tulisan dibawah dicopy dari yahooblogku, ditulis pd tanggal 30 Oktober 2006, 6 hari menjelang hari pernikahanku...
biar boleh menjadi pengingat bagi diriku, karena hal ini harus ku lakukan in my whole life...
Efesus 5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan
peranan para istri adalah memberikan dukungan, memberikan saran yg baik (dan alkitabiah tentunya) dan menjadi penolong bagi suami. dan tugas dari para istri adalah tunduk kepada suami (untuk hal-hal yang diperkenan oleh Bapa). itu yang aku dapatkan di konseling pranikah. aku setuju sekali, bahwa istri harus bisa menundukkan diri di hadapan suami (dan suami dihadapan Tuhan). satu perahu tidak boleh ada 2 nahkoda, karena jika iya, kapal itu akan karam nantinya.
selama ini, itu yang aku tanamkan dalam pikiran itu, bahwa istri tunduk kepada suami dan stop hanya sampai disitu. hingga tadi malam aku membaca 1 Petrus 3:1, pikiranku diubahkan. ada sesuatu yang baru yang aku dapatkan yang selama ini tak pernah terlintas dalam pikiranku (hhmm Tuhan blm bukakan rahasia ini buatku, dan dibukakanNya tepat pada waktunya).
1 Petrus 3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya
tunduk kepada suami, selain mentaati FT, juga berkesempatan untuk kita memenangkan jiwa suami kita (jika mrk belum bertobat ato tidak taat pada FT). bukan dengan kata2 kita memenangkan tapi dengan kelakuan kita. untuk ini, aku emang ga bakal banyak penjelasan, karena udah sangat jelas dituliskan di ayat itu.
hanya saja, ini akan jadi pertimbanganku selalu, yaitu setiap kali aku tidak tunduk kepada suami, maka aku akan kehilangan 1 kesempatan untuk memenangkan jiwa suami. dan jika semakin sering aku tidak tunduk kepada suami, maka kesempatan untuk memenangkan jiwa suami akan semakin kecil.
Tags: Istri Tunduk Suami