Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 

+ Reply to Thread
Page 1 of 4
1 2 3 4 LastLast
Results 1 to 20 of 66

Thread: just cross my mind

  1. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    just cross my mind

    ehm gue ga tahu mau taruh dimana...so gue posting disini aja deh, kalo salah tolong dipindahin deh...cuma sekedar coret2an gue aja

    THE DOOR

    "I am the door. If anyone enters by Me, he will be saved, and will go in and out and find pasture." (Yoh 10:9)

    Jika kita mencoba memahami apa artinya sebuah pintu, maka kita akan menemukan suatu kenyataan bahwa JC tidak hanya mampu memasukan kita tapi perlu diingat juga bahwa JC mampu mengeluarkan kita. Karena pintu tidak hanya untuk masuk, tapi juga untuk keluar.

    Kita bisa liat peristiwa di lembah Akhor (Yos 7), bagaimana bangsa Israel yang sedang diberkati Tuhan dengan kemenangan2, tapi tiba-tiba kalah oleh bangsa yang kecil. Dan Tuhan berkata itu karena bangsa Israel melakukan dosa. Jadi Israel yang tadinya sudah berada di dalam dan menikmati kasih Tuhan, mau ga mau harus keluar. Karena Tuhan berkata bahwa terang tidak bisa bercampur dengan gelap (Yoh 46:12).

    Padahal dosa yang dilakukan Israel itu kecil sekali, yaitu diantara beribu-ribu bangsa Israel hanya satu orang Israel saja yang mengambil sesuatu yang tidak diperkenan Tuhan. Bisa dibayangkan Tuhan sangat sangat tidak bisa mentolerir satu dosa pun. Jika kita mau jujur, bukankah kita "masih sangat menyukai" dosa? apalagi dosa-dosa kecil! Bisa jadi kita tidak sadar bahwa sebenarnya kita sudah berada diluar. Mungkin ini sebabnya JC berkata bahwa JC lebih bersukacita terhadap satu orang yang bertobat daripada 99 yang tidak memerlukan pertobatan! hehehehe kita terlalu pede bahwa kita masih berada di dalam!

    Kalau kita ingat cerita anak yang hilang, yang menggambarkan bagaimana si bungsu yang cemburu atas perlakuan Bapanya kepada si sulung yang telah kembali pulang. Bukankah ini sudah cukup membuat si bungsu harus berada di luar? hehehe mungkin akan ada cerita anak yang hilang part 2 , dengan aktor utamnya kali ini adalah si bungsu. Dan kitapun pasti juga akan mendapat kesempatan menjadi aktor utama dalam cerita itu.

    Bagian terakhir ayat Yoh 10:9 mengingatkan kita, apakah kita ketika berada di dalam (bertobat) sudah menemukan padang rumput? Dan memakannya sampai kenyang? (Yer 50:19-20) Padang rumput berbicara tentang pengenalan akan Tuhan. Sehingga kita tidak perlu dikeluarkan lagi gara-gara dosa dan harus bertobat lagi, karena kita akan seperti domba yang mengenali suara gembala-Nya dan mengikuti-Nya

    (Sumber: ini postingan blog gue juga sekalian promosi mampir ya ke [url]http://adjiemind.blogspot.com[/url])
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  2. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    Flush'in Your Heart

    Ada seorang pendeta junior sedang membersihkan toilet gereja. Dengan sikat dan sabun colek, dia bersihkan semua sudut tanpa terkecuali. Hingga pada saat dia hendak membersihkan lubang jamban, tiba-tiba datang pendeta senior melihat-lihat pekerjaan pendeta junior itu.

    "Buang sikat itu." kata pendeta senior.

    "Ehm tapi saya sedang membersihkan lubang jamban ini, pak" kata pendeta junior bingung.

    "Iya saya tahu, karena itu saya minta kamu buang sikatnya dan bersihkan lubang jamban itu pakai tanganmu, supaya benar-benar bersih" kata pendeta senior mulai agak keras suaranya.

    "Tapi...saya jijik..." kata pendeta junior itu dengan mimik muka yang jijik melihat lubang jamban itu

    "Buang!!" hardik pendeta senior.

