Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

semangil
PROFILE   GALLERY   BLOGS   GUESTBOOK   FRIENDS   FAVORITES  
 


Viewing 1 - 3 out of 3 Blogs.


MISTERI ‘DOA’ BAPAKAMI
Posted On 04/03/2008 20:06:05

MISTERI ‘DOA’ BAPAKAMI

Mat.13:10-13: Maka datanglah murid-muridNya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" (11) Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia misteri Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. (12) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun yang ada padanya akan diambil dari padanya. (13) Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka: karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar mereka tidak mendengar dan tidak mengerti..." ‘misteri’: {ada kelemahan penterjemahan di sana, sebab di dalam bahasa asli (Yunani) berbunyi µ......(‘musterion’); Dalam Bhs. Inggris: ‘mystery’; yang tidak sama dengan ‘secret’; Dalam Bhs.Indonesia: ‘misteri’ tidak sama dengan ‘rahasia’} Sesungguhnya KerajaanNya Yesus, Kerajaan Sorga, adalah kerajaan yang misterius, sehingga selewatnya 20-abad masih merupakan tanda-tanya besar bagi umumnya umat kristiani yang mengaku dirinya pengikut Yesus. Serial Buku Kebenaran Injil Kerajaan Sorga ini mengungkapkan misteri Kerajaan Sorga itu bagi Pembaca, sebab inilah zaman akhir, di mana Injil Kerajaan itu harus diberitakan kepada seluruh bangsa-bangsa [Mat.24:14].

Mulialah Yesus Kristus, Raja Sorga!

PENGANT AR. . .

BUKU-BUKU SERIAL INJIL KERAJAAN SORGA

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya {Mat.24:14}.
Pembaca yang terkasih, umat manusia sedang memasuki zaman akhir, sehingga Mat.24:14 harus dilaksanakan. Sabda Yesus menetapkan: Injil Kerajaanlah yang harus diberitakan, bukan doktrin agama Kristen atau dogma-dogma-sekte!

Buku yang anda pegang ini disiarkan dalam upaya memberitakan Injil Kerajaan (Sorga). Dituliskan berlandaskan pemikiran-pemikiran Kerajaan, bukan Ketuhanan.

Maka buku ini
bukan buku pelajaran agama. Jika seseorang memaksa membaca buku ini dengan wawasan agamawi (Ketuhanan), pasti terjadi benturan-benturan paham di dalam batin, yang akan membawa akibat yang buruk!

Buku ini juga tidak bermaksud untuk mengkritik sekte-sekte, karena setiap sekte memiliki bagian kebenarannya sendiri-sendiri dalam wawasan Ketuhanan. Tugas penulis: menyajikan kebenaran Kerajaan Sorga, tanpa itikad berbantahan dengan paham agamawi manapun! Maka para Pembaca yang puas dengan wawasan Agamawi atau Ketuhanan, tidak perlu melanjutkan membaca buku ini.

Pada pihak lain, Pembaca yang ingin beroleh berkat mulia dari Kerajaan Sorga, dianjurkan membaca buku-buku Seri ini dengan wawasan berpikir Kerajaan. Dan membacanya secara berurutan pula. Sebagai pernyataan kesiapan beroleh berkat itu, sebaiknya Pembaca menanda-tangani pernyataan-pribadi di bawah ini:

Selaku Pembaca Buku ini, saya menyatakan ingin beroleh kebenaran Kerajaan Sorga yang Yesus Kristus kembangkan di bumi ini. Saya ingin beroleh bimbingan Roh Kudus di sepanjang pembacaan buku ini, dibimbing di dalam wawasan berpikir Kerajaan, dan saya membuka hati saya agar kebenaran-kebenaran Yesus Kristus dimeteraikan ke dalam hati saya, menjadi bekal untuk kehidupan saya di dalam Kerajaan Sorga. Bagi kemuliaan Yesus Kristus, Raja Sorga.

Tanda tangan & nama Pembaca:

 

 

( . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . )

 

MISTERI ‘DOA’ BAPAKAMI

1. BEBERAPA NORMA TENTANG RAJA SORGA

BUKU-2 ini diawali oleh mengulangi beberapa catatan dari BUKU-1 yang penting untuk diingat selamanya oleh setiap warga Kerajaan Sorga. Di dalam Kerajaan Sorga berlaku:

(1) RajaYesus adalah Yang Maha Tinggi di dalam Kerajaan Sorga, Dia pulalah satu-satunya yang harus disembah, tidak ada tokoh lainnya;

(2) RajaSorga memerintah secara Monarchi Absolut; kedaulatan dan kemampuanNya bersifat mutlak, sehingga setiap urusan diselesaikan oleh Raja! Jika RajaYesus menetapkan anda beroleh hidup-kekal, maka tidak ada tokoh lain yang dapat membatalkan! Dengan demikian tidak perlu tokoh lain campur-tangan; tidak perlu warga mencari tokoh lainnya (BapaNya Raja, IbuNya Raja, semuanya tidak berperan yang berarti).

(3) Sabda RajaYesus adalah Undang-undang, bahkan mengatasi Undang-undang.

Pelajarilah Yoh.6:63; Mat.7:24; Mat.23:35, dll. Lihatlah betapa Penjahat itu masuk ke dalam Firdaus oleh SabdaYesus yang mengatasi undang-undang agamawi dalam Luk.1:77 dan Rm.10:9!

(4) Raja Sorga memberi amnesti kepada manusia-pemberontak, bukan sekedar pengampunan! Begitu dalam kasihNya!

(5) Jangan lecehkan RajaYesus! Ingat Penjahat yang menghujat Yesus dalam Luk.23:39-41, dia tidak beroleh hidup kekal!

2. TENTANG DOA

Pernyataan-pernyataan pribadi biasa dilancarkan oleh seseorang kepada lawan-bicaranya. Ini adalah hal yang biasa terjadi di dalam pergaulan. Ada empat jenis-utama pernyataan-pribadi yang dapat diamati:

(a) Pernyataan yang
sifatnya menyembah. Ini menunjukkan bahwa yang berbicara mengakui dirinya lebih rendah dari pada martabat lawanberbicara-nya. Tujuannya adalah untuk menyanjung tinggi Sesembahan itu; tidak bermaksud permohonan.

(b) Pernyataan yang bersifat memohon menampilkan bahwa si Pembicara bermartabat lebih rendah pula dari pada lawan-berbicaranya. Dalam bentuk ini, si Pemohon mengharapkan sesuatu pemberian atau berkat dari lawan-berbicaranya.

(c) Pernyataan yang sufatnya bukan berita atau kesaksian, biasa dilakukan oleh seseorang dengan tujuan memberitakan mengenai sesuatu hal, atau mengenai tokoh tertentu. Kalimat berita menjadi suatu kesaksian jika dilakukan oleh (biasanya) pihak yang lebih rendah martabatnya untuk mengagungkan pihak yang diberitakannya.(d) Pernyataan yang bersifat memerintah biasa dilakukan oleh pihak yang lebih tinggi martabatnya kepada pihak yang lebih rendah. Pihak yang memerintah itu menuntut bahwa keinginannya dipenuhi oleh orang yang diperintahnya.

Tidak ada hal yang aneh tentang klasifikasi pernyataan di atas.

Selanjutnya, doa-doa umat beragama ditujukan kepada Sesembahan masing-masing. Dan doa-doa pasti mengandung pernyataan-pernyataan pribadi, yang biasanya diucapkan bersuara, boleh juaga di dalam hati, dialamatkan kepada Sesembahan umat itu. Isi doa-doa yang benar biasanya bersifat
(a) penyem-bahan atau (b) permohonan atau (c) kesaksian. Doa yang benar pasti tidak akan dilancarkan dengan sikap (d) memerintah Sesembahan!

Di samping hal-hal di atas, Yesus mewaspadakan umat mengenai ucapan masing-masing, jadi juga menyangkut ucapan di dalam doa masing-masing, disabdakanNya dalam Mat.12:37: "...Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum..."

Maka, peringatan bagi setiap pribadi penting dicatat di sini:

Hati-hati dengan ucapan doa-mu!

Itulah sebabnya, di dalam BUKU-BUKU SERIAL INJIL KERAJAAN SORGA dimuat doa-doa yang perlu dipanjatkan. Doa-doa itu disusun secara sangat berhati-hati, agar setiap Pembaca yang mengucapkannya terpelihara, tidak menanggung hukuman karena salah berbicara kepada RajaSorga, Maka di dalam kesempatan inipun, untuk mempersiapkan hati dan pikiran, Pembaca dipersilahkan berdoa, sebagai berikut:

Yesus Kristus, Raja Sorga,

Engkau Rajaku, Tuhan, dan saya ingin mengenal Dikau semakin dalam melalui pembacaan buku ini. Maka saya bermohon agar Tuhan memberi saya hikmatMu, agar dengan hikmat itu saya mengerti apa-apa yang dipaparkan. Kiranya tersingkirlah kebodohan dan kebebalan dari diriku!

Saya juga bermohon agar diberi roh-ketaatan, karena Tuhan Yesus menginginkan saya menjadi pelaku SabdaYesus yang taat; demi nama Yesus, tersingkirlah roh-pemberontakan dan pembangkangan dari diriku!

Saya juga bermohon diberi keberanian untuk hidup di dalam kebenaran Kerajaan Sorga; sebaliknya roh-ketakutan dimusnahkan dari diriku. Juga roh-bimbang-dan-ragu serta roh-skeptis akan kebenaran Yesus, harus disingkirkan dari diriku ini.

Silahkan Roh Kudus mengajari dari dalam batinku, dan memeteraikan setiap kebenaran Tuhan, sehingga saya beroleh kebenaran Kerajaan Sorga, yang menjadi bekal dalam kehidupan saya memuliakan Yesus Kristus, Raja dan Juruselamatku, Amin.

3. ‘DOA’ BAPA KAMI

‘Doa’ Bapakami nyaris setiap hari dipanjatkan oleh orang beragama Kristen.

‘Doa’ ini diajarkan oleh Yesus sendiri, tercatat dalam Mat.6:9-13:

Karena itu berkatalah demikian:

Bapa kami yang di sorga;

dikuduskanlah namaMu;

datanglah kerajaanMu;

jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga;

berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya;

dan ampunilah kami akan kesalahan kami;

seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan;

tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat;

karena Engkaulah yang empunya Kerajaan, dan kuasa dan kemuliaan

sampai selama-lamanya, Amin.

Dalam kehidupan iman kristiani dapat dilihat beragam-ragam appresiasi mengenai ‘Doa’ Bapakami. Ada yang melihatnya selaku Doa Penyembahan yang singkat, dilanjutkan dengan berbagai Permohonan. Segolongan lain, oleh alasan tertentu, tidak menganggap penting ‘Doa’ ini, sehingga mereka mengabaikannya, nyaris tak pernah mengucapkannya. Pada ekstrim yang lain, ‘Doa’ ini diperlakukan sebagai mantra-sakti, yang memberi ragam-ragam berkat jika diucapkan pada jam 12-malam sebanyak 3-kali!

Dalam diri mereka yang memperlakukan ‘Doa’ ini selaku doa permohonan, mungkin terbentuk sikap: Yang disembah itu harus mengabulkan doa permohonannya. Yang demikian adalah wawasan agamawi. Barangkali ada pandangan lain yang sama sekali berbeda tentang ‘Doa’ Bapakami?

Pembaca yang terkasih, dari sekian macam apresiasi mengenai ‘Doa’ Bapakami, sebagian di antaranya pasti keliru! Dan demi kehidupan beriman yang sehat, kekeliruan demi kekeliruan harus diungkapkan dan disingkirkan dari pemahaman umat.

Maka selaku catatan pertama, perlulah ditinjau, dalam KONTEKS apa Yesus mengajarkan ‘Doa’ ini.

4. KONTEKS PEMAHAMAN ATAS ‘DOA’ BAPAKAMI

Mendahului ‘Doa’ Bapakami pada Mat.6:9-13, ayat-8 mencatat: "...Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya..." Sebelum kita meminta, Bapa Sorgawi sudah lebih dahulu mengetahui segala keperluan kita. Maka muridYesus tidak merasa perlu meminta beragam-ragam hal untuk keperluan jasmaninya, sesuai saran Yesus dalam ayat-5-7.. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yang menyusulinya (jadi: ayat-9-13), pasti bukan kalimat-kalimat permohonan. Dengan perkataan lain:

Kumpulan kalimat yang dinamakan ‘Doa Bapakami’ sesungguhnya bukan sekedar permintaan-permintaan!

Lebih tidak layak jika berisi perintah-perintah. Berdoa seraya memerintah Sesembahan bukanlah doa yang benar. Maka pernyataan-pernyataan dalam ‘Doa’ Bapakami harus dipahami dalam nada penyembahan dan pernyataan (kesaksian); kedua unsur ini menjadi muatan utama dalam pergaulan Pendoa bersama Raja Sorga!

5. PARADIGMA BERPIKIR DALAM ‘DOA’ BAPAKAMI

Apakah saudara perhatikan bahwa di dalam seluruh ‘Doa’ Bapakami, tidak terdapat kata ‘Tuhan’? Yesus tidak mengajar kita mengucapkan: "Tuhan kami yang di sorga." Tidak juga "Tuhan Allah kami yang di sorga," seperti yang kadangkala terdengar di tengah persekutuan kristiani. Jelasnya, sewaktu mengajarkan ‘Doa’ Bapakami, Yesus tidak berwawasan ketuhanan, melainkan berwawasan (atau: Paradigma) Kerajaan, nyata dari perkataan ‘Kerajaan’ yang dua kali disebutkan di sana: pada awal dan pada akhir ‘Doa’ itu.

Maka, jika ‘Doa’ ini mau dimengerti dengan tepat, seseorang harus memasuki Paradigma Kerajaan, bukan menelaahnya dalam wawasan agamawi atau ketuhanan!

‘Doa’ Bapakami harus dipahami dalam Paradigma agama Kerajaan!

6. KEPADA SIAPA ‘DOA’ BAPAKAMI DITUJUKAN?

‘Doa’ Bapakami jelas ditujukan kepada ‘Bapakami, yang (hadir) di sorga’. Tidak diajarkan oleh Yesus supaya pengikutNya menyebutkan Tuhan kami yang di sorga.

Untuk lebih memahami siapa ‘Bapakami yang di sorga’ ini, perlu diperiksa keseluruhan ‘Doa’ Bapakami. Maka akan nampak beberapa kalimat yang secara bersama-sama menerangkannya. Perhatikanlah:

Bapa kami yang di sorga;

..................................

datanglah kerajaanMu;

......................................................................

.......Engkaulah yang empunya Kerajaan, dan kuasa dan kemuliaan

sampai selama-lamanya, Amin.

Secara bersama-sama, beberapa kalimat ini menunjukkan bahwa Kerajaan Sorga adalah milik Bapa Sorgawi! Selanjutnya, karena setiap Kerajaan adalah milik Raja, maka dapat disimpulkan bahwa Bapa Sorgawi adalah RajaSorga!

Sekarang, apakah Pembaca ingat bahwa BUKU-1 sudah membuktikan bahwa RajaSorga adalah Yesus Kristus? Maka semua kebenaran di atas memberi kesimpulan:
Yesus Kristus adalah RajaSorga sekaligus Bapa Sorgawi! Demikianlah perngajaran tersirat di dalam Kitab Matius.

Di bagian lain dari Kitab Matiuspun direkam pengajaran Yesus yang menunjukkan kaitan antara ‘Bapa’ densan ‘Yesus’. Mat.16:27-28 mencatat:

"...Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan BapaNya diiringi

oleh malaikat-malaikatNya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang

menurut perbuatannya.
28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara

orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat

Anak Manusia datang sebagai Raja di dalam KerajaanNya."

Apakah Pembaca menampak kebenaran di sini? Ayat-27 mengajarkan bahwa kemuliaan adalah milik ‘Bapa’, disandang oleh Anak-Manusia sementara ayat-28 mengungkapkan bahwa Anak Manusia (Yesus) adalah Raja. Kesimpulan dari kedua ayat ini: Yesus adalah Bapa Sorgawi adalah RajaSorga!

Maka jelaslah bahwa Anak dan Bapa secara bersama-sama adalah Pemilik dan Raja di dalam Kerajaan Sorga, dengan perkataan lain: Mereka keduanya satu adanya! Di dalam kemampuan berpikir manusia yang sangat terbatas, nampaknya mereka sebagai dua Tokoh, namun pengajaran Yesus sendiri menyatakan bahwa mereka adalah satu, kesatuan yang tak terpisahkan!

Terserah kepada kita, manusia-hina, mau berkeras mempertahankan hasil pemikiran kita sendiri atau mengaminkan wawasan Kerajaan yang Yesus Kristus sampaikan. Setiap orang yang tidak menganut wawasan berpikir Raja Sorga atau tidak mengaminkan pengajran Yesus, sesungguhnya sedang menempatkan dirinya di luar Kerajaan Sorga! Demikian indah cara Kitab Matius untuk menyatakan kebenaran yang oleh Yesus disampaikan secara gamblang dalam Yoh.10:30: "Aku dan Bapa adalah satu!"

Setelah menampak martabatNya yang mahatinggi itu, kita tidak perlu heran, bahwa sejak masih di bumipun Yesus sudah menyapa para murid dengan "Hai anak-anak!" Periksalah Yoh.21:5. Padahal secara usia, Simon Petrus jauh lebih tua dari pada Yesus.

Menimbang bahwa lawan berbicara sewaktu kita mengucapkan ‘Doa’ Bapakami adalah Yang Mahatinggi, Raja di atas segala raja, mencuatlah suatu kebenaran yang harus diwaspadai oleh setiap pengikut Yesus:

‘Doa’ Bapakami tidak selayaknya berisi perintah-perintah!

7. HUBUNGAN UMAT DENGAN BAPAKAMI

Hubungan ‘umat’ dengan’Bapakami’ secara misterius direkam dalam ungkapan ‘Bapa kami’ yang selalu terucap dari mulut orang Kristen. Tidak pernah diucapkan ‘Bapa saya’, ‘Bapa kamu’ atau ‘Bapa dia’; melainkan ‘Bapa kami’! Melalui penekanan kata ‘kami’, Yesus sedang mengajarkan bahwa warga Kerajaan Sorga harus hidup di dalam satu kesatuan, seutuh kesatuan rumah-tangga, dengan Raja Sorga bertindak selaku Bapakami, Kepala Rumah-tangga! Semua warga Kerajaan Sorga yang benar tentu bersikap bersaudara kandung, satu terhadap yang lain. Kegagalan bersikap sebagai bersaudara-kandung berarti kegagalan menjadi warga Kerajaan Sorga.

Catatan berikutnya datang dari kenyataan, bahwa bahasa Ibrani (Yesus berbangsa Ibrani), ungkapan ‘Bapakami’ berbunyi ‘Havenu’, yang merupakan satu kata, yang padu, bukan dua kata seperti dalam bahasa Indonesia: ‘Bapa’ dan ‘kami’. Melalui kenyataan ini RajaYesus menyatakan kehendakNya bahwa ‘kami’ dan ‘Bapa’ berada di dalam satu kesatuan, tidak terpisahkan.

Pengajaran yang serupa disampaikan secara gamblang dalam oleh Yohanes dalam Yoh.:1-5, yang berulangkali menyebutkan: "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." Bagian Kitab Yohanes ini, tentang Pokok Anggur yang benar, tidak dibahas dalam keringkasan buku ini.

Kehendak RajaYesus untuk hidup di dalam diri saudara dan saudara hidup di dalam Yesus, harus ditanggapi secara positip oleh setiap warga Kerajaan Sorga. Kesempatan untuk hal itu terbuka di dalam Doa mendatang, yang akan kita ucapkan secara jelas.

{CATATAN: Dalam bahasa-bahasa Eropah, ungkapan itu terdiri atas dua kata yang

terpisah. Sekedar intermezzo, para Pembaca yang suku Batak, selayaknya lebih gesit memasuki Kerajaan Sorga, sebab dalam bahasa Batak, ungkapan ‘Bapa kami’ (Ama ni hami) yang terpisah itu dituliskan dalam satu kesatuan: ‘Amanami’...}.

Uraian di atas menunjukkan bahwa RajaYesus menghendaki harus terbentuk kesatuan-antar-manusia sekaligus bersama Bapa Sorgawi, Pemilik Kerajaan Sorga. Suatu kesatuan yang kudus, dalam istilah bahasa Inggris: ’a holy communion’, itu yang dikehendaki oleh RajaSorga.

‘Doa’ Bapakami mengikat para hamba dengan Raja dalam kesatuan yang kudus!

8. DI MANA ‘HOLY-COMMUNION’ ITU HADIR?

Selanjutnya, ungkapan ‘Bapakami yang di Sorga’ bermakna: seluruh kesatuan itu ada di dalam Sorga, atau Kerajaan Sorga! Makna selanjutnya adalah: setiap orang yang masih bernapas, lalu hidup dalam kesatuan dengan Bapa, sesungguhnya sudah hidup di dalam Kerajaan Sorga, sejak masih di bumi ini!

Bahwa Penjahat di Golgota, sementara masih bernapas sudah tahu bahwa ia akan memasuki Firdaus, kehidupan kekal, maka para muridYesus lebih unggul dari Penjahat itu: sementara masih bernapas sudah hidup kekal bersama Bapa, di dalam (Kerajaan) Sorga!

Mengapa saya katakan sejak masih bernapas sudah menjadi warga Kerajaan kekal? Sebab Kerajaan Sorga atau Kerajaan Tuhan ada di dalam diri setiap muridYesus. Pengajaran ini dicatat di dalam Kitab Lukas Pasal-17 ayat 20-21, utamanya ayat-21 yang terjemahannya disempurnakan:
"...juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguh-nya Kerajaan Tuhan ada di dalam kamu." Di dalam kamu, bukan di antara kamu, seperti penterjemahan oleh Lembaga Alkitab Indonesia. Di dalam Bible berbahasa Inggris, King James Version, tercatat the Kingdom of God is within you. Dalam bahasa Gerika: Basileia thou Theou entos umen. Basileia berarti Kerajaan, Theou berarti Tuhan, atau Yang Maha Tinggi, entos berarti di dalam, dan umen berarti kamu!

Kerajaan Sorga hadir di dalam setiap orang yang sungguh-sungguh mentaati Yesus Kristus, Raja Sorga. Hadir di dalam diri anda dan saya yang mentaati Yesus, hadir sejak kita masih bernapas di bumi!

Para hambaYesus yang sungguh adalah warga Kerajaan Sorga sejak masih bernapas (di bumi)!

SUATU APLIKASI KEBENARAN:
Saudara-saudara dari suku Batak (seperti disinggung dalam Pasal-7) seyogyanya menjadi yang paling gesit menanggapi tawaran Raja Sorga supaya menjadi warga Kerajaan Sorga.

Sebab di tengah orang Batak sudah ada budaya ‘komunalitas’, yang dekat dengan komunalitas yang diajarkan Raja Yesus di dalam ‘Doa’ Bapakami.

Orang Batak diajar untuk menyatakan segala sesuatu sebagai milik bersama, bukan perorangan. Ketika ditanyakan:
"Anak siapa itu?", maka jawaban yang diperoleh adalah "Anak kita!" Demikian pula dengan ‘rumah’, "Rumah kita!" Ini adalah fakta, kendati pelaksanaannya tidak seindah pengajarannya.

Jika demikian, mengapa orang Batak sulit memasuki Injil Kerajaan Sorga?

Sebab mereka masih terikat oleh Kerajaan Batak! Mengaku keturunan si Raja Batak. Akibatnya, selama mereka belum menanggalkan kewargaan Kerajaan Batak, tidak mungkin mereka memasuki Kerajaan Sorga! Bukankah yang berikut ini suatu norma dalam wawasan Kerajaan(?):

Setiap orang yang mau menjadi warga Kerajaan tertentu harus, mutlak harus meninggalkan kewarga-negaraan yang lama!

Selama mereka belum menyangkali status keturunan si Raja Batak, tidak mungkin mereka memanggil secara sah: "Bapakami yang di sorga"!

Demikian dahsyatnya ikatan ke-batak-an itu, sehingga sangat sedikit yang berani menyangkali ke-batak-annya, padahal setiap orang yang menganut wawasan Kerajaan mudah mengerti bahwa Kerajaan Batak, milik si Raja Batak adalah kerajaan yang lancung, tidak sah! Sebab si Raja Batak justru mempersilahkan hadirnya banyak Raja di tengah suku bangsa Batak: Raja ni Hula-hula, Raja ni Boru, Raja ni Dongan-tubu, dan banyak Raja yang lain-lain.

Dahsyat ikatan itu, sehingga Pembaca yang membaca, orang Batak, yang memperoleh pencerahan dari buku inipun, disangsikan kemampuannya meninggalkan Kerajaan Batak demi menjadi warga Kerajaan Sorga!

Mampukah saudara-saudara berbangsa Batak melakukannya? Jika tidak mampu, maka tidak bisa lain, kuasa yang mengikat anda pasti kuasa yang dahsyat pula. Kuasa dari alam-roh, yang gelap; kuasa Iblis si Lucifer, penyesat itu! Pesan saya sederhana:

Tinggalkan Kerajaan Batak denganadat-istiadatnya, Perolehlah Kerajaan Sorga; mulialah Raja Yesus!

9. ...DIKUDUSKANLAH NAMAMU;

Bapa kami yang di sorga;

dikuduskanlah namaMu;

Kata ‘dikuduskan’ pun kurang dimengerti oleh banyak orang. Kudus, secara Biblikal berarti tahir dan khusus. ‘Tahir’ berarti bersih atau suci dari segala kecemaran! Sadarkah Pembaca, bahwa dari sudut pandang Sorga, bumi adalah sumber kecemaran? Maka tidak layak nama-nama yang berasal dari bumi dikenakan kepada Bapa Sorgawi, Yang Maha Kudus! Kalaupun wawasan agamawi membenarkan pengucapan ‘Allah’, ‘Debata’, dll. Untuk menyeru Yang Maha Kudus, maka warga Kerajaan Sorga tidak akan mau mencemari Bapa Sorgawi dengan nama-nama bumi, yang cemar!Maka hanya nama ‘Yesus’ yang tahir, yang layak untuk menyeru ‘Bapa’, oleh dua sebab: (1) tahir, sebab di bawa langsung dari Sorga oleh malaikat Gabriel [Mat.1:21; Luk.1:31] dan (2) fakat bahwa Raja itu menerima dan menyandang Nama itu semasa Dia berjalan-jalan di muka bumi!

Selanjutnya, Nama Bapa Sorgawi yang tahir itu layak diucapkan hanya oleh umat yang sudah ditahirkan pula. Dibersihkan dari dosa dan roh-roh-najis.

Juga alat-alat bicara umat itu, ditahirkan dari pemujaan nama-nama ilah asing dan ucapan-ucapan yang cemar!

‘Khusus’, berarti Bapa Sorgawi memiliki satu nama-khusus untuk DiriNya. Nama yang tidak disandang-bersama dengan tokoh lain. Jika suatu nama sudah lebih dahulu digunakan untuk menyeru dan memuja ilah-asing, pantang dipakai untuk menyeru Yang Maha Kudus, RajaSorga. Umat yang beriman-asing apalagi yang alat bicaranya belum disucikan, tidak layak menyebut-nyebut nama yang tahir dan khusus itu!

Pembaca yang terkasih, perhatikanlah bahwa setiap agama, termasuk agama Yahudi, memiliki nama-nama khusus untuk menyeru Yang Maha Tinggi:

(a) Bahwa Muhammad mengimani bahwa
Allah adalah Yang Maha Tinggi, biarlah hal itu bagi para pengikut Muhammad. Warga Kerajaan Sorga tidak perlu ikut-ikutan, sebab mereka bukan pengikut Muhjammad dan sudah menyembah Yang Maha Tinggi, Raja Sorga, Yesus Kristus.(b) Yehovah dipanggil-panggil oleh pengikut Nabi Musa; biarlah itu menjadi milik penganut agama Yahudi. Murid Yesus tidak perlu ikut-ikutan dengan murid Musa, sebab muridYesus mengenal Bapa Sorgawi, Yang Maha Kudus, Yesus Kristus!

(c) Debata, disembah-sembah oleh para penganut agama Batak; biarlah, itu untuk mereka. Wawasan Kerajaan tidak kena-mengena dengan wawasan agamawi. Yang disembah oleh para muridYesus adalah RajaYesus, bukan si Raja Batak dengan pengajaran animisme-nya!

(d) banyak nama-nama ilah asing sudah dikenal oleh berbagai bangsa; nama-nama itu datang dari iman agamawi. Biarlah semua nama tadi dipanggil-panggil oleh mereka yang beriman agamawi.

Bagi umat yang memiliki iman Kerajaan, bukan iman-agamawi, nama Yang Maha Tinggi dalam Kerajaan Sorga adalah nama yang
khusus, dan tahir: Yesus Kristus. Tokoh Yang Maha Tinggi ini pernah tampil sebagai manusia, menyandang nama yang sama, dan akan datang lagi selaku Raja.

Maka umat yang memiliki iman Kerajaan Sorga menjunjung tinggi nama Yesus Kristus selaku nama Yang Maha Tinggi. Pernyataan kalimat Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah namaMu, membawa konsekwensi pengabdian:

Bapakami yang di sorga; hamba kuduskan namaMu: Yesus Kristus!

10. ...DATANGLAH KERAJAAN-MU;

Bapa kami yang di sorga;

...datanglah kerajaanMu;

Kalimat ini mudah dipahami jika dikaitkan dengan ajaran bahwa Kerajaan Sorga hadir di dalam diri pengikut Yesus. Maka potongan kalimat ini berarti:

Datanglah KerajaanMu ke dalam diriku, dengan akibat lanjutan:
aku adalah warga Kerajaan Sorga; hambaNya Yesus Kristus!

11. ...JADILAH KEHENDAKMU DI BUMI SEPERTI DI SORGA;

Bapa kami yang di sorga;

...jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga;

Potongan kalimat ‘Doa’: "Jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga" sangat wajar bagi setiap umat berwawasan Kerajaan! Kehendak Raja harus berlaku di seluruh wilayah KerajaanNya: Sorga dan Bumi. Kehadiran Kerajaan Sorga di bumi dinyatakan oleh orang-orang, di bumi, dalam bentuk mematuhi Raja mereka, Yesus Kristus!

Sesungguhnya para murid Yesus berusaha mentaati setiap titah Raja Yesus, betapapun sulitnya, betapapun banyak pengorbanan yang harus diserahkan kepada Raja. Semuanya dilakukan supaya:

...kehendak Yesus Kristus berlaku di bumi, seperti di sorga !

12. ...BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI...

Bapa kami yang di sorga;

...berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya;

Kalimat "berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya" adalah kalimat perintah. Padahal [Pasal-4] Yesus mengatakan tidak perlu meminta [ayat-8], apalagi memerintah Raja supaya memuaskan kebutuhan kita, sebab Bapa Sorgawi sudah mengetahui lebih dahulu apa-apa yang kita perlukan. Juga Paradigma Kerajaan yang dianut Yesus [lihat lagi Pasal-5] tidak mungkin mengajarkan kalimat perintah untuk diucapkan oleh hamba-hambaNya.

Mana boleh kita memerintah Raja. Kebenaran ini juga dinyatakan di dalam Pasal-6.

Tidak bisa lain, yang benar: kalimat tadi adalah pernyataan iman bahwa RajaSorga pasti mencukupkan nafkah wargaNya, dan warga Kerajaan Sorga puas dengan apa-apa yang diperoleh dari Raja. Bandingkanlah dengan pengalaman Daniel [Dan.1:5]: mereka beroleh makanan dari meja Raja. Dari meja Raja, sehingga memperolehnya
hari-lepas-hari, secara secukupnya saja; demikianlah Paradigma Kerajaan, juga dalam Kerajaan Sorga!

Maka sikap benar para hamba Yesus adalah: tidak mengejar-ngejar kelebihan makanan, apalagi mengejar-ngejar kekayaan, sebab mengejar kekayaan berarti menghabiskan seluruh waktu dan tenaga; tidak ada lagi sisanya untuk digunakan melayani Raja. Lebih buruk lagi: mengejar-ngejar kekayaan berarti memuja Mammon, sementara RajaYesus [Mat.6:24] mensabdakan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada Tuhan dan kepada Mammon!

Maka kalimat-judul di atas, bagi para muridYesus merupakan pernyataan:

Bapa Sorgawi memberikan kami makanan yang secukupnya!

Dan kami puas dengan makanan sehari-hari yang secukupnya.

13. ...DAN AMPUNILAH KAMI ...; SEPERTI...

Bapa kami yang di sorga;

...dan ampunilah kami akan kesalahan kami;

seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Potongan kalimat ‘Doa’: "...ampunilah kami akan kesalahan kami, juga bernada memerintah; dan memerintah Raja adalah pantangan! {CATATAN: Para muridYesus tidak mau menghabiskan waktu mencari-cari di mana sumber kemelesetan kalimat ini; apakah dari kekeliruan sewaktu penyalinan demi penyalinan dalam bahasa-asli P.Baru, atau sewaktu penterjemahan demi penterjemahan, tak perlu dipikirkan. Pembuktian yang dilakukan di dalam BUKU-2 ini, tentang hadirnya kesalahan di sana serta pelurusan pernyataan itu, cukup bagi para muridYesus!}

Yang tepat, kalimat ini adalah pernyataan-iman bahwa Bapa mengampuni diri kita seperti kita mengampuni orang lain. Mat.6:14-15 menegaskan hal itu:

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu di sorga akan

mengampuni kamu juga.
15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni

kesalahan orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.

Jelaslah: lebih dahulu kita harus mengampuni orang lain, baru kita beroleh pengampunan dari RajaYesus. Dengan demikian pernyataan yang tepat. Maka bagi para hambaYesus, pernyataan iman itu berbunyi:

Bapa kami yang di sorga mengampuni kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

14. ...JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN;

Bapa kami yang di sorga;

...dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan;

‘Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan’
tampil sebagai kalimat perintah atau bernada melarang. Wah! Suatu pantangan berat melarang-larang Raja! Meminta sajapun sudah dipesankan Yesus: supaya jangan dilakukan. Apalagi memerintah atau melarang Raja! Oh betapa banyaknya orang Kristen yang harus bertobat dari sikap tidak hormat itu!

Maka sesungguhnya kalimat ini adalah pernyataan iman bahwa Bapa Sorgawi tidak menjerumuskan hambaNya ke dalam pencobaan [Yak.1:13: Tuhan tidak pernah mencobai!] Maka tidak layak ada kalimat-melarang di sana!

Setiap warga Kerajaan Sorga mengetahui bahwa Iblis-lah si Pencoba, sementara RajaYesus sangat mengasihi mereka. Maka kalimat ‘Doa’ tadi secara benar berbunyi: Bapa kami yang di sorga tidak membawa kami ke dalam pencobaan!

(Terpujilah RajaYesus!)

16. ... ...TETAPI LEPASKANLAH KAMI DARI PADA YANG JAHAT;

Bapa kami yang di sorga;

...tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat;

Potongan kalimat "lepaskanlah kami dari pada yang jahat" terdengar sebagai memerintah! Siapakah yang layak memerintah Raja? Bukankah inipun suatu dosa? Ohh, betapa banyaknya orang Kristen yang terjebak oleh penyesatan Iblis, sehingga memerintah Raja!Sebaliknya, setiap warga Kerajaan Sorga menyadari bahwa dari Raja Sorga ia beroleh kelepasan awal (sewaktu beroleh amnesti), dari dosa dan dari kuasa Iblis, seperti yang dialami oleh Penjahat yang selamat di Golgota [Baca ulang BUKU-1; dan bila anda belum beroleh amnesti dari Raja Sorga, bermohonlah kepadaNya!].

Hari-hari setelah kelepasan-awal itu, warga Kerajaan Sorga akan berhadapan dengan si Iblis, dan harus mengalahkan si Iblis, dengan mengandalkan kuasa Yesus. Jadi sesungguhnya (kuasa-)Yesuslah yang senantiasa melepaskan hambaNya dari si jahat.

Mengenai para muridYesus yang mengalahkan si Iblis, tercatat dalam bagian-bagian

Injil lainnya, yang akan kita bahas di dalam kesempatan mendatang.

Jika muridYesus tidak mengalahkan si Iblis, maka Iblis tentu berhasil dalam usahanya menyesatkan pengikut Yesus. Mereka yang disesatkan mungkin menjauh, bahkan meninggalkan Kerajaan Sorga seraya menaklukkan diri kepada pemerintahan Iblis.

Maka makna sesungguhnya dari kalimat-judul di atas adalah:

Bapa kami yang di sorga melepaskan kami dari pada yang jahat!

(Terpujilah RajaYesus!)

17. ...ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN...

Bapa kami yang di sorga;

...Engkaulah yang empunya Kerajaan, dan kuasa dan kemuliaan

sampai selama-lamanya, Amin.

Ini adalah pernyataan iman yang tidak perlu diragukan. Yesus, RajaSorga adalah Pemilik Kerajaan Sorga; saya adalah hambaNya. RajaYesus adalah penguasa atas diriku, saya harus taati dia senantiasa. Selaku hamba Yesus, saya akan memuliakan Dia selamanya, dan hanya Dia yang saya muliakan.

 

18. KERAJAAN SORGA: SUATU MONARCHI ABSOLUT !

Kelanjutan perenungan atas ‘Doa’ Bapa kami menghasilkan pemahaman yang lebih indah lagi jika dibahas menurut pasangan kalimat-kalimat. Ambillah pasangan kalimat: "datanglah KerajaanMu" dengan kalimat "jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga." Kerajaan Tuhan meliputi Bumi dan Sorga sekaligus; dan kehendak Raja harus terjadi di seluruh kawasan itu.

Maka pasangan kalimat ini menjelaskan bahwa Raja Yesus memerintah secara ‘Monarchi absolut’; mutlak, semuanya milik Raja dan kehidupan seluruh warga bergantung sepenuhnya kepada Raja. Bahkan segala urusan diselesaikan oleh Raja sendirian. Tidak heran Yesus sabdakan dalam Mat.10:28: "...Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya..."

Begitu mutlaknya pemerintahan Raja Sorga sehingga setiap rambut di atas kepala setiap warga Kerajaan itu diperhitungkan. Maka prinsip yang dicatat barusan menjadi ketentuan yang berlaku dalam Kerajaan Sorga, suatu monarkhi absolut: Segala sesuatu di dalam Kerajaan Sorga adalah milik RajaYesus!

Monarchi absolut yang dikenal di bumi, seperti yang ditegakkan oleh Kaisar-kaisar terkenal di sepanjang Sejarah, tidak mampu menterapkan kemutlakan yang penuh. Masih ada pemberontakan yang dapat dilakukan. Masih ada Kaisar yang direbut takhtanya oleh Pemberontak.

 

19. SEMUANYA MILIK RAJAYESUS !

Mari kita lihat lagi pasangan kebenaran yang lain. Kalimat "berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya," jika ditilik berpasangan dengan kebenaran: "Kerajaan Sorga diselenggarakan secara ‘Monarchi absolut’" memunculkan tantangan berikut: "Jika berkat-berkatmu sudah melebihi kebutuhan nafkah sehari-hari, untuk siapakah kelebihan-penghasilan itu?" Bagi manusia-insani jelas sekali: "Kelebihan penghasilan adalah untuk ditabung."

Namun jawaban Warga Kerajaan Sorga berbeda: "Kelebihan-penghasilan adalah milik RajaYesus!" Sebab warga Kerajaan Sorga mengerti norma Kerajaan:

Segala sesuatu di dalam Kerajaan adalah milik Raja!

Maka kelebihan-penghasilan akan digunakan untuk upaya perluasan Kerajaan Sorga, seturut perintah Raja Yesus terhadap orang-per-orang. Mungkin terjadi Raja itu menghendaki seseorang menjadi kaya raya, lalu berperan sebagai penyandang dana untuk penginjilan, sementara yang lain dikehendaki menjadi penginjil tulen, yang hidup dari belas-kasihan Raja! Demikianlah kehendak Raja dijadikan kenyataan di dalam kehidupan warga Kerajaan Sorga!

 

20. SESUNGGUHNYA ‘DOA’ PERNYATAAN IMAN !

Warga Kerajaan Sorga, penganut iman Kerajaan Sorga, harus menghayati kebenaran-kebenaran Kerajaan Sorga yang telah disajikan, kendati mungkin tidak dapat diterima secara iman agamawi. Contohnya: dengan iman Kerajaan Sorga, di dalam fakta bahwa Kerajaan Sorga adalah suatu monarchi-absolut, para muridYesus di masa kini tidak akan mencari-cari nama-lain untuk menyeru Bapa Sorgawi. Terlalu bodoh jika muridYesus melakukan hal itu!

Dari fakta bahwa ‘Doa’ Bapakami tidak mengandung permohonan-permohonan, melainkan lebih luhur: mengandung penyembahan dan pernyataan iman: maka ‘Doa’ Bapa kami adalah Pernyataan Iman (Inggris: Statement of Faith) warga Kerajaan Sorga! Inilah salah satu Misteri dalam Kerajaan Sorga; bagian dari
Misteri Iman yang dicatat oleh Rasul Paulus dalam 1Tim.3:8-9: Demikian juga diaken-diaken haruslah orang yang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, melainkan orang yang memelihara rahasia misteri iman dalam hati nurani yang suci. {Ada kekeliruan penterjemahan. Dalam bahasa aslinya, bahasa Gerika, tercatat musterion tes pisteos, alih-bahasa ke bahasa Inggris menjadi: mystery of the faith.}

Melalui pernyataan ini, Rasul Paulus menyatakan bahwa iman kepada Yesus Kristus adalah suatu misteri, tersembunyi rapat-rapat, sehingga kebanyak-an umat kristiani mengimani bahwa ‘Doa’ Bapakami hanyalah sekedar doa biasa, tidak lebih. Lalu Bapa Sorgawi dianggap pihak yang wajib mengabul-kannya.

Padahal dalam wawasan berpikir Yesus tidak demikian. Sesungguh-nya ‘Doa’ Bapakami bukanlah sekedar doa, melainkan, secara misterius merupakan pernyataan-pernyataan iman muridYesus. Maka dalam wawasan Kerajaan Sorga, Mat.6:9-13, secara misterius adalah: Pernyataan Iman warga Kerajaan Sorga, semirip pernyataan iman Rasuli milik umat kristiani.

Pembaca yang terkasih, saya tidak menyatakan bahwa Pengakuan Iman Rasuli adalah suatu kesesatan, sama sekali tidak! Yang saya mau sampaikan adalah: Pernyataan Iman Rasuli sudah tepat bagi umat yang menganut iman kristiani, yang agamawi; sementara ‘Doa’ Bapakami adalah Pernyataan Iman bagi warga Kerajaan Sorga!

Warga Kerajaan Sorga akan diproses hari lepas hari, sehingga kehidupan mereka semakin berpadanan dengan rumusan ‘Doa’ Bapakami. Semakin menaklukkan diri kepada Raja Sorga. Apakah Pembaca mau bergabung dengan Kerajaan Sorga? Tentu anda dengan senang hati mengucapkan Pernyataan Iman warga Kerajaan Sorga di atas!

 

PERNYATAAN IMAN WARGA KERAJAAN SORGA

Bapakami yang di sorga;

tahir dan khususlah namaMu, Yesus Kristus;

datanglah kerajaanMu ke dalam hatiku, ya Rajaku;

Bapakami yang di sorga,

jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga,

teristimewa di dalam hidup hambaMu ini;

Bapakami yang di sorga...

...memberi kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya;

Bapakami yang di sorga...

...mengampuni kami akan kesalahan kami; seperti kami juga

mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Bapakami yang di sorga...

...tidak membawa kami ke dalam pencobaan;

tetapi melepaskan kami dari pada yang jahat;

Bapakami yang di sorga,

Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan

sampai selama-lamanya, Amin.

 

Akhirnya, perlu dijelaskan kepada Pembaca, mengapa BUKU-2 ini berjudul MISTERI KEHENDAK TUHAN. Dijelaskan oleh Rasul Paulus dari Ef.1:9-10: Sebab Ia telah menyatakan rahasia misteri kehendakNya kepada kita sesuai dengan rencana kerelaanNya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkanNya di dalam Kristus [10] sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Kehendak Yesus adalah kita menyerahkan diri untuk dipersatukan di dalam Kerajaan Sorga! Maka, jika Pembaca mentaati kehendak RajaYesus, dan dengan senang hati mau menyerahkan diri kepada Raja Sorga, ucapkanlah dengan bersuara, teks doa yang tertera di bawah ini:

Yesus Kristus, Raja Sorga;

Engkau Rajaku, ya Tuhan; dan saya mau menjadi warga Kerajaan Sorga; hidup dalam kesatu-paduan yang kudus dengan Bapakami: saya hidup di dalam Yesus dan Yesus hidup di dalam saya.

Maka saya membuka hati, mengundang supaya terus-menerus RohYesus atau Roh Kudus bersemayam di dalam hatiku.

Saya bermohon agar seluruh alat bicara saya disucikan dari pelbagai kecemaran di masa lalu, juga dari kecemaran akibat pengucapan nama-nama ilah asing, yang najis itu! Oleh darah Yesus saya disucikan.

Mohon supaya Roh Kudus memeteraikan setiap kebenaran Kerajaan Sorga yang sudah saya baca. Sebaliknya, setiap ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran Yesus, agar disingkirkan dari dalam ingatanku.

RohYesus juga saya persilahkan pula memproses diriku, agar kehidupanku semakin hari semakin menggenapi rumusan dalam ‘Doa’ Bapakami, seraya semakin dimampukan menghindar dari godaan-godaan semarak dan Kerajaan Dunia ini.

Saya undang kuasa Yesus, RajaSorga, terus menerus membungkus diriku, menangkali serangan-serangan si Iblis. Saya harus sungguh-sungguh lepas dari si jahat ini, demi memastikan diriku menjadi warga Kerajaan Sorga sejak masih di bumi ini.

Saya bersyukur, ya Tuhan untuk kelepasan yang saya peroleh, dan saya mau mengikut Yesus Kristus terus-menerus di dalam kekekalan.

Mulialah nama Yesus Kristus di dalam kehidupanku, Amin.

 

dikutip dari : KEBENARAN INJIL KERAJAAN SORGA BUKU-2: Misteri Kehendak TUHAN [20]


BACAAN UNTUK PENGINJIL
Posted On 03/17/2008 22:51:19

Bacaan khusus bagi para pendeta kristen, gembala sidang, penginjil dll

YHWH, Yesus, atau Allah?

Saudara-saudara yang rajin menelaah agama-agama, tentu mengetahui hadirnya 3-Agama-Semawi di bumi ini. Dan setiap Agama Semawi mengaku menyembah Satu Tuhan (Monotheisme). Selanjutnya, setiap Agama Semawi memiliki Satu Kitab Pegangan masing-masing, yang dianggap Kitab Suci. Dalam urutan pemunculannya dalam sejarah.

A Agama Yahudi memegang Kitab-kitab Musa (Torah), yang memperkenalkan nama YHWH dianggap Yang Maha Tinggi;

(salib) Agama Kristen memegang Kitab Perjanjian Baru, berintikan Rekaman Injil (Matius-Markus-Lukas-Yoh anes), yang memperkenalkan nama Yesus, Yang menyandang sebagian dari Roh Yang Maha Tinggi; (di dalam Al Quran direkam dalam logat yang berbeda: Isa)

(I Agama Islam memegang Kitab Sucinya: Al Quran, yang memperkenalkan nama Allah, dianggap Yang Maha Tinggi.

