Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

Rose
PROFILE   GALLERY   BLOGS   GUESTBOOK   FRIENDS   FAVORITES  
 


RSS
INNER BEAUTY
Posted On: 06/19/2008 23:16:56
“Duh..betapa cantiknya kamu Inez. Pipimu merah ranum, alismu bagaikan sepasang gading yang menjuntai menghiasi kedua bola matamu nan bulat cemerlang. Senyummu bagaikan bulan purnama yang menghunjam dan menggetarkan setiap hati pria yang memandang,” demikian tutur kata Chris tatkala merayu Inez, gadis pujaan hatinya.
 
Kata-kata rayuan yang seperti itu merupakan suatu bentuk pengungkapan atas kekagumannya kepada kecantikan lahiriah yang dimiliki Inez.
 Kecenderungan tren dunia ini memang mengagungkan kecantikan/ketampan an lahiriah. Setiap hari kita dijejali dengan beraneka ragam iklan produk kecantikan dan perawatan tubuh. Dari yang berharga ribuan rupiah sampai puluhan juta rupiah.

Kehalusan kulit, hidung yang mancung, bibir yang tipis, alis yang halus menjadi standar kecantikan kaum wanita. Ikon-ikon kecantikan dunia sperti Cindy Crawford, Naomi Campbell, Kate Moss dan lainnya menjadikan setiap gadis muda ingin tampil seperti mereka.
 Hal-hal itu merupakan sesuatu yang common di dunia kita. Tuhan memang menciptakan manusia dengan keindahan dan kelebihan masing-masing.

Dan ada banyak pria maupun wanita yang menjadikan ukuran ketampanan/kecantik an lahiriah tersebut sebagai standar dalam pencarian jodohnya.
 Apabila diteliti seksama, banyak rumah tangga yang dibangun atas dasar itu menjadi rapuh dan rawan dengan pertengkaran bahkan perceraian. Kenapa? Karena lahiriah kita dari hari ke hari akan makin menurun. Kecantikan dan ketampanan akan berangsur-angsur pudar seiring dengan mulai timbulnya garis-garis ketuaan di wajah.

Masa honeymoon biasanya hanya ada di tahun-tahun awal pernikahan. Dimana keduanya saling menikmati kecantikan/ketampan an lahiriah pasangannya. BUT….ketika eros (gairah seksualitas) itu telah terpuaskan, mereka juga akan dihadapkan pada karakter asli pasangannya.
 Faktor ini juga merupakan kerawanan dalam hubungan rumah tangga. Seperti yang penulis pernah temui mengenai seorang pria yang “menyesali” perkawinannya. Ia secara jujur mengatakan bahwa ia menikahi istrinya karena kecantikan dan kemolekan tubuh istrinya. Namun setelah beberapa tahun menikah, ia menyesal karena istrinya hanya di rumah saja dan tidak mau terlibat dalam aktifitas luar, seperti aktif dalam perkumpulan istri-istri karyawan di kantornya.

Istrinya hanya makan, tidur, menonton tv dan lainnya. “Malas…dia sangat malas,” tuturnya menyesali perkawinannya.
 Ada begitu banyak pasangan muda lain yang merasakan hal sama, bila ukuran kecantikan/ketampan an lahiriah menjadi tolak ukur atau standar pemilihan jodoh. Jadi bagaimana? Carilah pasangan hidup berdasarkan Inner Beauty-nya juga, dan bukan hanya berpatokan pada kecantikan lahiriahnya. Inner beauty atau kecantikan yang berasal dari dalam, dari hati orang tersebut meliputi karakter, sifat, kebiasaan dan gaya hidup orang tersebut.

Carilah someone yang telah berjumpa dengan Kristus dan menjadi ciptaan baru (2 Kor
5:17). Sebab person yang seperti ini pasti telah dikarunia sifat-sifat Allah yang baik (Galatia 5:22-23). Ia akan memancarkan karakter Kristus dalam kehidupannya. Kepribadiannya penuh kasih, sukacita, lemah lembut, sabar, murah hati, baik hati dan penuh pengendalian diri. Menikah dengan pribadi seperti itu akan sangat menyenangkan. Keduanya akan menjadi pasangan yang saling melengkapi, saling membangun dan menutupi kelemahan masing-masing.
 

Ingatlah, seperti kata orang-orang bijak, bahwa menikah itu sama seperti memasuki ruangan yang tidak memiliki pintu keluar. Oleh karenanya, berhati-hatilah dalam memilih pasangan hidupmu. Jangan hanya menggunakan ukuran kecantikan lahiriah, tetapi pakailah juga inner beauty sebagai salah satu kriteria sobat muda.
 
Dengan begitu, dengan yakin kita akan dapat mengatakan bahwa perkawinan yang dibangun adalah till death do us apart.. atau sampai kematian yang memisahkan. Happy searching. God bless.
  

Blessings in Jesus,
  Bobby, M.Th
http://www.rotihidu p.co.cc 

 



Bookmark:



Viewing 1 - 4 out of 4 Comments

06/22/2008 22:50:27

vivi wrote:
Wah... w setuju buanget dech...
w byk ketemu perkara/ kasus kek gitu dalam kehidupan sehari-hari.
Mesti w masih belum kristen tapi w merasa ajarannya bagus buuanget..
kasih kristus yang besar akan membuka hati anak-anaknya


cuman mo cari inner beauty-na itu agak susayah ya..


06/20/2008 22:57:28
Wah... w setuju buanget dech...
w byk ketemu perkara/ kasus kek gitu dalam kehidupan sehari-hari.
Mesti w masih belum kristen tapi w merasa ajarannya bagus buuanget..
kasih kristus yang besar akan membuka hati anak-anaknya


06/20/2008 03:45:00

salamhw wrote:
Rose, cari intinya. Bila intinya baik atau good seed, maka semua yang tumbuh adalah baik. Nah ... kamu pasti tahu dengan apa yang saya maksud dengan inti (seed). Bila belum, bisa coba baca (atau cari) di sekitar I Petrus pasal-2 atau pasal-3. Salam HW.


iya thanx, nanti aku baca ayatna dolo, aku juga lon begitu paham..:D


06/20/2008 01:30:38
Rose, cari intinya. Bila intinya baik atau good seed, maka semua yang tumbuh adalah baik. Nah ... kamu pasti tahu dengan apa yang saya maksud dengan inti (seed). Bila belum, bisa coba baca (atau cari) di sekitar I Petrus pasal-2 atau pasal-3. Salam HW.



*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS