dalam keseharian, aku dikelilingi oleh perempuan-perempuan cantik : putih, langsing, berambut lurus, berperut flatron
dan betis jenjang... bisa dibilang, mereka adalah supermodel dikota ini..
orang bilang, dengan siapa kita bergaul dan gimana lingkungan kita, itu mempengaruhi banget gimana kita berpikir dan memandang hidup.. dan emang bener..
setahun yang lalu saat aku masuk ke komunitas supermodel ini, aku merasa bagaikan itik si buruk rupa, karena fisikku yang bantet banget dan jauh asap dari api dengan mereka ini
bisa ditebak, rasa percaya diri pun menguap ke awan-awan ketika sedang hang out bareng mereka, atau bahkan saat bekerja pun, suka gak pe-de sama keadaan diri sendiri..
berbagai cara ku lakukan buat bisa punya flatron di perut
dan termasuk lah itu diet gila-gilaan, mulai dari minum jamu, obat, gak makan, bahkan pake makanan program diet yang cukup terkenal.. soal dana ? gak keitung berapa banyak udah uang yang keluar demi sebuah penampilan bak supermodel, agar bisa setara dengan partner di kantor ...
sesaat, aku nyaris bisa seperti mereka : punya flatron di perut, tanpa bekas jerawat dipencetin, tanpa penampilan bantet, dan kinclong..
sesaat, orang-orang kagum akan usaha dan kerja kerasku untuk itu..
tapi kemudian, aku menuai hasilnya : masuk rumah sakit berkali-kali..
bukannya kurus langsing seger, yang ada malah body semakin bengkak gara-gara cairan infus
ixixxiixixix... dan akhirnya setelah berkali-kali terapi sama dokter, aku mendapat pencerahan dalam hidup..
life is not all about supermodel style...
aku kini menghargai keadaanku : dengan perut endut, item, dan apa adanya, hehehehe.. menyadari bahwa sebenernya aku begitu berharga walau aku bukan supermodel
aku mencintai kehidupanku, dan menikmati tiap detiknya tanpa lagi mengeluhkan keadaan fisik ku..
dan aku bukan lagi sosok perempuan yang tidak tau berterima kasih pada Tuhan
dengan kondisi seperti ini, justru aku merasa sehat, dan juga sexy
xiixixix... dan orang-orang yang kukasihi justru lebih senang saat aku seperti ini : tak merana saat melihat makanan
dan tak masuk rumah sakit lagi.. mereka menerima aku seperti adanya aku, dan tidak mempermasalahkan kondisi fisikku 
menyadari dengan sebenernya keadaan kita, dan menerima keadaan diri sendiri dengan tulus, adalah kuncinya.. tak perlu merasa iri pada orang-orang bertubuh bagus.. yang penting, kesehatan terjaga, dan senantiasa mengucap syukur pada Tuhan...
itulah esensinya.. 