisik seperti Zakheus itu, bukan tidak mungkin Zakheus terjatuh dan tergelincir berkali-kali dalam memanjat pohon. Tapi Zakheus tetap memanjat pohon itu, dia tidak menggubris suara tawa yang semakin keras.
Sesampainya diatas pohon yang akan dilalui Jesus itu, Zakheus merasa puas karena bisa melihat Jesus. Lebih puas lagi ketika Jesus melihatnya dan mau bertamu ke rumahnya. Perhatikan, semula hanya rasa penasaran pada diri Zakheus tapi kemudian berubah menjadi rasa sukacita. Bukankah demikian juga hal nya ketika kita mau mengenal Jesus. Tidak cukup dengan rasa ingin tahu atau hanya membaca dari Alkitab saja. Tapi diperlukan "praktek" yang memang seringkali terasa memalukan dan menyakitkan. Sebagai contoh kecil saja, ketika gue patah hati, gue marah sama Tuhan karena Tuhan mengijinkan hal ini terjadi pada gue. Tapi rasa marah gue berubah jadi rasa sukacita, bukan karena patah hati itu lenyap seketika itu juga, justru gue bersukacita karena gue bisa merasakan bagaimana rasanya patah hati sama seperti apa yang Jesus rasakan ketika ditolak (patah hati) dan di salib oleh umatNya yang dikasihiNya. Lebih menyentuh daripada hanya menonton melalui banyak film yang mencoba menggambarkan betapa Jesus diperlakukan secara sadis. Hehehhe percaya deh...
Ketika mengetahui bahwa Jesus mau bertamu ke rumah Zakheus, orang-orang desa bersungut-sungut dan heran kenapa Jesus mau ke rumah orang berdosa. Tiba-tiba Zakheus mengeluarkan suatu pernyataan yang tidak mungkin bisa keluar dari mulutnya sendiri, yaitu mau berbagi dan mengembalikan seluruh uang yang telah dia pungut selama ini!! Kenapa Zakheus bisa berubah total seperti ini? Karena Zakheus tidak mau kehilangan "kesempatan" yang sudah Jesus berikan kepadanya.
Siapakah kita pada saat ini? Apakah kita adalah orang-orang desa yang sudah mengenal Jesus dengan pikiran kita sendiri? Ataukah Zakheus yang tidak mengenal Jesus? Ataukah kita justru sudah menjadi Santa Clause? Apapun jawaban kita tidaklah penting. Yang terpenting adalah adanya keinginan kita untuk berubah menjadi "lebih baik di dalam Kristus" daripada menjadi serupa dengan dunia ini. Percayalah Tuhan akan memberikan kepada kita banyak sekali "kesempatan" yang sama seperti Tuhan berikan kepada Zakheus. Masalahnya adalah apakah kita mau meraih "kesempatan" dengan "resiko" melakukan sesuatu yang tidak mungkin kita lakukan seperti pernyataan Zakheus? Atau kita telah melepas begitu banyak "kesempatan" demi kenyamanan hidup kita, ngapain repot-repot gitu lhoo??
Jika Zakheus bisa, kenapa kita tidak? Yang kita perlukan hanyalah adanya selalu rasa sukacita di dalam Tuhan, baik itu kita sedang dalam keadaan suka ataupun duka.
Heaven Love Story
Pernahkah terpikir kenapa kita diciptakan? Bahkan dianggap sebagai mahkluk mulia? Bukankah masih banyak ciptaan Tuhan yang lebih indah dan lebih mulia. Mungkin hal ini juga yang membuat malaikat bertanya-tanya, apakah malaikat kurang memuji atau bahkan kurang taat? Tidak mungkin malaikat yang tinggal dalam suasana sorga bisa mempunyai pikiran jahat. Namun rasa penasaranlah yang membuat Lucifer ingin membuktikan bahwa Tuhan telah salah memberikan cintaNya kepada manusia yang lemah. Dan benar, Lucifer bisa membuktikan hal itu di taman Eden. Kelemahan manusia membuat manusia dihukum oleh Tuhan, tapi betapa kecewanya Lucifer ketika dirinya pun dihukum.
