Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

shinchan
PROFILE   GALLERY   BLOGS   GUESTBOOK   FRIENDS   FAVORITES  
 


RSS
Talk to God More Often
Posted On: 05/01/2008 02:14:01
(It's very touching story.. please read this.. don't miss it)

Mereka bilang ini adalah kisah nyata ....

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur
(Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah
berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak
kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini
mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan.
Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa
terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah ?" "Ya, Bapa
Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta
tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia
berkata kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya
sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan
saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut
saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta."
"Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? Apakah kamu tinggal di Gereja
setelah pulang sekolah?" "Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan ..
sahabatku." Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan
waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta
tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang
dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi
aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya . aku makan satu
kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa
kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! . aku tadi
melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku
yang terakhir buatnya . lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini
selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.
Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling
tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang
susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah.
Tolong Bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ?? Oh ya,
Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu
sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu. Tuhan .
Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya,
disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan .....??

Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir
akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia
memukul kami. Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada
seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau
apakah dia akan menyukaiku ??? Bagaimanapun juga paling tidak aku
tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun
hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??
Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu .tapi ini
kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya.Ooops aku harus
pergi sekarang."

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta
....Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda
bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen
sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap
hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan
kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam
situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa
memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan
pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan
selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka
juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andy tiba dari
pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...'

"Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!!
Keluar.!!!"

Andy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton .??? Dia
seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya . dia selalu menyuruhku
mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus
menyapa Tuhan Yesus ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ...."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang
dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.
Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah ..kamu akan
mendapatkannya !!!"  0leh karena itu Andy tidak punya pilihan lain
kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut
didepan Gereja. Dia mulai menyeberang.ketika tiba-tiba sebuah bus
datang melaju dengan kencang disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan.
Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia
tidak melihat datangnya bus tersebut.

Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andy tewas seketika.
Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah
malang tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih
dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang
dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, " Maaf Tuan.apakah
anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"

Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu
dalam segera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku." Hanya
itulah yang dia katakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut
dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh
bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan
orang tersebut semakin penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan.

Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah
putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua
orang tua Andy.

"Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?"
"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy
terisak. "Apa katanya ?" Ayah Andy berkata ,"Dia tidak mengucapkan
sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia
terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu
mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk
dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum
lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan
kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ...
"Apa yang dia katakan?" "Dia berkata kepada puteraku .." Ujar sang
Ayah "Terima kasih buat kadonya Aku akan segera berjumpa denganmu.
Engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian.
semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu
mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia ..
aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia
meninggalkan kami ada suatu Kedamaian yang memenuhi hati kami, aku
merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat
melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di
Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah
Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu ?
anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap
hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal ."

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan
lutut gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.
kecuali dengan Tuhan."

Tags: Story Faith Intimacy



Bookmark:



Viewing 1 - 2 out of 2 Comments

05/06/2008 06:12:14
wah,,sungguh leuar biasa,,saya san,,gat pingin memiliki hati yg murni seperti anak itu terhadap Tuhan.


05/02/2008 02:50:06
udah sering baca. tapi tiap kali baca selalu berkata 'dahsyat' jadi ingat klo males SaTe....



*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS