Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 

+ Reply to Thread
Results 1 to 7 of 7

Thread: Janji

  1. Janji


    -------------------------
    Touching story from India

    Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, "Berapa lama lagi
    kamu baca
    koran itu? Tolong kamu ke sini dan
    bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan."

    Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya
    Sindu tampak
    ketakutan, air matanya banjir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi
    nasi susu
    asam/yogurt (nasi khas India /curd rice).

    Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8
    tahun. Dia
    sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno,
    mereka
    percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling effect".

    Aku mengambil mangkok dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah
    kamu makan
    beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan
    teriak-teriak sama
    ayah." Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku.

    Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan
    berkata,
    "Boleh ayah. Akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok,
    tapi
    semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta..." agak ragu-ragu
    sejenak,
    "Akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau
    berjanji
    memenuhi permintaan saya?"

    Aku menjawab, "Oh pasti sayang".

    Sindu tanya sekali lagi, "Betul nih ayah?" "Yah pasti.." sambil
    menggenggam
    tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

    Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk
    tangan
    Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "Janji" kata istriku.

    Aku sedikit khawatir dan berkata, "Sindu jangan minta komputer atau
    barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya
    uang."

    Sindu menjawab, "Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang-barang mahal
    kok."
    Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita,
    dia
    bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu.

    Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk
    makan
    sesuatu yang tidak disukainya.

    Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata
    penuh harap.
    Dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.
    Ternyata
    Sindu mau kepalanya digunduli/dibotaki pada hari Minggu.

    Istriku spontan berkata, "Permintaan gila, anak perempuan dibotaki,
    tidak
    mungkin!" Juga ibuku menggerutu, "Jangan terjadi dalam keluarga kita,
    dia
    terlalu banyak nonton TV. Dan program-program TV itu sudah merusak
    kebudayaan
    kita."

    Aku coba membujuk, "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami
    semua akan
    sedih melihatmu botak."

    Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "Tidak ada 'yah, tak ada keinginan
    lain,"
    kata Sindu.

    Aku coba memohon kepada Sindu, "Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba
    untuk
    mengerti perasaan kami."

    Sindu dengan menangis berkata, "Ayah sudah melihat bagaimana
    menderitanya saya
    menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi
    permintaan saya kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah
    sendiri?
    Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus
    memenuhi janji
    kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra
    (raja
    India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta,
    harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri."

    Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "Janji kita
    harus
    ditepati."

    Secara serentak istri dan ibuku berkata, "Apakah aku sudah gila?"

    "Tidak," jawabku, "Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan
    pernah
    belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri."

    "Sindu permintaanmu akan kami penuhi."

    Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan
    bagus. Hari
    Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak
    berjalan ke
    kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas
    lambaian
    tangannya.

    Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak,
    "Sindu
    tolong tunggu saya."

    Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki-laki itu botak. Aku
    berpikir
    mungkin "botak" model jaman sekarang.

    Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan
    berkata, "Anak
    anda ,Sindu, benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama
    dia
    sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia."

    Wanita itu berhenti sejenak, menangis tersedu-sedu, "Bulan lalu Harish
    tidak
    masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak
    jadi dia
    tidak mau pergi kesekolah takut diejek/dihina oleh teman-teman
    sekelasnya. Nah,
    Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk
    mengatasi
    ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul-betul tidak menyangka
    kalau Sindu
    mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan
    istri tuan
    sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."

    Aku berdiri terpaku dan aku menangis. Malaikat kecilku tolong ajarkanku
    tentang
    kasih.

    * * * *

    "Bersukacitalah dengan orang yang bersukactia, dan menangislah dengan
    orang yang
    menangis!" (Roma 12:15)
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)


  2. good bgt critanya icha
    [COLOR="YellowGreen"][SIZE="2"][FONT="Courier New"][CENTER][B][SIZE="5"]GOD
    [SIZE="3"]BLESS
    [SIZE="4"]ME & [SIZE="6"]YOU[/SIZE][/SIZE][/SIZE][/SIZE][/B][/CENTER][/FONT][/SIZE][/COLOR]
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  3. makasih.. cerita ini aku dapat dari teman.... dan karena bagus maka aku ingin berbagi ama teman2 di AP.... semoga teman2 suka....
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  4. Join Date
    Oct 2006
    Location
    malaysia
    Age
    27
    Posts
    12
    Rep Power
    0

    waaaahh.. bagus nya cerita nih Icha.. Saya rasa sangat terharu dengan sikap sindu. Bagaimana anak kecil yang memiliki kasih yang lebih besar dari orang dewasa....
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  5. luar biasa banget nih ceritanya.... Good banget...
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  6. Join Date
    Feb 2007
    Location
    Suku Dayak Pedalaman
    Posts
    3,762
    Rep Power
    16

    tx for share nya yach...sangat menguatkan...GBU
    "EMAS diuji dengan api, WANITA diuji dengan emas dan LELAKI diuji dengan wanita...."
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  7. Join Date
    Aug 2007
    Location
    In My Brother's Heart
    Age
    17
    Posts
    980
    Rep Power
    8

    nice story..
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

+ Reply to Thread

Similar Threads

  1. Kristen yang mana yang benar?
    By truthfinder in forum Jawaban Kristen
    Replies: 430
    Last Post: 31st March 2009, 12:24 AM
  2. Nice Story
    By ~ p ~ in forum Renungan Harian
    Replies: 61
    Last Post: 20th November 2008, 11:18 AM
  3. Janji Tuhan seperti fajar di pagi hari
    By tanto in forum Kesaksian
    Replies: 5
    Last Post: 12th January 2007, 10:38 AM
  4. Sharing Renungan yang membangun...!!!
    By Rose in forum Renungan Harian
    Replies: 85
    Last Post: 7th October 2005, 12:09 PM
  5. Kumpulan Renungan Keluarga
    By gsm in forum Renungan Harian
    Replies: 1
    Last Post: 10th January 2005, 02:07 PM

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts

Search Engine Friendly URLs by vBSEO 3.5.0 RC1 PL1