Tidak heran jika melihat betapa dendamnya Lucifer terhadap manusia sehingga tidak henti-hentinya membuat manusia sengsara dan semakin jauh dari Tuhan. Dan bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya, manusia cenderung berbuat dosa, tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh Lucifer.
Tuhan tidak ingin manusia selamanya menjadi pelampiasan kecemburuan Lucifer. KerinduanNya lah yang membuat Tuhan mengosongkan diriNya mejadi manusia. Kita bisa bayangkan Tuhan harus menjadi bayi terlebih dahulu, bayi yang belum terbentuk otaknya, begitu tidak berdaya. Dan ketika bertumbuh remaja, bisa kita lihat betapa hausNya Jesus untuk mempelajari seluruh kitab-kitab suci, seolah-olah Jesus ingin segera memperoleh kembali "pikiran Tuhan". Hingga akhirnya Jesus menjadi dewasa, mencapai kesempurnaanNya.
Kehadiran Tuhan di dunia sebagai manusia masih belum bisa dipercayai Lucifer. Karena itu Lucifer ingin membuktikannya di padang gurun. Dengan berbekal pemahaman akan kelemahan manusia, Lucifer mencobai Jesus. Kali ini Lucifer tidak berdaya menjatuhkan "manusia" ke dalam dosa. Ehm entah bagaimana perasaan Lucifer ketika tahu bahwa ternyata Tuhan benar-benar mencintai manusia dan bahkan mau merendahkan diriNya menjadi manusia.
Ketika Jesus harus meninggalkan dunia, Jesus berdoa supaya dimana Jesus berada, manusia juga berada bersama-sama dengan Jesus. Natal bukanlah merayakan kelahiran seorang anak kecil yang tidak berdaya. Tapi natal adalah pembuktian cinta Tuhan terhadap manusia. Jesus went down to earth only to die for you, will you go to Jesus just for a few minute?
Don't let God be the last to know
Di taman Firdaus, Tuhan melarang Adam untuk memakan buah pengetahuan, jika Adam melanggarnya maka Adam akan mati. Kemudian terciptalah Hawa yang tergoda oleh Iblis untuk memakan buah pengetahuan. Hawa juga memberikan buah itu kepada Adam. Karena melihat Hawa tidak mati, Adam pun ikut memakannya. Ini adalah pelanggaran pertama manusia, dan sayangnya pelanggaran ini cukup untuk merusak hubungan dua arah antara Tuhan dan manusia.
Sebenarnya buah pengetahuan itu nantinya memang akan diberikan kepada manusia. Hal ini dikatakan Tuhan dalam kitab Wahyu. Hanya saja Tuhan merasa belum waktunya untuk memberikannya kepada Adam dan Hawa.
Yang menarik dari peristiwa di atas adalah adanya perubahan hukuman. Semula hukuman mati menjadi hukuman pengusiran dari Taman Firdaus, kenapa Tuhan tidak jadi menghukum mati manusia? Ada 2 hal yang menyebabkan Tuhan berbuat seperti itu, yaitu karena kebijaksanaanNya dan kasihNya. Ternyata Tuhan seperti seorang Bapa yang tidak pernah kehabisan ide untuk mendidik anaknya. Tuhan lebih suka merubah hukuman mati dan memilih suatu hukuman yang mendidik manusia.
Tuhan menciptakan kita seperti sedang menenun kita, benang demi benang. Sehingga sangat tidak mungkin Tuhan tidak mengetahui kelemahan kita. Janganlah kita menghina kebijaksanaanNya dan kasihNya dengan cara tidak merasa perlu membicarakan kelemahan kita denganNya. Don't let Him be the last the know. Apakah kita takut Tuhan akan marah? Jika Tuhan marah dengan kelemahan manusia, mungkin kita sudah tidak ada sejak Adam dan Hawa berdosa!!
Di dalam peristiwa Nuh, Tuhan pernah diceritakan dalam keadaan sangat menyesal. Tuhan tidak menyesali karena sudah mendatangkan air bah, tapi yang disesali Tuhan adalah tidak adanya satu pun perkataan manusia untuk meminta pengampunan. Jika saja Nuh tidak bergaul akrab dengan Tuhan, mungkin sampai disitulah akhir cerita tentang manusia.
Dari sini kita juga bisa mengetahui bahwa ternyata memang kita belum pantas untuk memakan buah pengetahuan itu, terbukti meskipun kita tahu mana yang baik dan jahat, tapi kita kesulitan untuk menyusunnya dalam klasifikasi yang tepat. Tapi sekali lagi bukan ini yang Tuhan sesalkan dari kita. Yang Tuhan sesalkan adalah sering kali kita tidak melibatkan Tuhan ketika kita sedang mengklasifikasi yang baik dan jahat. Ya kita memang sering berdoa dan menyembah Tuhan, itu bagus, tapi janganlah hal itu menjadikan kita sebagai manusia yang sudah sempurna versi kita, seolah-olah ingin menutupi kelemahan kita atau "asal Tuhan senang".
JC berkata bahwa kita adalah sahabatNya bukan hambaNya. Sehingga JC tidaklah malu-malu berkata apa adanya, berkata tentang bagaimana Tuhan mencintai kita dan juga bagaimana Tuhan meragukan iman kita karena kita akan mengalami penderitaan sebelum perjumpaan kita denganNya di surga. God want you to be the first to know about it. Seperti Nuh yang harus mendirikan bahtera. Tuhan ingin sekali kita masuk dalam rencana penyelamatanNya.
Karena itu hargailah kebijaksanaanNya dan kasihNya. Jangan takut dan menghindariNya saat kita sedang berdosa (kelemahan). Bahkan sekalipun ketika kita sedang down dan berencana ingin melakukan dosa, just share it to God, don't let God be the last to know. Mungkin Tuhan akan tetap diam, apalagi hubungan kita dan Tuhan memang sudah rusak kan, tapi itu tidak penting karena percayalah kebijaksanaanNya dan kasihNya tidak pernah tinggal diam. Jangan menjauhkan diri kita dari hubungan kita dengan Tuhan yang memang sudah jauh (rusak).
belum lagi matahari penuh
sudah kurasakan senjaMu
belum lagi berakhir musim gugur
sudah kucium wangi bungaMu
tak ada lagikah sesuatu yang baru
yang membuatku slalu ingin terbangun
dimanakah letak sorga itu
biar kutemukan agar bisa bersamaMu
The Unspoken Thought of Jesus
Pertama kali Jesus melakukan mujizat, yaitu pada peristiwa perkawinan di Kana. Ketika ibu Jesus membutuhkan pertolonganNya, Jesus mengatakan “saatKu belum tiba”. Pernahkah terpikir bahwa Jesus berkata demikian maksudNya adalah sesuatu cara untuk menolak secara halus? Tapi Maria tahu bahwa Jesus terlahir bukanlah manusia biasa, maka wajarlah jika Maria “meminta” pertolongan (mujizat) kepada Jesus. Tentu saja Jesus yang penuh kasih pasti mengabulkan permintaan Maria itu. Hal ini bukanlah terjadi pada Maria saja, tapi pada semua orang. Bahkan sampai suatu ketika banyak orang berduyun-duyun mengikuti Jesus karena mujizatNya, lalu dengan tegas Jesus berkata, ”Jikalau seorang datang kepadaKu …dan ia tidak memikul salibnya, ia tidak dapat menjadi muridKu”.
Seringkali kita melihat Jesus sebagai Tuhan bukan sebagai manusia, bukankah Jesus dikatakan 100% Tuhan dan 100% manusia, kenapa kita tidak menghargai sisi manusia dari Jesus? Padahal maksud dari Tuhan yang menjadi manusia adalah agar kita melihatNya juga sebagai manusia, yaitu firman Tuhan yang bisa hidup di dalam kita. Jesus adalah jalan kita untuk menjadi manusia sempurna, tapi parahnya perhatian kita lebih suka kepada mujizat2Nya. Bukan berarti saya mengganggap remeh tentang suatu mujizat, saya juga sangat menikmati mujizat. Justru yang terpenting supaya kita bisa selalu dekat dengan mujizat, adalah bagaimana kita bisa menjadi manusia sempurna yang selalu bisa dekat dengan Tuhan.
Seperti orang kaya yang dikelilingi sahabat-sahabatnya, tapi ketika orang itu bangkrut lalu sahabat-sahabatnya pergi meninggalkannya. Lihatlah kenyataannya ketika Jesus tidak melakukan mujizat ketika diriNya di salib (miskin mujizat) murid-muridNya pun meninggalkanNya dalam kebingungan…betapa bodohnya mereka, kemana semua ajaran2 kasih Jesus yang telah mereka dengar? Ini suatu kenyataan yang juga sangat bisa terjadi pada kita, yaitu kita menjadi bodoh ketika kita tidak terima mujizat, kita menjadi seperti orang yang tidak mengenal Tuhan sama sekali! Betapa sia-sianya Tuhan turun menjadi manusia…
Bukan tidak mungkin inilah sebabnya kenapa Jesus gelisah dan susah hatiNya sampai mengeluarkan keringat darah di Taman Getsemani. Ya, Jesus sudah tahu the great plan Allah Bapa bahkan Jesus sangat mendukung dengan memberitahukan kepada murid-muridNya sebanyak 3 kali tentang penderitaan salib ini. Tapi tiba-tiba ketika sudah waktunya, Jesus menjadi takut? Saya sangat meragukannya, meski Jesus dilihat dari segi manusianya sekalipun. Jesus bukanlah manusia biasa, Dia adalah teladan manusia sempurna, tidak ada dosa, bagaimana mungkin tiba-tiba kita bisa mengatakan Jesus manusia yang lemah dan takut?
Perpaduan 100% Tuhan dan 100% manusia pada diri Jesus adalah suatu fenomena ajaib yang tidak akan pernah ada lagi. Padahal bisa saja Tuhan tidak melalui proses bayi, seperti proses penciptaan Adam. Maksud saya disini adalah pastilah sah-sah saja kalo seandainya Jesus tercipta langsung seperti Adam, saya yakin tidak ada yang protes hehehe…Tapi justru dengan melalui proses bayi dan keadaan Jesus 100% sebagai manusia, maka pada diriNya terjadi semacam ikatan batin atau dengan kata lain ada semangat Jesus untuk membuat plan B dari the great plan! Ketika Jesus berdoa agar cawan berlalu tapi jadilah karena kehendak Tuhan bukan kehendakNya, ini menunjukkan adanya plan B pada pemikiran Jesus, yaitu proses salib terlalu berat buat manusia meskipun akan ada Roh Penghibur nantinya. Kehendak Jesus saat itu adalah semangatNya untuk memberikan pengajaran dan teladan secara langsung buat manusia lebih lama lagi, entah mungkin sampai dirasaNya cukup, yaitu saat manusia mampu untuk mempraktekkan pengajaranNya dalan kondisi apapun.
Tapi kenyataannya Allah Bapa tetap pada the great plan…mungkin karena dianggapNya manusia selamanya akan tetap seperti itu dan hanya akan bertobat dengan the great plan. Dan The great plan akan terus berjalan, akan ada antichrist, rapture dan segala macam penderitaan2 pada kitab wahyu. Enjoy it
Jika saja seluruh manusia bisa sepakat untuk sungguh-sungguh mau belajar meneladani kasih Jesus, mungkin Allah Bapa tergerak untuk membuat plan C!!! hehehe just cross my mind.
Little Lamb
Tak berkedip mataku perhatikan pintu itu
Tak sabar menunggu ada yang masuk
Seperti hari-hari yang lalu tak pernah jemu
Kian merasuk hingga menjadi rindu
Pintu itu mulai terbuka sedikit
Hati tak dapat lagi menahan emosi
Balok es kerinduan seperti mencair
Meski baruku dengar suaraNya yang memecah sunyi
Berlomba-lomba untuk mendekatiNya
Tak mengapa harus berdesak-desakan
Terkejut aku saat namaku disebutkan
Belum lagi aku tersadar, aku sudah di pelukanNya
Air mata mengalir deras tak terasa
Mulutku tak mampu lagi bersuara
Aku tenggelam dalam pelukanNya
Tercapai sudah akhir yang sempurna
I owe you supper
Melalui Yesaya, Allah Bapa menceritakan perumpamaan kebun anggur. Betapa sedihnya Pemilik kebun anggur itu, karena setelah ditanami, disirami, dan dinanti…tapi yang didapati hanyalah buah anggur yang asam. Patutkah diharapkan lagi kebun anggur itu? (Yesaya 5 :1-7)
Melalui Jesus, Allah Bapa menyatakan tidak akan meminum hasil pokok anggur lagi sebelum ada anggur yang baru. (Matius 26:29) Ingatkah kita? Ketika saat saat terakhir Jesus disalib, Jesus berkata, "Aku haus". Dan sekali lagi yang didapatiNya hanyalah anggur asam.
Kitapun rindu untuk bisa "toast" dengan Jesus, tapi dengan anggur yang manis (baru)??? Jangankan Jesus, kita sendiripun selama ini merasa muak harus terus berhadapan dengan segala dosa dan ego kita sendiri (anggur asam). Masa anggur asam minum anggur asam?? Hehehe...
Perhatikan murid Jesus ketika menemukan tempat untuk perjamuan Paskah, begitu mudah untuk menemukannya. Hal ini terjadi karena Jesus yang memilih tempatnya, bukan ide murid atau permintaan seseorang seperti lazimnya. Pemilihan "tempat" ini sama persis dengan perkataan Jesus,"Aku yang memilih engkau, bukan engkau yang memilih Aku". Bahkan pada masa Perjanjian Lama, Allah Bapa juga melakukan hal yang sama, yaitu menentukan tempat untuk "perjamuan Paskah". Sekaligus memberikan alasan (tema) kenapa Allah Bapa yang menentukannya, yaitu "the place where the LORD chooses to put His name". (Ulangan 6:2,6-7)
Seperti seorang yang rindu bertemu dengan sahabatnya tapi selalu saja ada halangannya. Maka berkatalah dia kepada sahabatnya,"I owe you supper", yang artinya sungguh begitu ada kesempatan untuk bertemu, aku akan segera mentraktirmu. Seperti inilah kerinduan Jesus kepada kita.
Saat ini kita adalah tempat Perjamuan Paskah yang telah ditentukan Jesus (Kerajaan Bapa). Dan segeralah kita mempersiapkannya. Mari kita mendekorasi tempatnya sesuai dengan temaNya, yaitu "the place where the LORD chooses to put His name". Dan please jangan sediakan lagi anggur asam, no more Petrus yang menyangkal dan Yudas yang berkhianat atau segala kebobrokan kita selama ini...Janganlah membuang waktu lagi, kita tidak mau membuat Jesus harus menunggu lagi dalam kekecewaan dan kekecewaan. So let decorate ourself!!! And enjoy the Lord's Supper.
Adjie aku cinta kamu setengah matii deh mwoachh ...
senyumku
seiring waktu yang tak pernah berhenti berpacu
kucoba merajut senyum di balik keseharianku
jiwa ini tak dapat lagi memungkiri anugrahMu
tak tersisakan lagi bangunan masa lalu
yang ada hanya segumpal rindu kepadaMu
senar harapan dipasang pada gitar kehidupan
kadang ditarik hingga hati menahan jeritan
kadang diulur hingga hati jemu dalam penantian
semuanya itu dalam usaha pencarian nada-nada
yang cocok untuk menyanyikan lagu-lagu riang
seperti bintang-bintang di langit yang selalu tetap ada
demikian juga aku akan terus bertahan dengan apa adanya
meski tak yakin akan ada banyak senyum
setidaknya aku bisa menjadi setitik bintang
bagi orang lain untuk terus mencoba tersenyum
Bookmarks