Yang paling berkompeten 'berbicara' dan mengajar tentang Sesembahan yang bersangkutan, tentu Kitab Suci masing-masing, bukannya Kitab Sejarah atau Pendapat para Ahli! Maka tulisan ini menunjukkan perbedaan ketiga tokoh itu berdasarkan Tulisan-tulisan yang paling berkompeten itu. Kitab Suci masing-masing, yang harus ditaati, seraya mengabaikan yang lain. Dalam logat umat Muslim:

Kitab Sucimu untukmu, Kitab Suciku untukku!

YHWH DI DALAM KITAB-KITAB MUSA

Penganut Agama Yahudi menganggap bahwa YHWH (mereka lafazkan dengan Yahweh) adalah nama Yang Maha Tinggi di Sorga. Aneh, sebagian orang Kristen mengaminkannya, sehingga mereka menganggap Yahweh (Batak: Jahowa) adalah tokoh yang mengutus Yesus ke bumi. Apakah ini kebenaran???

Hampir tidak ada yang menyadari bahwa YHWH menampilkan watak yang cacat, antara lain memberlakukan standard-ganda. Hukum ke-6 (dari YHWH!) menetapkan: "Jangan membunuh!" Tetapi anehnya, Yahweh memerintahkan untuk membunuh (khususnya orang yang murtad dari Yahweh). Bacalah Ulangan Pasal -13, dari Alkitab yang diterbitkan oleh JARINGAN GEREJA-GEREJA PENGANGUNG NAMA YAHWEH terbitan Jakarta, 2002. sbb:

1 Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, 2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, 3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab YAHWEH, Tuhanmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi YAHWEH, Tuhanmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.... 5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap YAHWEH, Tuhanmu.... Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

6 Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, 7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bimi. 8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya. 9 tetapi bunuhlah dia!

Yahweh juga men-sahkan tindakan pembunuhan terhadap bangsa kafir (1Sam 15:1-3): Yahweh memerintahkan untuk membasmi orang Amalek, sampai kepada lembu maupun domba... (Luar biasa kebencian yang ditanamkan Yahweh ke dalam hati orang Israel terhadap musuh mereka). Bahkan Samuel, Nabi itu, menjadi pembunuh, dia mencincang Raja Agag yang oleh Saul batal dibunuh (1Sam 15:32-33).

Dengan fakta Kitab Suci Yahudi ini, akal sehat mengamati: Yahweh memiliki cacat-watak: YHWH melarang membunuh [Hukum ke-6], tetapi YHWH mewajibkan juga membunuh. Jadi Yahweh memberlakukan standard-ganda! Lagi pula Yahweh membangkitkan kebencian hebat. Bandingkan dengan pengajaran Injil Kerajaan Sorga yang membangkitkan KASIH di dalam diri setiap penganut Injil.

Masih ada cacat-watak lain dalam diri YHWH, namun karena keterbatasan ruangan, tidak dimuat dalam tulisan ini.

Akal sehat mengajarkan: Bergaul dengan manusia yang berwatak-cacat harus dihindari, apalagi menyembah tokoh yang berwatak cacat! Maka setiap pengikut Yesus, jika sudah beroleh gemblengan KASIH Yesus, sewajarnyalah menolak menyembah YHWH ataupun Yahweh!

ALLAH DI DALAM AL QURAN

Tidak perlu diragukan, Al Quran memperkenalkan 'Allah" sebagai nama Yang Maha Tinggi. Nyata sekali dari pengakuan-iman mereka dalam kalimat syahadat: Tiada Sesembahan selain Allah (La ilaha ilallah....). (Berarti Yesus bukanlah Tuhan). Pernyataan iman mereka itu sudah menyingkirkan Yesus (dan YHWH) dari (kepemimpinan) Sorga?

Sebagian pemimpin Kristiani tidak menampak kebenaran ini, sehingga mereka mengaminkan pengajaran Quran/Muhammad, asal ikut menyeru 'Allah' di dalam doa, pujian, bahkan untuk mensahkan pelbagai upacara yang sakral! Pasti sihir Iblis yang telah mengendalikan pikiran mereka.

Ternyata rekaman Kitab Suci Al Quran sendiri mengungkapkan adanya cacat-watak di dalam diri Allah yang diimani selaku Yang Maha Tinggi. Bacalah kutipan dari dua ayat Al Quran yang diterjemahkan oleh Departemen Agama R.I. tahun 1999 berikut ini:

Surat Ali 'Imran (3) 54: Orang-orang kafir itu membuat tipu-daya, dan allah telah membalas tipu-daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu-daya.

Jelas sekali ke-pakar-an Allah: membuat tipu-daya dan membalaskan tipu-daya! (Hal yang tidak akan dilakukan oleh Yesus!)

Surat An Nisaa' (4) 157: dan karena ucapan mereka:"Sesungguhnya kami telah membunuh Isa Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah," padahal mereka tidak membunuhnya, dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka.

Dari padangan Quran: demi menyelamatkan 'Isa dari penyaliban oleh orang Yahudi, Allah telah menipu orang Israel, menyodorkan seseorang yang kelihatannya seperti 'Isa (Yesus). Nampaklah cacat wataknya Allahnya Quran ini. Harus menggunakan tipu-daya untuk menyelamatkan jasmani seorang 'Rasul'! (Padahal Yesus sudah siap serahkan nyawa).

Akal sehat mengamati: Allah berwatak-cacat, penipu ulung. Maka setiap pengikut Yesus yang telah beroleh gemblengan KASIH dan ketulusan hati Yesus, akan menolak Allah dari hatinya, tidak mau memuliakan; menyeru Allahpun haram.

Masih ada cacat-watak yang lain dalam diri Allah, semisal dalam Hadist nabi yang memerintahkan membunuh umat yang murtad, mengikuti sesembahan asing (mirip sangat dengan perilaku YHWH yang telah dipelajari dari Ulangan Pasal-13 diatas), namun karena keterbatasan ruangan, tidak dimuat dalam tulisan ini.

BAGAIMANA ILAH-ILAH SUKU BANGSA?

akal sehat saja yang menjawab: "Sesembahan yang diperkenalkan oleh Dua Kitab-Suci sudah ditolak, apalagi ilah-ilah yang diperkenalkan oleh leluhur, para penyembah berhala! Maka 'Debata', 'Jubata', 'Lowalangi', Sang Hyang Widi, dll harus tersingkir dari penyembahan orang Kristen.

Nama-nama lain, seperti Kurios, Theos, Tuhan, Elohim, semuanya bukan nama-Pribadi, sehingga tidak membangkitkan masalah iman!

YESUS DI DALAM REKAMAN INJIL

Yesus memperkenalkan Yang Maha Tinggi dengan 'BapaKu...." Pada P.Lama dan P.Baru dinyatakan bahwa sebagian Roh Yang Maha Tinggi hadir di dalam diri Yesus [Yes 61:1-2,Luk 4:18-20, dll] Sungguh sah pernyataan Yesus: "Aku dan Bapa adalah Satu" [Yoh 10:30, dll]

BAGAIMANA HALNYA DENGAN WATAK YESUS?

Jelas sekali Yesus berperilaku MENGASIHI tanpa batas! Tindak-tanduk Yesus tak pernah berbeda dari ajaranNya! Bahkan Yesus rela mati bagi Saudara, sehingga sempurnalah watakNya. Yesus tidak berWATAK-CACAT, bahkan Yesus ingin agar JemaatNyapun tampil tidak bercacat (Ef 5:27) ....supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapn diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dantidak bercela.

Para Pemimpin Kristiani sudah berdosa terhadap Sorga, sebab telah menggembalakan umat menjadi tidak kudus, membuat umat menyembah ilah asing yang berwatak cacat!

PENGAJARAN KITAB-KITAB SUCI TENTANG PENYEMBAHAN TERHADAP ILANG-ASING

Ketiga Agama Semawi mengajarkan yang serupa kendati tidak persis sama:

* [bintang daud] Yang murtad meninggalkan nama YHWH lalu menyembah ilah lain: harus mati (mati dagingnya, dibunuh oleh umat YHWH);

(* [bulan bintang] Yang murtad meninggalkan nama Allah lalu menyembah ilah lain: harus mati (mati dagingnya, dibunuh oleh umat Allah);

+ (Salib) Yang meninggalkan nama Yesus lalu menyembah ilah lain: beroleh kematian-rohani! Mati-rohani, oleh kesalahannya sendiri. [Kis 4:12]: Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

Hanya nama Yesus yang mampu menyelamatkan Saudara.

PERJALANAN PANJANG 'ALLAH'....

.... menyelinap ke dalam Bible berbahasa Indonesia.

Semua Pendeta tentu mengetahui, bahwa di dalam bahasa aslinya bible (berbahasa Yunani/Ibrani), tidak terdapat istilah 'Allah'. Dengan mengingat wibawa Kitab Suci, yang mengatasi Kitab-kitab Sejarah, maka setiap orang Kristen yang memegang teguh Kitab Sucinya seharusnya segera menyingkirkan nama ilah asing dari hatinya. Jika isi bible belum diperbaiki, tidak masalah, sebab hati Saudara yang penting bagi Yesus. Kitab-kitab Suci itu akan musnah di akhir zaman! Tetapi roh Saudara siap memasuki kekekalan!

Lihat lagi fakta di tengah masyarakat: Umat YHWH pasti menolak menyeru 'Allah' maupun 'Yesus'! Umat Allah pasti menolak menyeru 'YHWH' maupun 'Yesus'! Herannya, umat Yesus kencang menyeru nama ilah-ilah asing. Bahkan membelanya. Tulisan inipun mungkin dituding 'SESAT'! oleh sebagian Pendeta/orang2 yang sudah terkena sihir Iblis!

Tetapi istilah 'Allah' hadir dalam terjemahan Bible

berbahasa Indonesia. Bagaimana cara masuknya?

Baiklah; berbicara sedikit tentng Sejarah... Al Quran jelas mencatat bahwa istilah 'Allah' adalah nama-Pribadi Sesembahan Quraisy Jahiliyah (leluhur Muhammad). Dalam Al Quran terbitan Departemen Agama R.I. [Surat an Najm (53): 19-20]: dapat dibaca bahwa Allah(nya Quraisy) memiliki tiga anak perempuan Al Uzza, Al Lata, dan Manah. Nah, 'Allah' yang berasal dari Quraisy-penyembah-berhala ini yang dipakai di dalam Al Quran, juga dalam Kalimat Syahadat (pengakuan iman Muslim).

Anggapan bahwa 'Allah' adalah Yang Maha Tinggi dirasakan sah, karena Muhammad telah membasmi 359 berhala (dari total: 360 berhala) dari Kaabah. Satu Batu Hitam (Hajarul Aswad) disisakan oleh Muhammad, dianggap mewakili Yang Maha Tinggi. Batu Hitam inilah yang diciumi oleh setiap orang calon Haji, seraya mengucapkan: "Ya Allah, aku datang memenuhi panggilanmu!" Semakin sah-lah 'Allah', yang cacat-watak, dilantik menjadi Yang Maha Tinggi dalam ke-islama-an.

Dr. Latuihamallo (pejabat Lembaga Alkitab Indonesia) menyampaikan di dalam paparannya pada 5 Juni 2001 di Bandung, dalam Sarasehan Terjemahan Alkitab Mengenai Kata "Tuhan" dan "Allah".

2. M.Leydecker (1645-1701) dan H.G.Klinkert (1829-1913), mengenai transkripsi nama-nama mengikuti bentuk Arab sebagaimana muncul dalam Al Quran. Ump. Allah, Isa Almasih, dll....

Penterjemahan Bible ini, mengalami perbaikan dari edisi ke edisi, sehingga pada Alkitab L.A.I. yang terakhir, sudah hilang sebutan: 'mesjid', 'assalamualaikum', 'Yahya', 'Isa almasih', tetapi nama 'Allah' tetap 'perkasa' bertahan di sana. Tertawa sukacitalah Sesembahan Quraisy yang cacat-watak itu.

Setelah masuk ke dalam Bible, sah-lah 'Allah' dimuliakandi tengah-tengah kekristenan Indonesia, 'Allah' dianggap selaku Bapa Sorgawi (tidak pernah diajarkan oleh Yesus, Kebenaran), lalu nama Allah digunakan untuk membaptis, juga untuk mengesahkan pernikahan, bahkan untuk mentahbiskan kependetaan sebagian Pendeta, sampai kepada mentahbiskan gedung Gereja! Iblis tertawa untuk keberhasilan sihirnya; Roh Yesus berdukacita oleh kebebalan umatNya.

Sekarang setelah mengerti fakta dan kebenaran yang disajikan, jika Saudara mengaku memeluk Monotheisme, cukup satu saja (nama) Sesembahan saudara. Pilihlah, berlandaskan Hak Azasi Saudara (kami tidak memaksa): YHWH atau Yesus (Kristus) atau Allah?

Saudara mungkin tetap memilih menyembah Allah, bahkan mungkin menyatakan isi tulisan ini sesat; silakahkan pertanggungjawabkan sikap Saudara pada Hari Penghakiman [Mat 13:41-42].

Jika saudara memilih Satu Nama Yesus, silakan panjatkan doa untuk menyingkirkan nama-nama ilah asing dari hati Saudara sbb:

Saya menyembah satu saja Sesembahan, Yesus Raja Sorga, Yang pernah tampil dalam sosok Yesus-Anak-Manusia, Yang telah menebus diriku dari perhambaan Iblis dan dosa.

Saya menolak menyembah nama-nama asing: nama 'Yahweh' dan 'Allah', masing-masing milik tokoh-tokoh yang berwatak-cacat, juga menolak nama ilah suku-sukubangsa yang tidak dikenal dalam Kitab-Kitab Suci berbahasa asli.

Saya bermohon agar hatiku, juga alat-alat bicaraku, disucikan oleh darah Yesus, sehingga layak menyeru satu saja nama Yang Kudus: Yesus Kristus. Saya juga bermohon agar dimampukan oleh Roh Yesus menjadi saksi bagi nama Yesus, bahkan menuntun orang lain untuk menyembah Yesus Kristus saja.

Demi nama Yesus Kristus, enyahlah dari kehidupanku, Iblis dan malaikat-malaikat-najisnya, yang telah menyesatkan diriku di masa lalu. Ke masa depan saya dikawal oleh malaikat-kudus, dibimbing oleh Roh Yesus semakin masuk ke dalam Kebenaran, Yesus Kristus Raja Sorga. Dengan demikian dapatlah saya hidup memuliakan Yesus Kristus, Rajaku: Amin.

Tulisan ini demi Kasih Yesus atas diri Saudara. Kasih Yesus menginginkan Saudara mengenal Yesus, RajaSorga, Yang berwatak sempurna, sehingga Saudara pun akan diproses oleh Roh Yesus menjadi berwatak mulia. [ada saran? silakan hub: autor06hj@yahoo.com]


ANAK KERAJAAN
Posted On 02/14/2008 19:28:22
Bacaan Khusus (Anak-anak Kerajaan)....

Enyahkan Malaikat-Iblis
Penyesat-Theologia!

Biology-Geology-Psychology-Theology

Apakah empat kata di atas memberi kita kesan bahwa semuanya sekedar istilah? Sekedar nama 4-macam ilmu atau ajaran? Berikut ini arti dari potongan-potongan kata yang membentuk keempat istilah itu.

Logia = pengajaran tentang....
Bios = makhluk-makhluk hidup;
Geos = Bumi;
Psyche = Unsur tidak kelihatan dalam diri manusia;
Theos = Tuhan/Sesembahan (juga tidak kelihatan).

Apakah keempat nama ilmu itu serupa saja dalam hakekatnya, yakni dalam (1) Obyek Pengajaran dan (2) Sumber Ajaran (?)

Ternyata ada perbedaan yang hakiki dalam Obyek Pengajaran;
- Bios dan Geos (Makhluk hidup dan Bumi) serba kelihatan;
- Psyche dan Theos serba tidak kelihatan!

Dalam urusan Obyek Pengajaran, Theology berdampingan dengan Psychology dan beberapa 'ilmu' lainnya (Anthropology, Parapsychology), yakni mengamati dan mengajarkan tentang obyek yang tidak kelihatan, yang dikandung oleh makhluk-makhluk ciptaan.

Ternyata ada perbedaan yang hakiki dalam Sumber Ajaran:
- Biology, Geology dan Psychology bersumber dari pikiran manusia!
- Bagaimana halnya dengan Theology?

Sesungguhnya Theology adalah ajaran yang berbeda dari semua ilmu lainnya! Karena Obyek Pengajarannya adalah TUHAN, tidak kelihatan, lebih mulia lagi; Pencipta Manusia.

Mana ada manusia yang mampu mengamati dan mengajarkan mengenai Pencipta dirinya?

Ragam-ragam Ajaran tentang TUHAN
Selaku ajaran tentang TUHAN, Yang Maha Pencipta, maka hakekat kandungan Theology, utamanya menyangkut:
nama TUHAN
Watak TUHAN
Karya TUHAN

Yang bukan langsung dari Sorga telah menimbulkan pelbagai ajaran:
1. pengajaran Animistis, dll.
2. pengajaran Musa (Perjanjian Lama);
3. pengajaran Muhammad (Quran)
4. pengajaran dari pikiran Guru-guru Kristiani.

Manakah ajaran tentang TUHAN yang bersumber langsung dari pikiran TUHAN atau JurubicaraNya di bumi? Atau siapakah Jurubicara TUHAN? Nabi-nabi, barangkali? atau Yesus-Anak-Manusia sendirian?

Manusia mana yang berwenang mengajarkan tentang Nama, Watak, dan Karya TUHAN? Siapakah manusia yang berani gegabah mengaku diri layak berbicara mengenai Nama-Watak-karya TUHAN secara benar?

Namun pengamatan menunjukkan bahwa Theology-masa-kini memiliki dua sumber:
1. bersumber dari pikiran manusia, bukan dari TUHAN.
2. yang bersumber dari pikiran TUHAN sendiri.

Ajaran Yesus Sasaran Pengacauan Iblis
Orang Kristen mengimani bahwa TUHAN memperkenalkan diriNya melalui Nabi-nabi. Dari arah sebaliknya, iman Kristiani meyakini bahwa Nabi-nabi sudah memperkenalkan TUHAN yang benar. Akibatnya tulisan para Nabi dianggap sebagai Kebenaran, tidak ada salahnya memberi pengajaran tentang (kebenaran) TUHAN.

Tetapi apa Sabda Yesus mengenai hal ini?
Kita baca Yoh 18:37 (sebagian)... Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."

Yesus tidak membantah sewaktu Pilatus menuding Yesus mengaku-ngaku Raja. Berarti, secara tersirat Yesus menyatakan diri selaku penampilan Raja Sorga dan datang untuk memperkenalkan Kerajaannya. Berati Yang Maha Pencipta lebih tepat dimuliakan selaku Raja!

Yesus-Anak-Manusia lahir dan datang ke dalam dunia supaya bersaksi tentang kebenaran, berarti Yesus menganggap bahwa kesaksian para Nabi (Perjanjian Lama) tidak sempurna. Banyak melesetnya, sehingga perlu Yesus sendiri (Jelmaan RajaSorga) tampil di bumi untuk bersaksi tentang Kebenaran. Maka Sabda-sabda Yesus menjadi satu-satunya Sumber Theology yang terpercaya, yang berasal dari Sorga!

Mari, pelajarilah lagi misteri dalam sabda Yesus pada Mat 4:4: Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut TUHAN.

Apakah TUHAN (yang Roh) memiliki mulut? Tidak masuk akal! ROH adalah roh, pasti tidak memiliki mulut, organ yang daging. Bagaimana kejelasannya?

Tidak bisa lain: Yesus-Anak-Manusia, memiliki mulut (dan tubuh) jasmaniah, adalah jelmaan TUHAN; maka mulut Anak-Manusia menjadi 'penyambung-lidah' TUHAN. Oleh sebab itu, setiap ucapan yang keluar dari mulut Yesus pastilah Firman (TUHAN). Bandingkanlah dengan Yoh 1:1-14: 1Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan TUHAN dan Firman itu adalah TUHAN...... 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita....

Jelaslah, Yesus-Anak-Manusia, Dialah'penyambung-lidah' TUHAN yang terpercaya, bukannya Guru-guru manapun juga, yang seringkali keliru memahami Sabda Yesus!

Ada Apa dengan Malaikat Iblis?

Iblis adalah Pemberontak sejak dari Sorga. Why 12:7-9 merekam mengenai peperangan di Sorga. Iblis beserta malaikat-malaikatnya (yang menyesatkan seluruh dunia) dikalahkan oleh Mikael dan malaikat-malaikatnya, yang setia. Pastilah penyesatan itu suatu pemberontakan, memberontak terhadap Raja(Sorga), pemerintahan yang sah. Lalu Iblis dan rombongannya, setelah kalah, tercampak ke bumi. Apakah Iblis cs, berdiam diri setelah kalah? Bukan Iblis, jika demikian sikapnya.

Iblis melanjutkan peperangan itu di Bumi, dalam bentuk yang berbeda, Why 12:17 mencatat: Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum TUHAN dan memiliki kesaksian Yesus.

Iblis mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memerangi manusia, teristimewa para pengikut Yesus, Raja Sorga, Satu kemampuan yang harus senantiasa diwaspadai adalah:

Iblis mampu bisikkan gagasan sesat ke dalam diri manusia

Daud sudah mengalaminya dengan konsekwensi yang pahit (1Taw 21:1,7), istri Ayub dijadikannya 'medium' untuk menyampaikan kehendak Iblis kepada Ayub, yang saleh [Ayub 2;(]; Petrus di'selomoti' Iblis, sehingga berani mencegah Yesus [Mat 16:21-23], dan Yudas benar-benar dikendalikannya sehingga mengkhianati Yesus [Yoh 13:2].

Jika tokoh-tokoh Bible, manusia terkemuka, dapat dikecoh oleh suntikan gagasan dari Iblis (dan mereak tidak menyadarinya), betapa lebih mudah bagi Iblis untuk mengecoh Guru-guru Kristiani, yang manusia biasa! Teristimewa mereka yang tidak peduli akan kehadiran dan kemampuan Iblis!

Iblis tidak suka jika manusia beroleh gambaran yang benar tentang TUHAN. Sebab hal itu membuka peluang untuk manusia menyembah TUHAN secara benar. Maka kemampuan Iblis digunakanjuga untuk memelesetkan pengenalan sebagian Guru-guru Kristiani itu akan TUHAN.

Iblis menunggangi pikiran-pikiran para Guru Kristiani ini seraya berusaha memecah-belah pengikut Yesus. Tidak heran, Yesus bersabda [Mat 12:30] "... Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan..."

Akibat lanjutan dari penyesatan Ibli ini adalah cerai-berainya pengikut Yesus, sehingga terbentuklah ratusan sekte-sekte Kristiani dan masing-masing kencang memegang doktrinnya; padahal setiap doktrin itu (sedikit atau banyak) menyimpang dari pikiran Kristus. Itulah Theologia sekte-sekte, yang menjadi benteng-benteng keangkuhan.

Sikap sedemikianlah yang dikecam keras oleh Paulus dalam 2Kor 10:5: Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan TUHAN. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.

Kenyataan inilah yang telah diamati dan menghasilkan kesimpulan:

Sesungguhnya Theology Kristiani mempunyai dua (bukan satu!) Sumber Ajaran: Manusia dan Tuhan!

JIka satu saja sumber Theology, yang asli, tentu tidak akan ada perpecahan! Jelas sekali sudah ada karya Iblisi di dalam perpisahan sekte-sekte Kristiani.

Namun TUHAN Maha Adil...

Kemampuan mengajar manusia ditampilkan juga oleh malaikat Sorga. Dan 10:14 mencatat betapa Gabriel mengajar Daniel.

Maka Kaum Injili yang menyadari adanya peperangan rohani (dalam alam gagasan/pengajaran) akan terus-menerus....

... mengundang malaikat TUHAN, seraya mengenyahkan malaikat-malaikat Iblis!

Setiap hari dilakukan, agar terpelihara di dalam pikiran Kristus!

Teknik Penyesatan yang ampuh : Pencampuran Ajaran

Iblis sungguh mengerti bahwa pencampuran ajaran sudah cukup untuk menyesatkan pengikut Yesus. Maka pengajaran yang asli, Sabda-sabda Yesus, diusahakannya agar bercampur dengan yang berasal dari Nabi-nabi Perjanjian Lama, bercampur lagi dengan ajaran hasil pikiran Guru-guru Kristiani... bahkan dicampur lagi dengan konsep-konsep dari kegelapan, yang berasal dari ilmu-ilmu Atheistic: Psychology, Anthropology, Phylosophy-Sekuer, dll.

Beberapa contoh pencampuran Ajaran oleh Iblis:

* 'Allah' adalah istilah yang tidak pernah disebut oleh Yesus! Muhammad menggunakan istilah 'Allah' untuk menunjuk kepada Yang Maha Tinggi. Namun Muhammad sendiri 'ketularan' dari kaum Animistis, leluhurnya (inipun permainan Iblis!). Begitu dicampurkan kepada Sabda Yesus, (Yesus menunjuk Yang Maha Tinggi dengan sebutan 'BapaKu'), maka percampuran itu menghasilkan penyesatan: 'Bapa Sorgawi bernama 'Allah'!" Tersesatkanlah sejumlah umat Kristiani menjadi penyembah Allah, sekurang-kurangnya menyembah dua ilah (Polytheistic).

* Skema pencampuran yang serupa terjadi untuk istilah YHWH (mereka sebutkan Yahweh), sesembahannya Musa. Konsep sesat terbentuk: "Yesus anak Yahweh!" Selanjutnya terbentuk pula penyesatan: "Jesus Anak ni Debata!" (suku Batak), dsb.

* Sifat-sifat TUHAN juga berbeda-beda, dari kepercayaan Animistis, kepada kepercayaan Perjanjian Lama, kepercayaan terhadap Quran, sampai kepada kebenaran Kristus: bahwa Sifat-sifat Ilahi adalah Pengasih, tidak cemburuan, tidak mendendam, dan sebagainya. Pada Hari Penghakimanlah nasib manusia ditetapkan sesuai dengan perbuatan masing-masing!

Apakah saudara berani berdiri bersama Yesus, kendati ditentang oleh penganut-penganut Animistis, Agamawi, Gerejawi?

Sekarang jelaslah bagaimana timbulnya sampai ratusan sekte yang membawa Theology masing-masing!

Siapa saja yang ingin berdiri pada Theology-Nya Yesus, haruslah secara konsekuen, secara terus-menerus mengenyahkan Malaikat Iblis Penyesat Theology hari lepas hari; teristimewa mereka yang menganggap diri Guru Kristiani!

Murnikan Pemahaman Tentang TUHAN
(Memurnikan Theology Kristiani)

a. Taklukkan pikiran ke bawah Kristus (2Kor 10:5-6);
b. Ambil sumber yang benar (Sabda Yesus);
c. Jangan terlalu cepat mengakhiri pencarian kebenaran! Ajaran tentang satu jenis hewan saja tidak ada habisnya! Kalaupun saudara menulis kebenaran yang saudara temukan, berilah tanda tahun penulisannya! Bukalah hati untuk menerima koreksi dari Sorga.
d. Usir setiap hari, dan setiap kali mengolah pikiran: Malaikat Iblis Penyesat Theology, Sponsor Psychology, dan Ilmu-ilmu Atheistik lainnya & Pengadu-domba Sekte-sekte.

Saudara yang ingin maju di dalam kebenaran Kristus, disarankan untuk berdoa sebagai berikut:

Saya menyembah Yesus Kristus, Raja Sorga, Rajaku; Saya menyadari bahwa Iblis menjadi lawan yang ingin menyesatkan diriku. Maka saya menaklukkan diriku ke bawah Kristus, dan bermohon supaya Roh Yesus menjaga pikiran saya agar jangan diplesetkan Iblis.

Demi Nama Yesus, saya bermohon, segala macam gagasan yang tidak berasal dari Yesus, Rajaku, supaya disingkirkan, berganti dengan kebenaran Kristus.

Demi nama Yesus, Raja Sorga, aku menyingkirkan malaikat-malaikat Iblis yang pernah menjamah hidupku di masa lalu, yang pernah menyesatkan pikiranku, termasuk malaikat Iblis penyesat Theologia dan Malaikat Terang Palsu.

Saya mengundang agar Roh Yesus saja yang mengajar diriku tentang kebenaran-kebenaran TUHAN, yang penting bagi hidupku. Saya mau hidup secara memuliakan Yesus Kristus, Raja dan Juruselamatku yang agung; Amin.





*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS