Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

eve
PROFILE   GALLERY   BLOGS   GUESTBOOK   FRIENDS   FAVORITES  
 


Viewing 1 - 1 out of 1 Blogs.


do I try to be god?
Posted On 01/30/2008 06:48:34

Ini memang tulisan lama yang kubuat menjelang kelulusanku tahun lalu, diantara kelelahan mengerjakan sebuah pemodelan. Namun pekerjaan itu tidak berhenti sampai disitu. Sekarang pun aku maish tetap bergelut dalam dunia yang sama. Dalam problematika pekerjaan yang sama. Penuh pertanyaan tapi sangat menyenangkan untuk diselami.

Sepanjang pengerjaan sistem pemodelan tata surya, ada sebuah pertanyaan yang sering kali hadir. Apa aku sedang bermain-main menjadi tuhan? Membangun model tata surya dan melakukan generate sistem dengan berbagai harga masukan, memang memberi hasil yang berbeda-beda. Terlebih lagi mencari sistem yang memiliki planet kebumian dengan atmosfer yang bisa digunakan untuk kehidupan ternyata seperti mencari jarum di antara tumpukan jerami.

Dari 1000 sistem yang digenerate ada sekitar 20-30 yang mampu memiliki planet kebumian, namun tak satupun planet tersebut memiliki atmosfer yang layak untuk jadi daerah hunian. Ternyata syarat daerah hunian soal jarak dari bintang dimana air bisa ditemukan dalam keadaan cair bukanlah satu-satunya parameter bahwa planet tersebut layak huni. Kondisi dan komposisi atmosfer yang terbentuk juga sangat mempengaruhi.

Hasil generate keseluruhan sistem tersebut juga menunjukkan tidak semua sistem mampu untuk memiliki planet jovian (planet gas raksasa). Pengaruh massa dan luminositas bintang terhadap kemampuan inti planet berkembang cukup besar. Pada sistem dengan bintang bermassa kecil, seringkali ditemukan inti planet tidak mampu melewati harga massa kritisnya sehingga planet yang terbentuk rata-rata berupa planet tipe mars, venus, dan batuan.

Yang menarik, walau harga masukkan adalah parameter Matahari dalam tata surya, sistem yang terbetuk tidaklah persis sama dengan Tata Surya yang kita kenal saat ini. Kecuali memang untuk daerah di tepi tata surya, dihuni oleh planet-planet kecil dan serpihan sisa pembentukan sistem. lantas apakah dengan demikian bisa ditarik kesimpulan kalau Tata Surya hanyalah sistem kebetulan yang dihasilkan diantara kemungkinan lainnya? Apakah bumi hanyalah hasil dari seleksi acak dalam pembentukan sistem keplanetan di alam semesta? Ataukah memang Tata Surya sudah dirancang sedemikian rupa untuk ada seperti saat ini dan dibuat untuk suatu tujuan? Percobaan yang kulakukan pada berbagai bintang memberikan hasil yang juga tak jauh beda. Planet bukanlah hal aneh ditemui pada sbeuah bintang. Tapi adakah diantara planet-planet tersebut yang digolongkan planet habitasi? ini dia pertanyaannya. Penemuan Gliese 581 memang memberi nuansa baru dalam dunia exoplanet, namun tetap saja pertanyaan yang sama akan terus muncul untuk diselidiki. mungkinkah ada kehidupan yang lain di luar sana. Kalau ada seperti apakah kehidupan cerdas itu? Pemodelan demi pemodelan yang kubuat memang tidak akan bisa menyediakan jawaban pastinya. Namun bisa memberikan gambaran kemungkinan.

Again… pertanyaan itu muncul lagi.. apakah aku sedang bermain-main menjadi tuhan dalam riset ini? Pertanyaan tersebut memang membangkitkan keingintahuan yang lebih dalam lagi. Pendalaman materi dan percobaan akan terus dilakukan, tapi akankah didapat hasil yang benar-benar pasti? Perbandingan antara hasil simulasi dan data pengamatan mungkin menjadi salah satu cara untuk mendapatkan pembenaran hasil.

Tapi pertanyaan itu juga menjadi bagian dari refleksi diri dan sinyal peringatan untukku. Setiap kali pertanyaan ini muncul, setiap kali juga aku disadarkan betapa kecilnya manusia.. dan betapa terbatasnya pemikiran manusia. Keterbatasan yang tak akan pernah melampaui ketidak terbatasan. Pertanyaan yang sama juga mengingatkanku kalau aku ini hidup hanya karena anugerahNya.

Tags: Curhat





*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS