Apanya yang tidak fair?. Kalau mau mengatakan fengshui ada sisi ilmiahnya, ya harus dijelaskan dimana ilmiahnya.
Apakah ada teori yang konsisten, apakah bisa diulang. Feng shui tak punya itu. Jadi bukan soal Barat dan Timur
Pernah tidak kamu bertanya kenapa akupuntur baru diterima sebagai ilmiah ketika bisa dibuktikan dan didemonstrasikan. Dibuktikan dengan kriteria apa, didemonstrasikan kepada siapa ?
Pendidikan kita pasti ala barat, sehingga rujukan kriteria ilmiah kita berbasiskan nilai-nilai barat. Are u agree with me with this point ?
If not, discussion is over right here.
But if u assumingly, are agree with me, let me said this first. Bahwa saya pada akhirnya tidak akan membedakan mana logika barat dan logika timur. Logika ya logika, tapi ketika pikiran kita masih 'sempit', sadarkah bahwa logika kita mungkin saja masih berada di posisi logika suatu pemahaman atau kondisi yang telah ditanamkan dalam diri kita sejak kecil. In psychology, disebut primary condition.
Misalnya sekarang kita mengenal PQ, IQ, EQ dan SQ dlm dunia psychology. Padahal ratusan tahun lalu, di Kitab Wedhatama karangan seorang raja jawa, telah dikenal Sembah Raga (=PQ), Sembah Cipta (=IQ), Sembah Rasa (=EQ) dan Sembah Tuhan (=SQ). Tapi 15-20 tahun lalu ketika dunia baru mengenai PQ dan IQ, mungkin saya tidak berani membandingkan Sembah Raga sebagai PQ atau Sembah Cipta sebagai IQ, karena malah penemuan ilmiah mengenai PQ, IQ, EQ & SQ belum bisa dijadikan rujukan ilmiah bagi sembah raga, cipta, rasa dan Tuhan itu.
Kamu kan arsitektur, penah ngak riset mengenai Borobudur ? Bagaimana bangunan itu bisa dibuat demikian simetris tanpa pengetahuan arsitektur seperti sekarang ? Dari mana ilmu itu ? Apakah penjelasannya mesti se-ilmiah ilmu arsitektur dari barat baru dianggap ilmiah ?
Ketika Kristus mengatakan bila seseorang berpikiran zinah, orang itupun sebenarnya telah berzinah. Sebentar lagi, ilmu fisika pasti bisa menjelaskan fenomena ini.
Pernah baca SamKok ataupun Sun Tzu, ilmiah menurut standard siapa ? 
Jadi fer, untuk bilang fenshui itu ilmiah atau tidak, kamu mesti mendalami ilmu itu dari sisi pemahaman ilmiah 'timur' atau ilmiah 'universal', ngak bisa melihat dari pemahaman ilmiah 'barat' ataupun menurut kamu bila kamu belum menyadari bahwa logika kamu itu mungkin saja western-logic.
Gini deh, baca buku2 Osho, karena dia universaly logis sekali tapi punya pengertian baik mengenai ilmiah barat dan pengetahuan timur. Sama seperti kamu tidak setuju suatu diskusi didebat dari sisi siapa yang nulisnya dibandingkan apa yang didiskusikan, jd jangan tidak baca Osho karena his life style. Tapi siap-siap ngerogoh kantong dalam-dalam karena bukunya tak dijual di Indonesia secara umum dan kalopun dijual harganya gila-gilaan dibandingkan harga yang tertera di buku. Atau aku pinjemin deh. 
Apa yang ditemukan Freud, Jung, dkk dlm psychologi sebenarnya sudah tertulis ribuan tahun di dalam kitab-kitab yang mengajarkan Tantra. Demikian pula apa yang masih diteorikan Stephen Hawkings ttg. big-bang, black holes, memory masa lalu, atau ttg. genetic engineering, dsbnya sebenarnya kalo mau teliti sudah tertulis di kitab-kitab suci agama-agama besar termasuk Injil.
Cuma cara kita memahaminyalah yang sedikit berbeda.
Jadi ngak setuju saya kalo banyak kalangan fundamentalist kristen berkata bahwa Alkitab tidak sepaham dengan Ilmu Pengetahuan.
Last edited by jo-hnz; 26th February 2005 at 01:37 PM.
Nationalism in Larger Framework of Internationalism
Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
Bookmarks