    "Say...jijik, pak" kata pendeta junior pelan sambil menundukkan kepala, tak berani menatap pendeta senior

    "Mau buang ga??"

    "Saya...benar-benar jijik, pak"

    "Bagaimana kamu bisa berhasil melayani Tuhan? Dan memenangkan banyak jiwa?" kata pendeta senior,"jika kamu jijik membersihkan dengan tanganmu sendiri hati manusia yang sama persis kotornya dengan lubang jamban itu"
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  3. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    Superman

    Komik Superman sangat dikenal banyak orang. Superman digambarkan sebagai sosok pahlawan fiksi yang selalu berbuat kebaikan untuk orang lain, terutama dengan menggunakan kekuatannya yang luar biasa.

    Dalam alkitab juga ada yang mirip dengan prototype Superman ini, yaitu Ayub. Ayub juga suka berbuat kebaikan untuk orang lain. Bahkan Ayub dikatakan sangat istimewa di mata Tuhan, sehingga Tuhan sangat membanggakannya. Apalagi ketika Ayub menghadapi "serangan iblis" dan mampu melewati level "penderitaan yang tinggi". Bukankah ini kekuatan yang luar biasa juga?

    Namun dalam Superman versi komik, diceritakan Superman mempunyai kelemahan terhadap suatu "zat" dari suatu planet. Dan ketidak-mampuan Superman disempurnakan dengan adanya episode yang menggambarkan Superman mati.

    Ketidak-sempurnaan Superman, terjadi juga pada Ayub. Ada faktor tertentu yang membuat Tuhan melihat bahwa Ayub sebagai prototype Superman yang perlu disempurnakan lagi. Faktor tertentu itu adalah dosa di dalam keluarganya. Kita tahu Tuhan sangat membenci dosa, dan tidak bisa berdampingan dengan dosa. Ayub sepertinya tidak mampu mencegah dosa yang dibuat keluarganya, apalagi menghilangkan dosa tersebut, Ayub hanya bisa berdoa. It's good, but it's not good enough for Superman!

    Sebenarnya penyempurnaannya tidaklah terlalu banyak. Karena masih tetap ada kemampuan untuk menghadapi penderitaan yang tinggi. Tapi penambahan dalam penyempurnaan yang paling penting adalah kemampuan untuk bisa menghilangkan dosa, hal inilah yang hanya bisa dilakukan oleh JC.

    Saya percaya Tuhan bukanlah polisi yang sengaja menunggu seseorang melanggar peraturan dan segera mendenda orang itu. Tapi Tuhan adalah Perencana yang luar biasa, segala rancanganNya pasti berhasil. Ini berarti rencana Tuhan yang mempercayakan "the new prototype of Superman" ini kepada kita sekarang, bukanlah rencana asal-asalan! Meskipun masih terlihat sangat jelas betapa asal-asalannya kita sebagai Superman di jaman sekarang ini.

    Ehm mungkin...hehehe mungkin lho...Tuhan masih bersabar karena Tuhan masih perlu mensosialisasikan "prototype of Superman" yang baru ini. Moga-moga saja kita bisa cocok dan pantas, sehingga nantinya kita tidak terlihat seperti only a man in a funny red sheet.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  4. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    Goal

    Saya yakin tidak ada kata malas atau tidak sungguh-sungguh dalam pencapaian keinginan kita. Soalnya kalo malas itu artinya bukan keinginan kita, ya ga sih??!!! So bukan hanya soal seberapa besar usaha kita, tapi juga seberapa besar peluang yang kita bisa lihat atau yang bisa kita imani. Justru kita menjadi malas ketika kita melihat peluang kita mengecil.

    Dalam Filipi, Paulus memberikan contoh hidupnya bahwa dia selalu berusaha untuk mengejar kesempurnaan. Sesuatu yang mustahil, tapi tetap dikejarnya. Alasannya bukan karena dia bisa mencapainya, tapi karena dia percaya Tuhan sudah memberikan kesempurnaan itu kepada dia.

    Ya mungkin contoh ini tidak sama. Tapi ada sesuatu yang perlu kita garis bawahi yaitu bahwa "Tuhan sudah memberikan kesempurnaan itu kepada kita". Jika saja kita bisa tahu jadi apa kita nanti? Tentulah ini bisa memperbesar peluang kita, minimal kita menjadi semangat karena kita tahu bahwa ternyata apa yang kita inginkan akan berhasil di masa depan. So bukan sesuatu hal yang sia-sia jika kita rajin bertanya kepada Tuhan tentang masa depan kita.

    Tapi Paulus juga mengingatkan agar kita mengerti keadaan kita sendiri, dan Tuhan dalam usahaNya menolong kita, tidak selalu membuka jalan baru dalam kehidupan kita, tapi terkadang Tuhan memakai jalan yang telah (yang bisa) kita tempuh. Ga ada salahnya kalau kita tetap melakukan keinginan kita, daripada kita diam karena bingung. Buatlah keputusan sendiri dan jalani. Dont follow the wind blows...useless!!!

    Bukanlah hal yang sia-sia, jika kita tidak hanya bertanya apa yang Tuhan mau dalam kehidupan kita tapi kita juga mengajukan "proposal" keinginan kita kepada Tuhan. Siapa tahu cocok!! So don't be a fool, tentukan keinginan kita dan biarkan Tuhan yang memilih-milih, bahkan bukan tidak mungkin Tuhan meng-koloborasi His way with our way.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  5. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    Peace

    Dalam Mazmur digambarkan bila situasi kita seperti sebuah tembok yang sudah miring dan hendak roboh tapi masih saja hendak diserbu, bisakah kita tetap tenang dan percaya Tuhan akan menolong? Tapi saya lebih tertarik dengan bagaimana nasib tembok itu jika Tuhan menolong, apakah akan tetap roboh? atau akan menjadi tegak dan kuat?

    Peristiwa yang serupa pernah terjadi pada murid-murid JC. Waktu itu JC mengajak mereka untuk menyebrang danau. Namun di tengah perjalanan, ketika JC tertidur, datanglah angin topan, Perahu terombang-ambing bahkan air laut mulai masuk ke perahu. JC masih tertidur. Murid-murid JC panik kemudian membangunkan JC. Lalu JC meredakan angin topan itu. Dan JC bertanya kepada murid-murid JC mengapa tidak percaya?

    Bukankah hal yang pantas jika murid-murid JC membangunkan JC dan meminta bantuan? Kenapa dikatakan tidak percaya? Haruskah murid-murid JC membiarkan perahu tenggelam?

    Pernah ga membayangkan jika seandainya murid-murid tidak membangunkan JC dan terus berusaha dalam angin topan itu. Yang jelas perahu akan tenggelam karena air akan semakin banyak yang masuk. Apakah JC akan terbangun gara-gara air? Jika iya, kira-kira JC berkata apa kepada murid-murid Nya? Apakah bertanya kenapa tidak membangunkan Nya? Salah lagi. Atau jika memang angin topan sengaja JC datangkan untuk mendidik murid-murid JC, kira-kira pembelajaran apa yang akan didapat oleh murid-murid JC?

    Saya juga tidak bisa mengetahui secara pasti, tapi satu hal yang pasti, seperti yang dikatakan dalam Mazmur bahwa hanya dekat Allah saja ada rasa tenang. Jika mereka harus tenggelam, bukankah mereka bersama JC? Jelas kita akan mengalami proses kepanikan ketika persoalan besar terjadi, tapi jika kehadiran JC di hati kita mampu menenangkan kita, itu adalah penyelesaian terbaik terhadap persoalan itu karena mampu menaklukkan rasa takut kita akan resiko apapun yang akan terjadi.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  6. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    Kabut

    Kau hadir di saat aku tak menyadari
    Kau hilang di saat aku mencari
    mengapa Kau datang jika harus pergi?
    tidakkah Kau ingin menyapaku lagi

    kesetiaanMu selalu mengawali hariku
    tapi yang membekas hanyalah kecemburuanMu
    bagaimana aku bisa menjadi impianMu?
    jika hatiku tak mampu lagi merasakanMu

    entah sampai kapan mataku tertutup kabut
    aku yakin di ujung sana Kau dengar jeritanku
    slamatkanlah cintaku karena Kau bukan pengecut
    hembuskanlah kabut ini dengan kerinduanMu
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  7. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    H O P E

    Gue terinspirasi oleh kisah 4 orang kusta yang berada di pinggir kota yang sedang dilanda kelaparan gara-gara dikepung musuh begitu lama (2 Raj 7:3-9). Posisi 4 orang kusta ini bagaikan buah simalakama, mau ke kota tidak ada makanan…mati…mau berdiam diri…juga mati…sementara tempat yang ada makanan melimpah adalah tempat musuh berkemah…ehm bakal mati juga dibunuh. Lalu masih adakah pengharapan buat mereka? Sebenarnya apa gunanya pengharapan itu? Apakah hanya sebuah impian saja atau penghibur hati? Berikut ini adalah gunanya pengharapan pada JC

    1. Menuju ke sesuatu yang lebih baik. (Ibr 6:9)
    Percaya atau tidak keempat orang kusta ini memilih pergi ke tempat perkemahan musuh, meski dengan taruhan nyawa mereka. Dengan alasan yang sederhana, mereka tidak mau mati!!! Luar biasa…bukankah kita sering maunya mati saja kalo kita di timpa masalah, sudah ga ada pengharapan lagi! Begitu mudahnya kita menyerah karena takut melihat ombak masalah kita yang besar. Apakah keadaan kita sama atau bahkan lebih buruk dari ke-4 orang kusta itu?! Inilah gunanya pengharapan pada JC, bukan sebagai khayalan/impian, tapi sebagai penuntun untuk menuju ke sesuatu yang lebih baik. Ketika kita bingung menentukan pilihan, carilah sesuatu yang lebih baik dengan berpengharapan kepada JC.

    2. Mewujudkan kepastian. (Ibr 6:11)
    Menjalankan sesuatu tanpa kepastian adalah hal yang sangat memberatkan. Apalagi ketika sudah terlihat oleh ke 4 orang kusta itu kemah-kemah musuh dari kejauhan, bukan tidak mungkin menciutkan hati mereka untuk meneruskan perjalanan. Tetapi tanpa sepengetahuan mereka, Tuhan mengadakan mujizat, yaitu mengubah suara langkah lemah 4 orang kusta menjadi suara ribuan pasukan di telinga musuh. Sehingga musuh ketakutan dan lari tunggang langgang meninggalkan kemah.
    Pernahkah kita melihat suatu kepastian dari sebuah pengharapan? Hanya dengan iman dan pengenalan akan kasih dan kuasa JC, kita bisa mewujudkan kepastian dari sebuah pengharapan. Bukan tidak mungkin mujizat telah terjadi tanpa kita sadari, sehingga kita dimampukan untuk melewati masalah yang besar. Yang pasti pikiran kita tidak lagi dikuasai oleh kekuatiran, inilah gunanya pengharapan pada JC.

    3. Sebagai sauh yang kuat dan aman. (Ibr 6:19)
    Ketika mengetahui bahwa kemah telah kosong ke 4 orang kusta lalu dengan rakusnya menikmati makanan yang melimpah di kemah itu. Bahkan mereka berebut harta benda untuk mereka sembunyikan. Tapi kemudian mereka menyadari bahwa kota mereka juga membutuhkan makanan ini, lalu mereka memberitahukan berita gembira ini kepada orang-orang di kota mereka.
    Apakah kita akan mengakhiri pengharapan pada JC ketika kita sudah mencapai apa yang kita inginkan? Mengakhirinya dengan keserakahan kita, sehingga kita tidak lagi mengindahkan JC. Yakinkah kita bahwa kita tidak akan mendapat masalah lagi di dunia ini? Seringkali kita lupa diri yang akhirnya membuat kita jatuh ke dalam masalah yang lebih besar lagi. Tapi jika kita tidak menodai pengharapan kita pada JC, maka kita bagaikan kapal yang mempunyai sauh yang kuat dan aman. Masalah boleh datang lagi, tapi kita tidak akan terhanyut didalamnya.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  8. Join Date
    Apr 2005
    Location
    JoGjaKarTa DunK..
    Age
    21
    Posts
    84
    Rep Power
    0

    aku suKa y9 flush In Your HeARt..
    KeRas Tapi emang Ada BenErnya..
    KLo KiTa Mau NgeLayanin dia dan menJangkAu jiwa2 y9 TerHiLang..Kita MusTe SeRahin iduP kita Seluru9hnya..
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  9. tOP mantep banget! bener juga buat yang terakhirnya:

    [Sebagai sauh yang kuat dan aman. (Ibr 6:19)
    Ketika mengetahui bahwa kemah telah kosong ke 4 orang kusta lalu dengan rakusnya menikmati makanan yang melimpah di kemah itu. Bahkan mereka berebut harta benda untuk mereka sembunyikan. Tapi kemudian mereka menyadari bahwa kota mereka juga membutuhkan makanan ini, lalu mereka memberitahukan berita gembira ini kepada orang-orang di kota mereka.
    Apakah kita akan mengakhiri pengharapan pada JC ketika kita sudah mencapai apa yang kita inginkan? Mengakhirinya dengan keserakahan kita, sehingga kita tidak lagi mengindahkan JC. Yakinkah kita bahwa kita tidak akan mendapat masalah lagi di dunia ini? Seringkali kita lupa diri yang akhirnya membuat kita jatuh ke dalam masalah yang lebih besar lagi. Tapi jika kita tidak menodai pengharapan kita pada JC, maka kita bagaikan kapal yang mempunyai sauh yang kuat dan aman. Masalah boleh datang lagi, tapi kita tidak akan terhanyut didalamnya.
    ]
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  10. Join Date
    Apr 2005
    Location
    JoGjaKarTa DunK..
    Age
    21
    Posts
    84
    Rep Power
    0

    setuju ma y9diatas wa..
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  11. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    The Big Faith

    Gue tertarik dengan kata2 JC yang kagum terhadap iman yang dimiliki oleh dua orang. Seumpamanya dalam kuliah, orang2 itu pasti dapet A+ dari dosen JC untuk mata kuliah iman…hehehe...mereka adalah…

    1. Seorang Perwira (Mat 8:5-13)
    Emang dasar sudah terdidik untuk patuh dan disiplin, makanya perwira ini mengganggap JC sebagai atasannya. Dan dia sebagai bawahan merasa tak layak merepotkan JC, sehingga sudah cukup buat perwira itu hanya sepatah kata dari JC tentang kesembuhan hamba perwira itu.
    Sadarkah kita bahwa kasih JC yang melimpah dan gratis membuat kita jadi manja. Ya memang JC terlalu baik dan kasih terhadap kita, tetapi JC tetaplah atasan kita yang harus dihormati dan dipatuhi.

    Beriman yang sering kita lakukan adalah beriman karena hanya melihat kemampuan JC, tetapi sedikit sekali memperdulikan kemauan JC.
    Butuh sifat yang seperti perwira yang patuh untuk bisa memegang iman yang berkualitas.

    2. Seorang perempuan Kanaan (Mat 15:21-28)
    Dengan jelas JC menolak memberikan roti kepada perempuan Kanaan itu karena perempuan itu tidak berhak menerima roti itu. Namun perempuan itu tetap meminta, meskipun hanya diberi sisa2nya saja.
    Seberapa perlukah kita beriman? Hanya kalau ada masalah saja? Perempuan Kanaan itu beriman seperti sedang memperjuangkan dirinya supaya tetap hidup.

    Seorang hakim yang jahat membebaskan perkara seorang perempuan, karena perempuan ini selalu saja mengganggunya dengan permintaannya ( Luk 18:1-8)
    Jika hakim yang jahat saja bisa membenarkan, apalagi hakim yang baik yaitu JC.
    Tapi lanjut JC, jika Anak Manusia datang, “Masih adakah iman di dunia ini?
    Kenapa JC bertanya seperti itu? Mungkinkah kita nanti mengkhianati JC? Yakinkah kita tidak akan menyangkali JC nantinya? Bukankah JC sudah memperingatkan akan beratnya beriman di saat2 akhir zaman

    Butuh sifat seperti perempuan Kanaan yang beriman seperti orang yang sedang memperjuangkan hidupnya, agar kita tidak mati hanya karena menyangkali iman kita sendiri nantinya.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  12. Join Date
    Apr 2005
    Location
    JoGjaKarTa DunK..
    Age
    21
    Posts
    84
    Rep Power
    0

    ckckckckckck..kayanya wa mirip kaya yg perwira de9h..
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  13. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    Pasrah

    Inikah artinya satu hari-Mu sama dengan seribu tahunku?
    Sering kusaksikan keberuntungan hanya mengitariku tanpa menyentuhku
    Dalam diam-Mu yang begitu lama hingga membuatku bosan membenci-Mu
    Tapi aku terjebak dalam cinta-Mu, entah bagaimana kelak akhirku?

    Ataukah Engkau sedang mencari satu detikku bersama-Mu di dalam satu hari-Mu?
    Sering kubiarkan diriku kotor seperti kerbau yang selalu kembali ke kubangan
    Dalam sabar-Mu yang begitu lama hingga membuatku malu mencintai-Mu
    Tapi Kaupun terjebak dalam cinta-Mu, entah kenapa Kau masih membiarkanku hidup?
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  14. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    Ketika garam menjadi tawar? (Mrk 9:50)

    Dalam alkitab, garam yang menjadi tawar dikatakan sesuatu hal yang sudah tidak berguna lagi. Timbul pertanyaan kenapa tidak bisa diasinkan lagi? Bukankah Tuhan itu Maha Pengampun? Bukankah bisa diperbaikiNya seperti perumpamaan bejana dari tanah liat?

    Dalam pendekatan pengetahuan alam tentang air laut, gue temukan keunikan air laut yang mempunyai sumber garam dan kadar garam yang tetap. Garam terbawa oleh gas2 yang keluar dari celah2 dasar bumi/laut, yang kemudian tercampur dengan air laut. Anehnya, entah seberapa sering gas2 yang membawa garam itu keluar dari celah2 dasar laut, tetapi tetap saja kadar garam dalam air laut selalu tetap. Dengan kata lain hampir tidak ada air laut yang keasinan. Hal ini juga mengingatkan kita bahwa tidak ada garam yang menjadi tawar, karena ada “Sang Koki” yang ikut campur. Seperti dalam 2 Kor 4:7, dikatakan bahwa karena ada “harta” dalam bejana tanah liat yang membuat bejana itu tidak hancur oleh apapun.

    Sementara dalam alkitab garam berbicara tentang perjanjian yang abadi, lihat istri Lot yang melanggar perjanjian dengan Tuhan menjadi tiang garam, melambangkan adanya perjanjian garam itu.

    Bandingkan dengan Mrk 9:49, setiap orang akan digarami dengan api. Api adalah lambang rasa garam/asin.

    Maka ketika garam menjadi tawar, tidak bisa diasinkan lagi. Itu sama artinya kita sedang melupakan perjanjian dengan Tuhan. Menjadi tawar adalah suatu free will dari manusia. Sehingga kita akan digarami dengan api, dan “Sang Koki” tahu bahwa kadar api/asin yang pas buat kita yaitu api yang menghanguskan.

    Tapi jika garam tetap asin, maka akan menjadi “harta” dalam bejana tanah liat yang membuat bejana itu tidak hancur oleh apapun, karena kita digarami dengan api yang melambangkan kekuatan Tuhan yang menyertai kita.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  15. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    CahayaMu

    Berbinar-binar mataku ingin memandang ke depan
    Seakan-akan ingin mendahului setiap langkahku
    Apakah ini adalah sebuah pengharapan?
    Atau suatu bentuk ketidak-puasan?

    Sering kali mataku merasa lebih baik terpejam
    Seolah-olah ingin menyangkali keberadaanku
    Apakah akan timbul suatu impian?
    Atau malah muncul kemarahan?

    Ku yakin diriku sudah mendaki begitu tinggi
    Tapi tidak juga kulihat puncak gunung ini
    Apakah ini yang dinamakan perjalanan?
    Atau suatu hal yang sia-sia?

    Di dalam ruangan yang sangat gelap sekali
    Entah apakah aku ingin segera keluar dari sini
    Biarlah ku terus mencari dahulu secercah cahaya kecil
    Agar aku bisa memilih, keluar atau tetap berada disini?
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  16. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    tenanglah jiwaku

    ya aku tahu Kau seperti induk elang
    yang tetap tenang
    ketika anaknya terjatuh
    karena Kau tahu saat yang tepat tuk menolongnya

    tapi aku tidak pernah tahu...
    bila aku terjatuh dalam dosa

    jika sesakit itu lukaMu
    aku tak akan rela
    membiarkan Engkau menghapus dosaku

    jika sedalam itu cintaMu
    aku tak akan sanggup
    membalasnya nanti

    jika saja aku bisa tenang seperti Mu
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  17. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    Gue dapet ayat tentang pohon ara yang tidak berbuah, lalu Tuhan ingin menebangnya (Lukas 13:7)

    Sebenarnya ayat ini sangat sederhana, tapi tadi gue kurang puas, justru bikin gue penasaran...karena kenapa tidak berbuah? padahal tidak ada tanda2 pohon itu rusak atau batang patah...

    Hihihi muncul deh jiwa biologi gue (maklum dulu gue sma jurusan biologi)...jadi pengen selidiki lebih dalam, melalui pendekatan cara kerja tanaman/pohon...ehm berarti "penyakit dalam" nih, soalnya secara fisik normal2 aja...hehehe kayak orang kristen, biasanya "rusaknya di dalam" di luar terlihat sehat/rohani banget.

    Dan dari hasil penyelidikan gue di buku biologi menemukan dua hal :
    (dengan mengumpamakan akar = JC, saluran batang yang sempit/pohon = kita, makanan/pupuk = firman Tuhan juga Roh Kudus)

    1. "akar mempunyai kemampuan memasukkan/mendorong makanan dari tanah (atau pupuk) ke dalam tanaman/pohon"
    Tuh kan kurang apa lagi coba? JC (akar) yang akan memasukkan makanan/pupuk ke dalam batang pohon. Kita cuma "menyalurkan" saja hingga akhirnya (menjadi buah)...Apa susahnya sih jadi saluran? Apakah kita terlalu bodoh? Orang bodoh aja gampang disuruh2 (jadi saluran)..

    2. "makanan/pupuk dari akar berjalan melalui saluran batang yang sempit sehingga jalannya seperti ngantri satu per satu...jika yang depan maju selangkah maka yang belakang maju selangkah juga, tapi kalo yang depan diam maka yang belakang tidak dapat maju...gerakan maju makanan ini harus didukung dengan gaya tarik menarik antara saluran batang yang sempit itu dengan makanan itu sendiri"
    Gue jadi inget Yoh 15:5, kita didalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita...kalimat ini bukan iseng dibolak balik...tapi emang harus begitu...inilah yang gue yakin sebagai gaya tarik menarik antara saluran batang/pohon dengan makanan/pupuk tadi.
    Kalo "Tuhan didalam kita" adalah sudah menjadi tugas akar (Jesus), sedangkan tugas saluran batang adalah "kita didalam Tuhan" (kita menjalankan makanan supaya jalan sampai jadi buah)

    Kita sering kali tidak mempunyai gaya tarik menarik...kita cuma sering hanya menerima firman Tuhan dan bahkan minta2 kuasa Roh kudus melulu, tanpa kita menyadari bahwa selanjutnya adalah kita harus "memegang dan mengantarkan" firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus hingga menjadi buah. Sehingga kita jadi diam di tempat, karena "makanan itu" tidak bergerak maju (ingat tadi proses yang kedua)

    Kita ini kalo bisa dibilang sudah terlalu banyak mendengar firman Tuhan atau bahkan menerima kuasa Roh Kudus...tapi dalam kehidupan sehari-hari kita terlalu sedikit bahkan lupa untuk memakai firman Tuhan, sehingga kita tidak bakal bisa berbuah...karena buah yang harus kita hasilkan adalah firman Tuhan itu sendiri

    Kita juga kadang terlalu pintar sehingga tidak bisa berbuah...makanya JC mengatakan iman orang kristen adalah suatu kebodohan bagi dunia...Jadi berbuah adalah menjadi saluran berkat yang setia menyalurkan berkat-Nya bagi sesama
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  18. Join Date
    Jun 2005
    Location
    Di dekat Kaki Bapa ^^!
    Age
    28
    Posts
    4,281
    Rep Power
    18

    hmmmm..........thx bro..........banyak yg gw dapett ^^!
    GBU JLU
    If things look bad and make u sad

    PRAY and SING

    LORD will give u REJOICE


    visit my blog:
    www.agoenk.co.nr
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  19. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    Kekurangan Nya

    Dia kurang pandai dalam menghitung kesalahan-kesalahan anak-anakNya.
    Dia kurang mampu mengingat beban yang harus Dia pikul akibat perbuatan-perbuatan anak-anakNya.
    Dia kurang semangat dalam mengumpulkan harta, sebab semua miliknya adalah untuk anak-anakNya.
    Dia kurang waktu untuk memperhatikan diriNya, sebab seluruh waktu adalah anak-anakNya.
    Dia kurang berminat untuk menjadi Penguasa, sebab Dia mau duduk bersama2 dengan anak-anakNya di tahtaNya untuk memerintah bersama-sama
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  20. Join Date
    Jul 2004
    Location
    bekasi
    Posts
    80
    Rep Power
    0

    Tidur

    Gue belajar dari kisah nabi Yunus. Seorang yang berusaha melarikan diri dari Tuhan karena ga mau direpotin macem2. Tapi kemudian tiba-tiba bisa mengakui-Nya dan mau menerima hukuman? Lalu untuk apa Yunus susah payah kabur naik kapal?

    Dan juga ketika Yunus memuji Tuhan karena telah diselamatkan, tapi kemudian marah-marah lagi sama Tuhan, hanya gara-gara sebuah pohon? Apakah Yunus orangnya plin plan? hehehe kayaknya kita juga deh...kadang2 muji Tuhan...kadang2 juga marah sama Tuhan.

    Gue tertarik dengan apa yang dilakukan Yunus di kapal, yaitu tertidur, bagaimana mungkin orang bisa tidur di kapal yang sedang ombang-ambing?

    Gue jadi inget JC juga tertidur di kapal yang sedang ombang-ambing, dan murid2-Nya pada bingung. Kemudian JC dibangunkan dan badai reda, dan JC memarahi murid2-Nya karena kurang percaya.

    Gue yakin Yunus bukan tertidur biasa, sama hal nya seperti JC. Ketika JC bangun, bisa membuat iman murid2-Nya bertambah percaya. Demikian pula ketika Yunus bangun, mampu membuat nahkoda kapal dan anak buahnya mempercayai Tuhan. Hebat kan!

    Tuhan juga perlu membuat tidur Adam ketika tulang rusuknya diambil, bisa dibayangkan jika Adam tidak dibuat tidur, dia akan bingung atau bisa jadi merasakan sakit yang luar biasa. Yunus dibuat tidur, agar bisa menenangkan jiwanya yang sedang tidak stabil.

    So, perlulah kita banyak2 "tidur" apalagi ketika kita banyak masalah. Biar kita ga terlalu panik dan terlalu cepat salahkan Tuhan. Persoalannya adalah apakah kita bisa tidur disaat kita punya masalah? Tidur berbicara tentang berdoa, teruslah berusaha tenggelam di dalam-Nya. Jangan berhenti berdoa, sebelum kita merasakan ketenangan dari-Nya. Dalam mazmur daud dikatakan Tuhan memberkati yang disayanginya pada saat ia tidur.

    Kalo kita kurang "tidur" maka sifat/daging akan selalu menguasai kita dan jangan heran kita bisa bersikap seperti orang yang tidak kenal Tuhan, baik kita sadari maupun tidak. Seperti Yunus yang tidak stabil, yaitu marah-marah sama Tuhan, padahal Yunus baru terima mujizat.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

+ Reply to Thread
Page 1 of 4
1 2 3 4 LastLast

Similar Threads

  1. Asal mula/Sejarah terbentuknya Katolik
    By moonlight in forum Jawaban Kristen
    Replies: 384
    Last Post: 26th March 2009, 02:32 AM
  2. Free Up Your Mind
    By third person in forum Renungan Harian
    Replies: 1
    Last Post: 20th January 2006, 04:32 AM
  3. Rule Your Mind Or It Will Rule You
    By solidsnake in forum Renungan Harian
    Replies: 0
    Last Post: 12th October 2005, 11:00 AM

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts

Search Engine Friendly URLs by vBSEO 3.5.0 RC1 PL1