Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

Ochid
PROFILE   GALLERY   BLOGS   GUESTBOOK   FRIENDS   FAVORITES  
 


Viewing 1 - 3 out of 3 Blogs.


Siapa yang bermasalah, dia, aku atau engkau?
Posted On 07/12/2008 00:10:00

Dia cantik dan menarik. Dia sangat polos, itu kesan pertamaku, ketika aku bertemu dengannya di sebuah perkumpulan gereja. 

Kantorku pindah lokasi, bersebelahan dengan kantornya.  Kalau berpapasan, dia akan menyapaku dengan ramah dan senyum yang kekanak-kanakan.

Kadang dia datang ke gym, dimana aku menghabiskan jam makan siang. Dia akan melihatku dengan mata terkagum-kagum dan akan bertanya, mengapa aku berolahraga, sedangkan aku tidak gemuk. Mungkin dibenaknya harnya orang gemuk yang butuh olahraga. Esok harinya dia akan datang lagi, kadang hanya mononton atau menirukan gerakan yang kulakukan. Dengan senang hati akan kuterangkan padanya apa dan mengapa. Dia akan mengangguk-angguk seolah mengerti.

Minggu demi minggu dan bulan berlalu. Kadang kulihat dia bersenda gurau dengan teman sekerjanya atau ‘tetangga’ kerjanya.

Kadang kupikir orang mengambil kesempatan akan kepolosannya.

Di kafetaria, tempatku sarapan dan makan siang, terkadang topik pembicaraan mengenai dirinya akan mengundang tawa. Apalagi kalau bertepatan dia lewat, maka akan banyak muka dengan senyum tertahan-tahan.

Suatu hari kulihat dia berjalan ke tempat mandi umum dengan sandal bertumit tinggi, tentunya dengan peralatan mandi. Lagi lagi membuat orang senyam-senyum.

Akhirnya, aku tak tahan lagi. Suatu saat, kupanggil dia dan kuajak dia bicara. Tentu dengan jabatan yang kupangku, akan sulit menolak baginya.  

Basa basi sebelum masuk ke permasalahan, kucoba membaca isi kepalanya.

Berdasarkan kata-katanya, sepertinya dia tidak akan tersinggung kalau aku utarakan pendapat orang-orang tentang dia.  Yah, terus terang saja, people think that she is retarded! Sebagian orang bertanya, bagaimana sikap suaminya terhadad dirinya.

Singkat cerita, kukasih tahu permasalahan. Dia, wanita yang dianggap polos dan retarded, menjawab dengan rasa percaya diri dan dengan aksen kental negara asalnya, Republik Dominika,”Aku tidak perduli dengan  pendapat orang tentang aku, sebab aku tahu siapa aku, dan aku bahagia dengan keberadaanku.”

Aku terperangah. Belum pernah kulihat dia berbicara seperti itu. Kesan 'dumb' sama sekali tidak ada. Dia tidak bermasalah. Barangkali aku dan orang lain yang bermasalah. Dia bahagia dengan keberadaannya, meski dibilang ‘retarded’. Jadi, mengapa aku mesti perduli? Siapa yang bermasalah sekarang?

 

Renungan
Posted On 07/11/2008 00:39:51

Mengapa ada perang? Pertanyaan ini sering melintas dibenakku. Mengapa banyak orang terlibat dalam perang, meski mereka tidak menyukainya?
Apakah masalah 'perut sejengkal' ini, atau alasan lain?
Mengapa negara adi kuasa ingin bercokol di negara ini? Apakah  masalah perut sejengkal atau masalah banyak perut? Apakah karena perang adalah bisnis yang bisa menghasilkan dan menghabiskan banyak uang dengan seketika? Apakah ada alasan-alasan lain yang mensahkan orang saling membunuh?
Lihat! Bahkan anak-anak kecil yang biasa bermain bola di lapangan, sekarang takut keluar dari rumah. Takut kalau kalau ada bom, kalau-kalau ada penculik, kalau-kalau ada penembak misterius.
Wanita-wanita yang biasa keluar rumah di sore haripun, sudah mengunci diri dengan alasan yang sama.
Perang pada umumnya malapetaka buat 'masyarakat biasa', tapi bisa jadi rejeki besar buat sebagian orang. Why?
Sambil mengendarai mobil di pagi hari, ketika akan berangkat kerja di sebuah negara yang terlibat perang, sejuta pertanyaan sering bermain dibenakku. Mengapa ada perang?

Tags: Warwhy


Mencintai bukan berarti harus memiliki
Posted On 07/09/2008 06:37:37

Gue punya temen sekantor, cowok, bule, beranak tiga, en satu istri. Berhubung kita sekantor, maka gue ama dia banyak ngobrol. Kadang ngalor ngidul, kadang serius, dari mulai harga bensin, sampe harga mobil mewah.
Nah, di antara berpuluh cerita, ada satu cerita yand demen dia omoning ama gue. Itu tentang cewek yang dia suka setengah mampus. Menurut dia sih, dia jatuh cinta and still in love ama itu cewek sampe sekarang. Bahkan, dia bilang, kalo cewek itu mau menikah ama dia, dia akan meninggalkan istrinya. Sementara cewek itu udah menikah juga, baru satu tahun. Maka hubungan cinta terlarang terjalin. Itu kejadian udah terjadi, sebelum gue sekantor ama dia. Gue sebagai atasan dia dan tentunya juga temen ngobrol dia, berusaha membuka matanya, bahwa ini kaga bakalan jalan. Terlalu banyak ringtangan. tau sendiri deh, ama nih bule, kawin cerai sih biasa. Kadang nilai kebenaran juga memudar kalo lagi jatuh cinta begitu. Berhubung atasan gue udah mengeluarkan surat peringatan kepada temen gue, engga boleh ketemuan ama itu cewek kalau bukan urusan kerja, maka dia ama ni cewek, ketemuan secara rahasia. Sampai suatu saat, si cewek berubah. Engga jelas, apa karena cewek ini ketemu cowok lain atau karena hal lain. Cewek itu brenti ngomongan ama temen gue.  Temen gue frustrasi setengah mampus. Mukanya selau kelihatan ketat. "Mood swing", itu kata gue. Kekanak-kanakan kadang. Gue udah bilang dari awalnya, kalo itu engga bakalan, selain kaga bener, juga dilarang work policy, maksud gue policy under our profession.
Gue udah bilang ama dia, "do the right thing...I know it's not easy. Remember, you have 3 beautiful children and faithfull wife and so on and on...". Awalnya dia kaga mau dengar saran gue. Gue sih kaga bosan bilang ama dia, "I know to do the right thing sometimes is painfull and is not easy, but we have to see for the long term and end result..." itu kata gue lagi ke dia.
Keras kepala si bule. Merana karena cintanya tak tersambung. Dia selalu berpikiran, kalo si cewek itu diciptakan buat dia. Dia selalu bilang bahwa cewek itu akan bahagia bersama dia, bahwa dia akan melakukan apa aja demi kebahagian si cewek. Nah, sekarang dengan si cewek ketemu cowok lain (apparently) dan mereka kaga ngomongan lagi, udah kaya orang asing kalo ketemu, dia baru ngarti...mengasihi atau mencintai seseorang itu, bukan berarti harus memiliki. And to do the right thing sometimes is so difficult. But, kuncinya, right is right and wrong is wrong! Temen gue masih tetap merasa bahwa dia always loves that woman. Wow!

Tags: Iya Engga Sih





*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS