Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

imey0106
PROFILE   GALLERY   BLOGS   GUESTBOOK   FRIENDS   FAVORITES  
 


RSS
Bermain-main dengan Harimau
Posted On: 02/25/2008 20:56:02

Menjelang sore, saat penduduk bersiap pulang dari bekerja di ladang, samar-samar dari arah padang gembalaan terdengar teriakan seorang pemuda.

”Tolong... Tolong... ada harimau.. ”

Namun aneh, teriakan panik tersebut tidak mendapat respon dari seorangpun. Maka mengamuklah seekor harimau betina besar dengan ganas ia mengejar kerbau, tetapi karena kawanan itu bersatu padu sang harimau merasa jerih dan mengganti sasarannya terhadap si pemuda gembala. Mendapat serangan tersebut, si pemuda hanya bisa berlari semampunya dan malang, kekuatannya tak sebanding dengan harimau, dia diterkam dan mati menggenaskan.

 

Usai sore, pendudukpun mulai berdatangan ke ladang. Mereka terkejut mendapatkan bahwa si gembala sudah terbujur kaku dengan sisa-sisa cabikan yang mengerikan, segera terdengar celutukan sana-sini ” Inilah hasil dari sebuah keisengan, semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak pernah berlaku iseng dan kurang ajar”. 

 

Asal muasal terjadinya peristiwa naas tersebut, masih segar dalam ingatan penduduk desa.

Setiap keluarga mempunyai sedikitnya seekor kerbau, tetapi karena kerjaan mereka bertani mereka kesulitan menggembalakan kerbau-kerbau itu. Maka merekapun bermufakat menunjuk seorang pemuda dengan tugas khusus menggembalakan semua kerbau di desa itu di padang gembalaan yang tak jauh letaknya dari pemukiman.

 

Awalnya pemuda itu menerima tanggung jawabnya dengan sukacita, dengan penuh semangat sipemuda setiap hari membawa ternak-ternak itu ke padang, memberi makan, memandikannya, sambil bermain suling, bersenandung dan menari. Namun karena tugas itu dilakukannya setiap hari sebagai rutinitas, timbullah rasa bosan dan jenuh, iapun mulai mengeluh, kehilangan keceriaan, sering ketiduran, dan mulai menelantarkan kerbau-kerbau gembalaannya.

 

Pada suatu hari timbul rasa isengnya, ia ingin mempermainkan penduduk. Caranya? Ia berlari kencang ke arah ladang sambil berteriak dengan suara menakutkan ”Harimau.. harimau.. harimau datang, selamatkan kerbau masing-masing”. Penduduk terkejut, segera mereka bangkit dengan membawa cangkul, golok dan benda-benda tajam apa saja yang bisa diraih, berlari ke padang, membantu si gembala mengusir harimau. Tetapi apa yang terjadi, tidak ada harimau, kawanan kerbau yang katanya sedang diserang harimau, ternyata tenang-tenang saja merumput. Mereka melihat sekeliling mencari sipemuda, dan si pemuda ternyata hanya tertawa terbahak-bahak ”Hahaha... huahhaha... kalian kena tipu, harimau jauh di hutan, aku cuma iseng... hahaha......”. Penduduk kesal namun tak bisa berbuat apa-apa, mereka kembali ke ladang disertai gerutuan. Ia pun tersenyum puas penuh kemenangan.

 

Esok hari keisengan si gembala timbul lagi, dengan tergopoh-gopoh ia kembali berlari ke ladang sambil berteriak ”Harimau datang... harimau datang... kerbau dikejar, diterkam... dimangsa...”. Penduduk pun bangkit lagi, dengan tergesa-gesa sambil membawa berbagai macam senjata mereka menuju padang, namun mereka kecewa kembali, tidak ada harimau. Dan lagi-lagi si pemuda kurang ajar ini tergelak bahagia karena dapat mempermainkan penduduk kedua kalinya. Dan itulah sebabnya, ketika sang harimau benar-benar datang, tak seorangpun yang tergerak untuk memberikan bantuan.

 

Hikmah yang dapat ditarik dari cerita ini adalah, jangan pernah bermain-main dalam bekerja. Pekerjaan yang sudah di amanatkan kepada kita sama seperti si pemuda mendapatkan amanat untuk menggembalakan kerbau-kerbau harus kita tunaikan dengan sungguh-sungguh. Sikap kurang ajar, iseng, berarti tidak bertanggung jawab, tidak profesional, dan dapat menimbulkan bencana.

 

Bisnis adalah keseriusan, berapa nilai bisnis anda? Mungkin puluhan juta, ratusan juta, puluhan milyar atau bahkan trilyunan rupiah. Satu hal harus selalu diingat, betapa kecilpun itu, haruslah kita mengerjakan itu dengan sungguh-sungguh, sepenuh tanggung jawab. Kita tidak dapat memprediksi datangnya bencana, bahaya kadang mengintai dari balik pintu dan siap menerkam kita. Yang bisa dilakukan adalah mengembangkan sikap waspada, dan jangan membiarkan keisengan menjadi malapetaka bagi diri kita sendiri. Marilah, pupuk sikap menangani pekerjaan dengan sepenuh hati, serius, sebaik-baiknya, disertai dengan rasa tanggung jawab yang besar, niscaya itulah yang akan meyelamatkan dan menjadi kunci sukses dalam pekerjaan kita.

 

thanks to Peter Waworundeng for "Kafe Etos"

Tags: Smart Etos Motivating Inspirational



Bookmark:



Viewing 1 - 4 out of 4 Comments

02/27/2008 07:20:07
he3..kalo gw udah sukses nggak mau ah main2...daripada ntar jadi ancur sendiri


02/26/2008 18:52:56
thanks Joe...... thanks Seli.....


02/26/2008 17:39:56

perumpamaan yang bagus. tentunya pelajarannya juga bagus buat kita2.

 helo imey...  



02/25/2008 23:28:25
Thanks for sharing this story mey...! very nice...GBU



*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS